Informasi awal kejadian diterima dari rekan korban bernama Reza pada pukul 14.16 Wita. Ia melaporkan bahwa dua rekannya hilang saat melakukan pendakian di kawasan Gunung Dako.
Berdasarkan kronologi, peristiwa bermula pada Senin (23/3/2026) sekitar pukul 11.00 Wita. Kedua korban bersama dua rekannya melakukan pendakian.
Baca Juga: Dukcapil Tetap Buka Saat WFH, Warga Bisa Urus KTP
Saat tiba di Pos 3, kedua korban memutuskan untuk beristirahat karena kelelahan, sementara dua rekannya melanjutkan perjalanan ke puncak.
Namun, saat kedua rekan tersebut kembali ke Pos 3 sekitar pukul 13.00 Wita, mereka tidak menemukan keberadaan korban. Upaya pencarian mandiri sempat dilakukan di sekitar lokasi, namun tidak membuahkan hasil hingga akhirnya dilaporkan ke Unit Siaga SAR (USS) Tolitoli untuk meminta bantuan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR gabungan melaksanakan operasi pencarian pada Selasa pagi. Sekitar pukul 07.00 Wita, tim melakukan briefing, pengecekan kesiapan peralatan, serta pembagian tugas sesuai standar operasional prosedur Basarnas sebelum bergerak ke lokasi.
Baca Juga: Si Jago Merah Lalap Rumah Warga di Dusun Bolagan, Saksi Sebut Api Cepat Membesar
Upaya pencarian membuahkan hasil pada pukul 13.50 Wita. Tim SAR menerima informasi dari Kepala Desa Dadakitan bahwa kedua korban telah ditemukan oleh seorang petani dalam kondisi selamat. Lokasi penemuan berada sekitar 14 kilometer arah barat daya dari titik lokasi kejadian awal.
Selanjutnya, kedua korban segera dievakuasi menuju Puskesmas Baolan untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Kedua korban diketahui bernama Moh Agil (21) dan Moh Rifal (18).
Dengan ditemukannya korban dalam keadaan selamat, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup pada pukul 14.20 Wita. Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing.
Baca Juga: Jalan Putus Gurinda–Ogobayas, Warga Mengeluh Akses Terganggu
Operasi ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Tim Rescue USS Tolitoli, Bhabinkamtibmas, BPBD Tolitoli, Mapala, pemerintah desa, serta masyarakat setempat. Dalam pelaksanaannya, tim menggunakan sejumlah peralatan seperti rescue car, alat navigasi, peralatan jungle, komunikasi, medis, dan evakuasi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam operasi tersebut.
“Terima kasih atas sinergi seluruh unsur SAR sehingga korban dapat ditemukan dengan cepat dalam kondisi selamat,” ujarnya. (*)