
RADAR PALU - Pemerintah Kabupaten Morowali Utara (Pemkab Morut) mendapat alokasi 55 unit pompa air dan 6 unit traktor untuk mendukung sektor pertanian.
Pada saat yang sama, Dinas Pertanian dan Pangan Morut menyiapkan evaluasi pengelolaan sawah di Desa Bunta, Kecamatan Petasia Timur, yang kerap menghadapi genangan air.
Bantuan tersebut dikabarkan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Morut, Krispen Hebret Masu, saat menghadiri Gerakan Panen Padi Sawah Kelompok Tani Sipatuo di Desa Bunta, Senin (26/10/2026).
Baca Juga: DPRD Morut Sinkronkan Beasiswa Morut Cerdas dan Berani Cerdas
Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Bupati Morut Djira Kendjo, Plt. Camat Petasia Timur Desran Waka, Kepala Desa Bunta Saharuddin, anggota Satgas Swasembada Pangan, penyuluh pertanian, serta anggota Kelompok Tani Sipatuo.
Krispen mengapresiasi Kelompok Tani Sipatuo yang tetap menghasilkan panen di tengah kondisi cuaca yang kurang mendukung.
Dia menyebut produktivitas padi pada tahun ini mencapai 7,2, sedangkan pada 2024 mencapai 9,2. Produktivitas pada 2025 juga mengalami sedikit penurunan.
Meski begitu, Krispen mengapresiasi upaya petani yang tetap mengelola sawah di tengah tantangan cuaca.
"Di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat, para petani tetap mampu melaksanakan kegiatan pertanian dengan hasil yang patut diapresiasi. Ini harus menjadi motivasi bagi petani lainnya untuk terus mengembangkan usaha pertanian," kata Krispen.
Data produktivitas tersebut belum menyebutkan satuan pengukuran. Karena itu, angka tersebut perlu dikonfirmasi sebelum publikasi jika akan digunakan untuk perbandingan hasil panen secara kuantitatif.
Dinas Pertanian dan Pangan Morut juga menangani persoalan genangan air yang berulang kali menghambat pengelolaan sawah di Desa Bunta, terutama saat musim hujan.



