RADAR PALU — Upaya memperluas akses informasi hingga ke tingkat desa terus dilakukan melalui berbagai inovasi berbasis masyarakat.
Di Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Fasilitator Desa BERANI MOMBANGU mengembangkan media informasi desa sekaligus mengaktifkan kembali Radio Desa Wani pada frekuensi 176,3 FM.
Inisiatif tersebut menjadi salah satu langkah yang ditempuh untuk memperkuat penyebaran informasi pembangunan, kebijakan pemerintah, serta keterbukaan informasi kepada masyarakat desa.
Koordinator Desa BERANI MOMBANGU BANUATA, Abdul Majid Adjie, mengatakan pengembangan inovasi tersebut dilakukan secara bertahap dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di tingkat desa.
Baca Juga: 217 Ribu Warga Sulteng Sudah Terlayani Berani Sehat
“Dari yang kecil dulu, Insya Allah akan besar,” kata Abdul Majid.
Menurut dia, inovasi di tingkat desa tidak selalu harus dimulai melalui program berskala besar. Kemauan untuk memulai, konsistensi, serta keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun sistem informasi yang dapat digunakan bersama.
Radio Desa Wani yang kembali diaktifkan tidak hanya diarahkan sebagai sarana penyiaran, tetapi juga sebagai media penyebarluasan informasi pembangunan dan kegiatan masyarakat.
Baca Juga: Anggaran Pendidikan Dipangkas Rp111 Miliar, Wagub Reny Pastikan Kuota Berani Cerdas Tak Berubah
Di sisi lain, media informasi desa dikembangkan secara bertahap untuk menghimpun dan menyajikan data mengenai perkembangan pembangunan.
Dengan pendekatan tersebut, informasi diharapkan dapat lebih mudah diakses masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat transparansi di tingkat desa.
Pengembangan inovasi itu dilakukan di tengah masih adanya kesenjangan akses teknologi dan jaringan komunikasi di sejumlah wilayah. Salah satunya di Wombo Kalonggo yang masih menghadapi keterbatasan jaringan.
Baca Juga: Gubernur Anwar Hafid Cetak Dua Gol, Berani FC Menang 5-3 di Morowali
Kondisi tersebut tidak menghentikan proses pengumpulan dan penyampaian informasi. Data pembangunan dihimpun secara bertahap untuk kemudian dipublikasikan sehingga masyarakat dapat mengikuti perkembangan pembangunan di wilayahnya.
“Inovasi desa itu butuh proses dan harus ikut serta punya andil,” ujar perwakilan Fasilitator BERANI MOMBANGU.
Langkah tersebut juga diarahkan untuk mendukung agenda Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam mendorong digitalisasi desa menuju 2027, yang salah satunya digaungkan melalui semangat “BERANI DIGITALISASI.”
Baca Juga: Banjir Rendam Desa Wani Lumbumpetigo, Warga Mulai Khawatir Air Terus Naik
Gagasan pengembangan media desa dan Radio Desa Wani disebut telah mendapat perhatian dari sejumlah pemangku kepentingan, termasuk BAPPEDA Provinsi Sulawesi Tengah.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan inovasi agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Melalui media desa dan radio komunitas, informasi pembangunan diharapkan tidak hanya bergerak dari pemerintah kepada masyarakat, tetapi juga membuka ruang komunikasi dari masyarakat kepada pemerintah dan antarwarga.
Rencana peluncuran inovasi tersebut akan dilakukan dalam kegiatan Rapat Koordinasi (RAKOR) di Kabupaten Donggala.
Forum tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan pengembangan media informasi desa dan Radio Desa Wani sebagai bagian dari gerakan digitalisasi berbasis desa.
Bagi fasilitator, pengembangan media informasi merupakan proses jangka panjang. Tantangan jaringan, keterbatasan teknologi, hingga kebutuhan peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi bagian dari proses yang harus dihadapi secara bertahap.
Baca Juga: Pemkab Touna Serahkan Bantuan Pangan Daerah Melalui Program Berani Sejahtera
Namun, langkah tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital tidak selalu harus dimulai dari pusat. Dari tingkat desa, masyarakat dapat membangun ekosistem informasi sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan yang dimiliki.
Dengan informasi pembangunan yang lebih terbuka dan mudah dijangkau, masyarakat diharapkan semakin mengetahui perkembangan wilayahnya, memahami kebijakan yang berjalan, serta memiliki ruang lebih besar untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan.
Dari desa, informasi dibangun, disebarluaskan, dan dikembangkan menjadi bagian dari fondasi menuju Sulawesi Tengah yang semakin terhubung di era digital. ***
Editor : lib