
RADAR PALU - Pertumbuhan industri hilirisasi mendorong ekonomi Morowali Utara (Morut), Sulawesi Tengah (Sulteng), tetapi manfaatnya belum sepenuhnya dirasakan masyarakat lokal di kabupaten yang kini berusia 13 tahun ini.
Bupati Delis Julkarson Hehi mendorong perusahaan memperluas penyerapan tenaga kerja dan keterlibatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan warga.
Delis mengungkapkan hal tersebut dalam wawancara program A-Talks bersama Brigita Manohara yang ditayangkan melalui kanal resmi Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), Sabtu (12/10/2026) lalu.
Baca Juga: Cerita Mereka yang Berjuang Melahirkan Morowali Utara
Menurut Delis, hilirisasi memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian Morut. Daerah ini dua kali mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Indonesia, didukung aktivitas industri yang membuka lapangan kerja, meningkatkan produk domestik regional bruto (PDRB), dan menggerakkan usaha masyarakat.
Namun, pertumbuhan ekonomi tersebut masih menyisakan pekerjaan rumah. Pemerintah daerah ingin memastikan kehadiran industri pertambangan dan pengolahan mineral memberikan peluang lebih luas bagi masyarakat di sekitar kawasan industri.
Delis mengungkapkan, tenaga kerja lokal yang terserap di industri rata-rata baru mencapai 25 persen dari total tenaga kerja yang ada. Lantas mengoreksinya menjadi 30 persen saat dikonfirmasi Radar Palu usai upacara HUT ke-13 Morut, Jumat (23/10/2026).
Baca Juga: Tergugat Mangkir Berkali-kali di PN Palu, Perkara 162/Pdt.G/2026 Dipanggil Lewat Juru Sita
Angka tersebut menunjukkan perlunya upaya lebih besar untuk mempersiapkan sumber daya manusia lokal sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Morut.
"Yang pertama bagaimana hilirisasi ini memberi ruang yang cukup bagi tenaga kerja lokal, juga memberi ruang yang lebih luas lagi bagi UMKM yang ada," ujar Delis.
Menurut dia, pemerintah daerah perlu mendorong perusahaan agar memberikan kesempatan lebih besar kepada warga setempat. Namun, upaya tersebut juga harus menyesuaikan kemampuan dan keterampilan tenaga kerja yang tersedia.
Karena itu, dia mendorong perusahaan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk menyelenggarakan pelatihan sesuai kebutuhan industri.



