
RADAR PALU – Di tengah menjamurnya usaha kopi dan minuman kekinian di Kota Palu, SEDARA (Seduhan Nusantara) hadir menawarkan pilihan berbeda melalui aneka minuman berbahan rempah. Tak sekadar menawarkan cita rasa tradisional, usaha ini juga berupaya mengubah anggapan masyarakat bahwa minuman rempah selalu identik dengan rasa pahit seperti jamu.
Owner SEDARA, Alfisyahra, mengatakan, usaha yang mulai beroperasi pada 28 September 2026 itu dibuka untuk memberikan alternatif bagi masyarakat yang ingin menikmati minuman selain kopi maupun minuman kekinian seperti matcha.
"Saat ini sudah banyak usaha kopi dan minuman kekinian yang dibuka. Karena itu, kami memilih minuman rempah agar masyarakat memiliki pilihan lain selain minuman seperti matcha dan kopi yang sudah banyak di Kota Palu," ujarnya saat ditemui di outlet SEDARA, sekitar Lapangan Vatulemo, Balai Kota Timur, Kota Palu, Selasa (3/11/2026).
Baca Juga: Tak Hanya Razia, Operasi Patuh 2026 Hadirkan Layanan SIM hingga Pelosok Desa
SEDARA menawarkan beragam olahan rempah dalam pilihan minuman hangat maupun dingin. Beberapa di antaranya wedang jahe, wedang lengkuas, wedang kencur, dan wedang temulawak, termasuk sejumlah minuman signature.
Masing-masing wedang memiliki karakteristik dan kegunaan berbeda sesuai kebutuhan konsumen. Wedang lengkuas ditawarkan untuk membantu mengatasi badan pegal-pegal, wedang jahe untuk menghangatkan badan, sedangkan wedang kencur biasa dipilih untuk keluhan flu dan batuk.
Dalam mempersiapkan produknya, Alfisyahra mengaku telah mengikuti pelatihan bersertifikat yang berkaitan dengan pembuatan minuman rempah. Sebelum membuka usaha, berbagai uji coba juga dilakukan untuk memastikan cita rasa produknya dapat diterima masyarakat.
Salah satu tantangan yang dihadapi adalah mengubah persepsi masyarakat terhadap minuman rempah yang selama ini identik dengan rasa pahit. Untuk itu, SEDARA menggunakan beberapa pilihan pemanis, yakni gula singkong, gula aren, madu, dan stevia.
"Hal yang coba kami hadirkan adalah bagaimana membuat masyarakat memahami bahwa minuman rempah tidak selalu pahit," jelasnya.
Pada awal menjalankan usaha, Alfisyahra mengaku sempat merasa optimistis sekaligus pesimistis terhadap penerimaan masyarakat. Sebab, minuman rempah dinilai berbeda dari produk yang sudah lebih dahulu dikenal, seperti kopi susu yang masyarakat sudah mengetahui gambaran rasa dan karakteristiknya.
Baca Juga: Bahas Tafsir Agama di Era Digital, Prof Zainal Abidin Tekankan Pentingnya Literasi Keagamaan Kritis
Namun, setelah berjalan sekitar tiga pekan, SEDARA mulai dikenal masyarakat. Respons konsumen pun mulai berdatangan. Berdasarkan testimoni yang diterima, sejumlah pengunjung mengaku menyukai rasanya dan tidak menyangka minuman rempah bisa memiliki cita rasa yang tidak pahit.



