Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wabup Djira Sebut RDTR Jadi Benteng Tata Ruang Morut

I
Penulis: Ilham Nusi❯
FGD: Wabup Morut H. Djira Kendjo saat membuka FGD Bantuan Teknis Penyusunan RDTR Wilayah Perencanaan (WP) Lembo dan Mamosalato di Kolonodale, Selasa (15/9/2026). (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)
FGD: Wabup Morut H. Djira Kendjo saat membuka FGD Bantuan Teknis Penyusunan RDTR Wilayah Perencanaan (WP) Lembo dan Mamosalato di Kolonodale, Selasa (15/9/2026). (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)

Advertisement

RADAR PALU - Wakil Bupati Morowali Utara (Morut) H. Djira Kendjo meminta pemerintah memperkuat Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) untuk mencegah tumpang tindih kawasan di tengah pesatnya pembangunan dan investasi.

Djira menyampaikan hal itu saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Bantuan Teknis Penyusunan RDTR Wilayah Perencanaan (WP) Lembo dan Mamosalato di Kolonodale, Selasa (15/9/2026).

Menurut Djira, Morut membutuhkan perencanaan tata ruang yang matang agar pertumbuhan ekonomi tidak mengorbankan fungsi kawasan yang sudah ditetapkan.

Djira menegaskan pemerintah tidak boleh memperlakukan RDTR hanya sebagai dokumen administratif.

RDTR harus menjadi pedoman operasional untuk menentukan fungsi setiap kawasan, mulai dari permukiman, pertanian, industri hingga kawasan lainnya.

Advertisement

Kebutuhan tersebut semakin mendesak karena Morut terus berkembang.Pertumbuhan masyarakat, pembangunan dan aktivitas investasi ikut meningkatkan kebutuhan terhadap ruang.

"Kita harus menjaga konsistensi setelah RDTR ini ditetapkan. Ruang harus dimanfaatkan sesuai fungsinya dan kawasan harus dimanfaatkan sesuai peruntukannya agar penyelenggaraan pemanfaatan ruang tepat sasaran," kata Djira.

Djira mengingatkan pemerintah agar tidak mengulangi persoalan pemanfaatan ruang yang pernah terjadi di sejumlah wilayah.

Dia menyebut ada kawasan yang semula diperuntukkan bagi pertanian, tetapi kemudian berkembang menjadi kawasan industri.

"Kita memiliki pengalaman yang kurang baik ketika ada kawasan yang seharusnya bukan kawasan industri, tetapi dalam perkembangannya menjadi kawasan industri. Mengubah kondisi seperti itu tidak mudah. Karena itu, kita harus menyiapkan perencanaan sejak awal," ujarnya.

Advertisement

Artikel Terkait

MCSP KPK 2026 Dipercepat, Penyelamatan Aset Daerah Jadi Prioritas Morut

MCSP KPK 2026 Dipercepat, Penyelamatan Aset Daerah Jadi Prioritas Morut

Wabup Djira Kendjo meminta seluruh OPD Morowali Utara mempercepat target MCSP KPK 2026, pencegahan korupsi, dan sertifikasi aset daerah

Gubernur Sebut HUT Morut Tak Boleh Dilupakan Kepala Daerah se-Sulteng

Gubernur Sebut HUT Morut Tak Boleh Dilupakan Kepala Daerah se-Sulteng

Anwar Hafid mengingatkan kepala daerah se-Sulteng agar tidak melupakan HUT ke-13 Morowali Utara dan kontribusinya bagi pembangunan daerah.

Jadi Pembicara Hari Santri di Morut: Prof Zainal Abidin Sebut Pesantren Punya 6 Resep Jaga Kerukunan

Jadi Pembicara Hari Santri di Morut: Prof Zainal Abidin Sebut Pesantren Punya 6 Resep Jaga Kerukunan

Enam pilar ajaran pesantren dipaparkan untuk menjaga kerukunan, toleransi, dan harmoni sosial di tengah kemajemukan Morowali Utara.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer