FKTT Sulteng Dorong Penguatan K3 dan Pemberdayaan Masyarakat di Lingkar Tambang

Rina Abd Halik • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 13:38 WIB
Ketua FKTT Sulawesi Tengah, M. Najmi Alramadan.(Rina/Radar Palu)
Ketua FKTT Sulawesi Tengah, M. Najmi Alramadan.(Rina/Radar Palu)

RADAR PALU – Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Sulawesi Tengah mendorong penguatan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta peningkatan program pengembangan masyarakat di sekitar wilayah pertambangan.

Ketua FKTT Sulawesi Tengah, M. Najmi Alramadan, mengatakan penerapan K3 dalam kegiatan pertambangan terus menjadi perhatian. Menurutnya, pelaksanaan K3 didukung dengan sistem audit dan sistem manajemen keselamatan pertambangan.

“Insyaallah teman-teman untuk K3 sudah sangat baik. Karena kita di K3 itu ada sistem audit, sistem manajemen keselamatan pertambangan,” ujar Najmi kepada Radar Palu saat ditemui pada Selasa (22/9/2026).

Baca Juga: Wali Kota Palu Hadianto Rasyid Buktikan Komitmen Lingkungan Berbuah Prestasi Nasional

Ia mengatakan, sejumlah Izin Usaha Pertambangan (IUP) juga telah lolos verifikasi. Apabila terjadi hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan, menurutnya, hal tersebut menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui penyebab dasarnya sehingga dapat dilakukan perbaikan.

Dalam penerapan dan pengawasan keselamatan pertambangan, kata Najmi, terdapat peran Inspektur Tambang yang berkolaborasi dengan Kepala Teknik Tambang.

“Kalaupun ada terjadi hal-hal yang terkait kerja, itu bukan sesuatu yang tidak dilakukan evaluasi untuk diketahui penyebab dasarnya. Sehingga dilakukan perbaikan-perbaikan,” katanya.

Baca Juga: Kejari Palu Musnahkan 1,2 Kg Sabu dan Barang Bukti dari 77 Perkara

Selain K3, FKTT Sulawesi Tengah juga tengah menyusun program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah pertambangan. Untuk menjalankan program tersebut, FKTT sedang mencari mitra perusahaan yang bersedia bersinergi.

Najmi menjelaskan, FKTT merupakan organisasi profesi yang bersifat non-profit. Karena itu, pihaknya berupaya meyakinkan pemilik IUP dan pemegang saham agar dapat bekerja sama dalam menjalankan program-program masyarakat di setiap wilayah IUP.

“Kami berusaha bagaimana meyakinkan pemilik IUP, pemegang saham, untuk membantu FKTT bekerja sama melakukan program-program masyarakat di setiap IUP-nya,” ujarnya.

Baca Juga: SAPA TANI, Bulog Sulteng Edukasi Petani untuk Tingkatkan Mutu Pangan

Menurut Najmi, FKTT berfungsi sebagai wadah bagi para anggotanya. Dari wadah tersebut, para kepala teknik tambang didorong untuk mengembangkan program di masing-masing perusahaan.

Untuk target program FKTT tahun ini, Najmi mengatakan pihaknya masih memprioritaskan peningkatan kapasitas internal organisasi.

Menurutnya, penguatan kapasitas diperlukan agar seluruh anggota memahami konteks dan tujuan yang hendak dicapai bersama. Terlebih, FKTT merupakan organisasi yang baru terbentuk pada 2023.

“Sejauh ini kita masih lebih meningkatkan kapasitas internal. Karena kalau internalnya tidak memahami konteks apa yang akan kita tuju, agak sulit,” ujarnya.

Baca Juga: BPJS Kesehatan Perkuat Pengawasan Cegah Kecurangan Program JKN

Penguatan tersebut, kata Najmi, juga mencakup pembangunan pola pikir dan cita-cita bersama di lingkungan FKTT.

Ia menekankan bahwa keberadaan sumber daya mineral harus memberikan manfaat melalui pembangunan yang dihasilkan dari pengelolaan sumber daya tersebut.

“Bukan seberapa banyak sumber daya yang kita ambil, tapi seberapa banyak yang sudah kita bangun dari sumber daya tersebut. Itu yang akan menjadi mindset kita,” tuturnya.

Baca Juga: Hari Keadilan Ekologis, Warga Touna dan Morowali Tolak Ancaman PLTA dan Pengambilan Air

Najmi menilai pertambangan di Sulawesi Tengah memiliki tantangan tersendiri. Menurutnya, hal tersebut berkaitan dengan perkembangan hilirisasi mineral serta persoalan lingkungan, sosial, dan kemasyarakatan.

Najmi juga berharap kepala teknik tambang di setiap IUP dapat membangun hubungan yang baik dengan masyarakat di sekitar wilayah kerja perusahaan.

Menurutnya, hubungan tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai bidang, termasuk pendidikan dan kesehatan.

Baca Juga: Hari Keadilan Ekologis, Warga Touna dan Morowali Tolak Ancaman PLTA dan Pengambilan Air

“Di setiap perusahaan kan memiliki program masing-masing. Saya berharap juga peran-peran kepala teknik tambang di setiap IUP yang membangun hubungan baik ke masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, setiap perusahaan memiliki anggaran untuk program pengembangan masyarakat. Karena itu, kepala teknik tambang diharapkan dapat meyakinkan manajemen perusahaan untuk melahirkan program yang dapat dijalankan bagi masyarakat.

Najmi juga mengingatkan keberadaan dokumen Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM) yang dimiliki perusahaan agar tidak hanya menjadi dokumen.

“Itu tentang pedoman pelaksanaan dan pemberdayaan masyarakat, itu harus kita laksanakan,” pungkasnya.***

Editor : Rina Abd Halik
Pertambangan Sulteng FKTT Sulawesi Tengah pertambangan hilirisasi K3