Ketua PD IPIM Morut Dukung IAMI, Dorong Masjid Jadi Penggerak Perdamaian

Ilham Nusi • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 10:44 WIB
SILATURAHMI: Ketua PD IPIM Morut Moh. Najib Umar bersama Menteri Agama RI Nasaruddin Umar yang baru saja terpilih sebagai Presiden IAMI dalam kegiatan International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 di Jakarta. (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)
SILATURAHMI: Ketua PD IPIM Morut Moh. Najib Umar bersama Menteri Agama RI Nasaruddin Umar yang baru saja terpilih sebagai Presiden IAMI dalam kegiatan International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 di Jakarta. (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)

RADAR PALU - Ketua Pimpinan Daerah (PD) Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Morowali Utara (Morut), Moh. Najib Umar, menyampaikan dukungan terhadap pembentukan The International Assembly of Mosque Imams (IAMI) yang lahir dari International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 di Jakarta.

Najib juga menyambut lahirnya Jakarta Understanding, deklarasi para Imam Besar dunia yang menempatkan masjid dan imam sebagai bagian penting dalam membangun persaudaraan, perdamaian, dan kemanusiaan.

Dukungan tersebut disampaikan setelah IGIC 2026 memilih Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, sebagai Presiden pertama IAMI.

Baca Juga: IGIC 2026 Bentuk IAMI, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Najib menyampaikan selamat atas kepercayaan yang diberikan kepada Nasaruddin Umar untuk memimpin organisasi internasional tersebut.

"Terpilihnya Menteri Agama RI Bapak Nasaruddin Umar sebagai Presiden IAMI pertama tentunya menjadi kebanggan bagi kita semua," kata Najib Umar kepada Radar Palu usai mengikuti kegiatan tersebut, Selasa (29/9/2026).

Najib juga mendukung Jakarta Understanding yang menjadi salah satu hasil utama IGIC 2026.

Baca Juga: Perubahan APBD Morut 2026 Defisit Rp90,94 Miliar, Ini Struktur Anggarannya

Menurut Najib, peran imam tidak berhenti pada aktivitas ibadah. Imam juga memiliki ruang untuk menghidupkan nilai moral menjadi gerakan sosial yang memberi manfaat bagi masyarakat.

"Ketika imam mampu menghidupkan otoritas moral menjadi energi sosial, masjid tumbuh sebagai rumah ibadah yang menuduhkan, merajut persaudaraan dan menumbuhkan perdamaian di tengah masyarakat," ujar Najib.

Deklarasi tersebut memuat tujuh komitmen para Imam Besar dunia, antara lain penguatan peran imam sebagai pemimpin moral masyarakat, penggerak perdamaian, pelindung martabat manusia, penggerak diplomasi keagamaan, serta penjaga lingkungan.

Baca Juga: Kanwil Kemenkum Sulteng Harmonisasi Ranperbup Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum Banggai Laut

Jakarta Understanding juga memuat dukungan terhadap hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri, perlindungan warga sipil, penegakan hukum internasional, serta terwujudnya perdamaian dan keadilan bagi Palestina.

Bagi IPIM Morut, lahirnya IAMI membuka ruang kerja sama yang lebih luas bagi para imam dalam memperkuat fungsi masjid di tengah masyarakat.

IAMI dibentuk dalam IGIC 2026 sebagai platform internasional permanen bagi para imam dan pemimpin agama yang diakui.

Baca Juga: PKH Dikaitkan Retribusi Sampah, Honor RT Ikut Dipertanyakan di Palu

Organisasi tersebut mendorong masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, pemberdayaan masyarakat, solidaritas sosial, bimbingan moral, dan pembangunan perdamaian.

IGIC 2026 berlangsung di Jakarta pada 25-27 September 2026 dan diikuti imam besar, mufti, serta delegasi dari berbagai negara.

Dalam forum tersebut, Nasaruddin Umar dipercaya menjadi Presiden pertama IAMI dengan masa jabatan tiga tahun dan dapat diperpanjang satu kali.

Baca Juga: Kanwil Kemenkum Sulteng Perkuat Standar Layanan Bantuan Hukum

IAMI juga menetapkan lima pilar strategis, yakni Keharmonisan Masjid, Kepemimpinan Imam, Diplomasi Keagamaan, Perdamaian Global dan Aksi Kemanusiaan, serta Masjid dan Komunitas yang Berkelanjutan.

Sekretariat permanen IAMI berkedudukan di Jakarta. Organisasi ini juga akan mengembangkan kantor wilayah di sejumlah kawasan dunia.

Dengan terbentuknya IAMI dan lahirnya Jakarta Understanding, para Imam Besar dunia membawa agenda bersama untuk memperkuat peran keagamaan dalam membangun perdamaian, persaudaraan, dan kemanusiaan. (***)

Editor : Ilham Nusi
IPIM Morut IGIC 2026 IAMI Jakarta Understanding Moh. Najib Umar