RADAR PALU - Rais Syuriah PBNU Prof. KH. Zainal Abidin menekankan pentingnya merawat Islam sebagai agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam. Hal ini ia sampaikan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Silaturahmi Kebangsaan.
Dilaksanakan oleh Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Sulawesi Tengah di Kelurahan Tatura Selatan, Kota Palu, Sabtu (19/9) malam.
KH. Zainal Abidin mengatakan kekuatan iman seseorang tidak selalu ditunjukkan melalui suara yang keras. Menurut dia, orang yang memiliki iman kuat justru mampu bersikap tenang, menghormati perbedaan, dan tidak mudah membenci orang lain.
Baca Juga: Beda Latar Belakang, Reny Lamadjido Ajak Warga Sulteng Tetap Bersaudara
“Orang yang imannya kuat tidak akan selalu paling keras suaranya. Justru yang paling tenang, paling mampu menghormati perbedaan, dan paling sulit membenci orang lain,” ujar Zainal.
Ketua MUI Kota Palu itu menjelaskan, keyakinan terhadap kebenaran tidak harus diwujudkan dengan cara memaksakan kehendak atau meninggikan suara. Menurutnya, kebenaran tetap menjadi kebenaran tanpa harus disampaikan melalui teriakan.
Guru Besar UIN Datokarama Palu itu berpendapat makna rahmat dalam ajaran Islam. Ia mengatakan konsep Islam sebagai rahmat tidak hanya berkaitan dengan sosok Nabi Muhammad SAW, tetapi juga mencakup Allah SWT, Rasulullah, serta ajaran Islam yang dibawa kepada umat manusia.
Baca Juga: Maulid Nabi dan Silaturahim Kebangsaan PW IKA PMII Sulteng: Telur Maulid dari Warga Non-Muslim Jadi
Menurut Zainal, Allah SWT memiliki sifat rahim dan mengutus Nabi Muhammad SAW dengan membawa ajaran yang berlandaskan rahmat. Karena itu kata dia, nilai kasih sayang dan penghormatan terhadap sesama harus menjadi bagian penting dalam kehidupan umat Islam.
“Bukan hanya Nabi Muhammad yang rahmat. Allah juga rahmat, Nabi Muhammad juga rahmat, dan esensi ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad juga adalah rahmat bagi seluruh alam,” katanya.
Ia menambahkan, pemaknaan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam seharusnya diwujudkan dalam sikap umat Islam sehari-hari, termasuk dalam menghadapi perbedaan dan membangun kehidupan sosial yang harmonis.
Baca Juga: Dorong Wartawan Kompeten, JMSI Agendakan Gelar UKW
“menjadi penting dalam konteks kehidupan kebangsaan yang dihuni masyarakat dengan latar belakang agama, suku, dan kelompok yang beragam” pungkasnya.
Kegiatan itu turut dihadiri wakil Gubernur Sulteng dr. Reny A. Lamadjido, Ketua PW Muhammadiyah Sulteng H. Muh. Amin Parakkasi, sejumlah Banom NU, dua anggota DPRD Sulteng sekaligus pimpinan IKA PMII Sulteng yakni Rahwati M. Nur, dan Muhammad Safri serta Dr. Sahran Raden dan puluhan undangan.***
Editor : Mugni Supardi