Bupati Morut Bahas Penanggulangan TBC dengan Wamenkes

Ilham Nusi • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 13:30 WIB
AUDIENSI: Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus menerima kunjungan Kepala Daerah se-Sulteng di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Kamis (24/9/2026). (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)
AUDIENSI: Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus menerima kunjungan Kepala Daerah se-Sulteng di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Kamis (24/9/2026). (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)

RADAR PALU - Bupati Morowali Utara (Morut) Delis Julkarson Hehi, membahas percepatan penanggulangan tuberkulosis (TBC) bersama Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Benjamin Paulus Octavianus di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Delis mengikuti audiensi bersama Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Reny A. Lamadjido dan sejumlah bupati se-Sulteng. 

Pertemuan itu membahas strategi mempercepat penemuan kasus, diagnosis, pencegahan, dan pengobatan TBC di daerah.

Baca Juga: Djira Tekankan Sportivitas di Pordes Bungku Utara

Bupati Delis hadir bersama Plt Kepala Dinas Kesehatan Morut  Arif Paskal Pokonda.

Pemerintah pusat mendorong perubahan pola penanganan TBC. 

Program tidak lagi hanya menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan, tetapi aktif menemukan kasus melalui pelacakan kontak erat dan skrining.

Baca Juga: APINDO Sulteng dan PLN Suluttenggo Bahas Krisis Listrik, Diesel Disiapkan untuk Jaga Dunia Usaha

Kementerian Kesehatan pada 2026 menargetkan pelacakan kontak erat pasien TBC secara menyeluruh. 

Program tersebut mencakup 53.335 lokus di 514 kabupaten, kota, dan 38 provinsi.

Pemerintah juga memperkuat pemeriksaan melalui rontgen dan tes diagnostik cepat untuk mempercepat penemuan kasus.

Baca Juga: 601 Calon Tamtama TNI AD Lulus Seleksi Cata PK Gelombang III di Palu

Untuk Morut, langkah tersebut menjadi penting karena kondisi wilayah dan akses antarkawasan dapat memengaruhi kecepatan masyarakat memperoleh layanan kesehatan.

"Kami ingin memastikan kebutuhan kesehatan masyarakat di daerah, khususnya wilayah yang memiliki tantangan akses dan geografis, benar-benar masuk dalam perencanaan pemerintah pusat. Karena pelayanan kesehatan tidak bisa disamaratakan tanpa melihat kondisi masing-masing daerah,” kata Delis.

Audiensi juga membahas kebutuhan alat diagnostik untuk mendukung percepatan penanganan TBC.

Baca Juga: Dibiayai Pemkab dan Swasta, 51 Pemuda Morut Kuasai Bahasa Mandarin

Kementerian Kesehatan merencanakan distribusi GeneXpert, portable X-ray, serta perangkat skrining cepat ke berbagai daerah.

Pemerintah juga menyiapkan dukungan operasional dan penguatan tenaga radiografer.

Ketersediaan alat tersebut dapat membantu fasilitas kesehatan menemukan kasus TBC lebih cepat, terutama di wilayah dengan tantangan geografis.

Baca Juga: BEI Perkuat Reformasi Pasar Modal untuk Tingkatkan Kepercayaan Investor Global

Selain menemukan kasus, pemerintah juga mendorong pemeriksaan terhadap orang yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC.

Kontak erat yang belum sakit dapat memperoleh terapi pencegahan. Sementara orang yang terdiagnosis TBC dapat segera menjalani pengobatan.

Audiensi juga membahas penguatan pencatatan dan pelaporan kasus TBC.

Baca Juga: Sambut Hari Tani, Aliansi Mahasiswa Pertanian Desak Pemerintah Sulteng Lindungi Lahan Produktif

Kementerian Kesehatan menemukan masih ada pasien yang sudah memperoleh obat tetapi belum tercatat secara baik dalam sistem.

Kondisi tersebut dapat memengaruhi akurasi data dan perencanaan program TBC.

Karena itu, fasilitas pelayanan kesehatan perlu mencatat setiap pemeriksaan, diagnosis, dan pengobatan secara konsisten.

Baca Juga: BPN dan Pemkab Morut Perkuat Kepastian Hukum Tanah

Data yang akurat membantu pemerintah memetakan kasus, kebutuhan obat, tenaga kesehatan, serta dukungan program di setiap daerah.

Pemerintah Indonesia menargetkan eliminasi TBC pada 2030.

Untuk mengejar target tersebut, pemerintah memperkuat penemuan kasus, pelacakan kontak erat, skrining, diagnosis, pengobatan, serta pencegahan.

Baca Juga: Bupati Delis Minta Hambatan Program Kesehatan Dituntaskan

Dalam audiensi tersebut, pemerintah daerah juga diminta menyiapkan data kebutuhan fasilitas, peralatan, dan tenaga kesehatan sebagai dasar penguatan program di daerah.

Delis berharap koordinasi pemerintah pusat dan daerah terus berjalan sejak tahap perencanaan.

"Kami berharap komunikasi pusat dan daerah semakin kuat sejak tahap perencanaan. Dengan begitu, program yang turun ke daerah bukan hanya tepat sasaran, tetapi juga sesuai dengan kondisi dan kemampuan daerah dalam melaksanakannya," sebut Delis.

Baca Juga: 157 Ton Sampah per Hari, Parigi Moutong Siapkan Strategi Ekonomi Sirkular

Selain agenda TBC, pemerintah daerah dan Kemenkes membahas penguatan fasilitas pelayanan kesehatan, kebutuhan dokter spesialis, serta pembangunan dan rehabilitasi fasilitas kesehatan.

Pembahasan tersebut tetap berkaitan dengan upaya memperkuat layanan kesehatan agar masyarakat dapat memperoleh pemeriksaan dan pengobatan lebih cepat. (***)

Editor : Ilham Nusi
Wamenkes Eliminasi TBC bupati Delis Julkarson Hehi Morut