RADAR PALU - Kawasan Penggaraman Talise di Kota Palu dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata baru. Dinas Pariwisata Kota Palu menyebut kawasan tersebut merupakan bagian dari kawasan strategis pariwisata (KSP) Teluk Palu.
Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Palu, Nukman K. Lawenga, mengatakan pengembangan kawasan Teluk Palu didukung hasil kajian mengenai potensi wisata yang dilakukan setelah gempa.
Menurutnya, Teluk Palu telah masuk dalam kawasan strategis pariwisata sehingga memiliki peluang untuk dikembangkan secara bertahap, termasuk kawasan Penggaraman Talise.
Baca Juga: Dorong Kopi Buleleng Morowali Berindikasikan Geografis, Kemenkum Sulteng Siapkan Pendampingan
“Penggaraman itu masuk kawasan Teluk Palu dan memiliki potensi untuk dikembangkan. Ke depannya kami akan mengembangkan seluruh kawasan tersebut,” ujar Nukman. Kamis, (13/8/2026).
Namun, pengembangan wisata pada 2027 akan lebih dahulu diarahkan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), khususnya kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di sekitar kawasan Teluk Palu.
Nukman menyebut pelatihan tersebut akan menyasar masyarakat di sejumlah kawasan, termasuk Silae, Susu, dan Talise. Materi pelatihan nantinya berkaitan dengan pelayanan wisatawan, kebersihan, keamanan, serta pengelolaan kawasan wisata.
Baca Juga: Dinsos Banggai Perketat Verifikasi Penerima Bansos, Cegah Penyalahgunaan
“Yang kita dahulukan adalah peningkatan SDM. Bentuknya pelatihan bagi masyarakat yang tergabung dalam kelompok sadar wisata,” jelasnya.
Ia menegaskan, masyarakat nantinya diharapkan menjadi bagian penting dalam menjaga dan mengelola kawasan wisata. Dengan demikian, pengelolaan destinasi tidak hanya bergantung pada pemerintah.
Selain pengembangan SDM, Dinas Pariwisata juga akan berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk mendukung penyediaan fasilitas penunjang di kawasan Penggaraman Talise.
Baca Juga: Timpora 2026, Perkuat Sinergi Pengawasan Orang Asing di Banggai
Nukman menjelaskan, pembangunan sarana dan prasarana bukan menjadi kewenangan Dinas Pariwisata. Untuk fasilitas seperti toilet, pihaknya akan berkoordinasi dengan OPD teknis, termasuk Dinas Pekerjaan Umum.
Ia juga menyebut kawasan Penggaraman Talise sebelumnya pernah ditata dan dilengkapi sejumlah fasilitas. Namun, penataan tersebut terdampak pekerjaan penimbunan dan pembangunan tanggul di kawasan tersebut.
Ke depan, fasilitas yang paling mendesak akan kembali diidentifikasi untuk mendukung kenyamanan pengunjung.
Baca Juga: Sesar Palu-Koro Picu Gempa M 4,7 di Donggala, Getaran Terasa hingga Palu dan Sigi
Di sisi lain, keberadaan pelaku UMKM di sekitar kawasan juga dinilai dapat menjadi bagian dari pengembangan wisata. Karena itu, Dinas Pariwisata akan bersinergi dengan OPD yang menangani sektor koperasi dan UMKM.
Nukman berharap Penggaraman Talise nantinya dapat menjadi bagian dari destinasi wisata dalam kawasan strategis pariwisata Teluk Palu.
“Kami berharap tempat Penggaraman itu akan menjadi satu kawasan destinasi wisata dan menjadi bagian dari KSP Teluk Palu,” pungkasnya.
Baca Juga: Delis Warning Pejabat: "Belanda Masih Jauh, Jangan Main Politik! Bisa Dicopot"
Pengembangan tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat daya tarik wisata Kota Palu, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat sekitar untuk terlibat dalam pengelolaan kawasan serta mengembangkan aktivitas ekonomi melalui UMKM.
Editor : Annisa Wibdy