RADAR PALU - PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) memperkuat dukungannya terhadap pembangunan infrastruktur publik di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, melalui penataan drainase beton di sepanjang Jalan Nasional Trans Sulawesi.
Pembangunan drainase menggunakan precast U-ditch tersebut dilakukan secara bertahap sejak 2025 hingga 2026. Pekerjaan tersebar di sejumlah titik di wilayah Labota, Keurea, dan Fatufia, Kecamatan Bahodopi.
Hingga tahap I-V, tercatat sebanyak 3.083 unit U-ditch telah terpasang dengan total panjang mencapai 9.028 meter atau sekitar 9,03 kilometer.
Baca Juga: Kemenkum Sulteng Bedah KUHP Baru di Rakor Forkopimda
Dari sisi nilai pekerjaan, total Rencana Anggaran Biaya (RAB) pemasangan U-ditch pada tahap I hingga V mencapai Rp27,75 miliar, dengan asumsi seluruh unit terpasang berikut alat dan jasa. Sementara harga material U-ditch tercatat sebesar Rp4,76 juta per unit.
Head of Department CSR PT IMIP R. Tommy Adi Prayogo mengatakan pembangunan drainase tersebut merupakan bagian dari dukungan perusahaan terhadap pemerintah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur publik di Kecamatan Bahodopi.
Menurut Tommy, penataan drainase beton membentang dari Desa Labota hingga Desa Fatufia. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperlancar aliran air, mengurangi potensi genangan di badan jalan, serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.
Baca Juga: Soroti Dugaan Kebocoran PAD di Kawasan Industri, Safri Desak Gubernur Sulteng Evaluasi Seluruh Tenan
“Pembangunan drainase ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap peningkatan infrastruktur publik di sekitar kawasan industri,” kata Tommy.
Pada tahap I hingga III yang dikerjakan sepanjang 2025, IMIP membangun drainase sepanjang sekitar 4,2 kilometer di Desa Labota. Pekerjaan tersebut berada pada ruas dari kawasan flyover hingga kanal Labota.
Pembangunan kemudian dilanjutkan ke wilayah Keurea dan Fatufia. Hingga April 2026, pekerjaan drainase beton di Desa Fatufia telah terealisasi sekitar 1 kilometer. Titik pekerjaan dimulai dari perbatasan desa, melintasi wilayah Keurea, hingga berada di depan kantor IMIP.
Baca Juga: Longsor Terjang Tambang Emas Dongi-Dongi, Penambang Dilaporkan Luka-Luka
IMIP menargetkan pengerjaan lanjutan dapat mencapai sekitar 4 kilometer hingga akhir 2026. Dengan tambahan tersebut, total penataan drainase beton di sekitar kawasan industri diproyeksikan mencapai sekitar 8,2 kilometer.
Penataan drainase dinilai penting karena Jalan Nasional Trans Sulawesi merupakan salah satu jalur dengan mobilitas masyarakat dan kendaraan yang tinggi.
Saluran yang berfungsi dengan baik diharapkan mampu mengalirkan limpasan air hujan sehingga mengurangi risiko genangan di sekitar badan jalan.
Baca Juga: Pegadaian Gelar Lomba Mewarnai, Dorong Kreativitas Anak
Selain pembangunan drainase, IMIP juga melakukan penanganan terhadap kondisi jalan di sekitar kawasan. Pada Februari 2026, perusahaan melakukan perbaikan darurat pada 10 titik jalan rusak dengan total panjang sekitar 1,29 kilometer.
Sebelumnya, sepanjang 2025, penataan jalan nasional juga dilakukan pada 18 titik dengan total panjang sekitar 1,6 kilometer.
Berbagai pekerjaan tersebut menjadi bagian dari kontribusi IMIP dalam mendukung pemerintah pusat dan daerah meningkatkan kualitas infrastruktur serta aksesibilitas di Kecamatan Bahodopi.
Baca Juga: Kebakaran 4 Hektare Lahan Terjadi di Pusungi, Tojo Una-Una
Keberadaan jalan dan sistem drainase yang lebih tertata diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Infrastruktur tersebut menunjang aktivitas perjalanan menuju tempat kerja, sekolah, permukiman, serta pergerakan barang dan jasa.
Dengan penataan infrastruktur di koridor Jalan Nasional Trans Sulawesi, dukungan terhadap kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus aktivitas ekonomi di kawasan industri Morowali diharapkan dapat terus terjaga. ***
Editor : lib