
RADAR PALU - Pastor Gilbert Lumoindong mengajak para pendeta di Kabupaten Morowali Utara (Morut) memperkuat sinergi lintas denominasi dan menerapkan servant leadership atau kepemimpinan yang melayani.
Dia menekankan tiga prinsip kepemimpinan Kristen, yakni mental pejuang, hati seorang hamba, dan pemikiran besar.
Pesan tersebut disampaikan Pastor Gilbert Lumoindong saat menjadi pembicara utama dalam seminar kepemimpinan gereja di Gereja GKST Jemaat Bahtera Kasih, Kolonodale, Rabu (21/10/2026).
Baca Juga: BULOG Sulteng Gelar GPM, Sediakan Pangan Murah untuk Warga Palu
Seminar tersebut diikuti sekitar 150 pendeta dari berbagai denominasi di Morut. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 Morut pada 23 Oktober 2026.
Dalam pemaparannya, Gilbert menjelaskan bahwa pemimpin Kristen harus mengutamakan pelayanan, keteladanan, dan tanggung jawab. Kepemimpinan tidak boleh berorientasi pada kekuasaan, tetapi harus menghasilkan perubahan positif bagi masyarakat.
Dia merujuk Matius 25:14–30 tentang perumpamaan talenta untuk menjelaskan prinsip kepemimpinan yang perlu diterapkan para pelayan Tuhan.
Menurut Gilbert, mental pejuang mendorong pemimpin mengembangkan talenta yang dipercayakan Tuhan, pantang menyerah, dan terus berusaha saat menghadapi tantangan.
Sementara itu, hati seorang hamba mengajarkan pemimpin untuk memahami bahwa jabatan merupakan amanah untuk melayani, bukan kesempatan untuk bertindak sebagai penguasa.
Adapun pemikiran besar mengharuskan pemimpin memiliki visi, mengenali potensi, serta berani merancang dan mengupayakan hal-hal besar dengan penuh tanggung jawab.
"Seorang pemimpin Kristen harus memiliki mental pejuang, hati hamba, dan pemikiran raja," ujar Gilbert.



