RADAR PALU – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mendorong transformasi besar-besaran sektor transportasi nasional menuju kendaraan listrik. Ke depan, seluruh kendaraan bermotor di Indonesia, baik mobil maupun sepeda motor, ditargetkan beralih menggunakan energi listrik.
“Kedepan kendaraan kita di Indonesia akan dimaksimalkan menggunakan kendaraan listrik dan tidak lagi bergantung pada kendaraan menggunakan BBM,” ujar Prabowo dalam wawancara bersama pengamat dan jurnalis, Selasa (17/3/2026), dikutip dari kanal YouTube Liputan6 SCTV.
Dalam pernyataannya, Prabowo juga menyinggung kebijakan diferensiasi bagi pengguna kendaraan berbahan bakar minyak, khususnya dari kalangan mampu. Ia menyebut, pemilik kendaraan mewah tetap diperbolehkan menggunakan BBM, namun harus membayar sesuai harga pasar global.
“Silakan para orang kaya yang menggunakan mobil mewah seperti Lamborghini dan Ferrari bayar saja minyak sesuai harga minyak dunia,” tegasnya.
Menurut Prabowo, pemerintah telah melakukan simulasi terkait efisiensi penggunaan kendaraan listrik. Hasilnya menunjukkan bahwa biaya operasional kendaraan listrik bisa jauh lebih hemat, bahkan hanya sekitar 20 persen dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak.
Selain sektor transportasi, pemerintah juga menargetkan transformasi di bidang energi, khususnya pembangkit listrik. Ke depan, penggunaan BBM seperti solar dalam pembangkit listrik akan dikurangi secara bertahap, digantikan dengan energi terbarukan.
Prabowo mencontohkan keberhasilan China yang telah mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya hingga kapasitas delapan gigawatt. Ia menilai Indonesia memiliki potensi besar melalui sumber energi seperti tenaga air (hidro), mini hidro, hingga tenaga surya.
Langkah ini dinilai sebagai strategi penting untuk mengantisipasi dampak ekonomi global sekaligus meningkatkan efisiensi energi nasional. Pemerintah pun berkomitmen mengurangi ketergantungan terhadap BBM demi kemandirian energi di masa depan.
“Dampak ekonomi global tentu bisa juga berdampak ke negara kita. Ini juga harus diwaspadai dengan melakukan efisiensi termasuk penggunaan bahan bakar minyak ke energi listrik,” pungkasnya. (ron)
Editor : Rony Sandhi