52 Hektare Hutan dan Perkebunan Terbakar di Buol, Akses Pemadaman Jadi Kendala

Muhammad Awaludin • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 16:53 WIB
Tim gabungan melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Desa Binuang, Kecamatan Bukal, Kabupaten Buol. FOTO: BPBD
Tim gabungan melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Desa Binuang, Kecamatan Bukal, Kabupaten Buol. FOTO: BPBD

 

RADAR PALU – Kebakaran hutan dan lahan melanda Desa Binuang, Kecamatan Bukal, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. Sedikitnya 52 hektare kawasan hutan dan perkebunan dilaporkan terdampak dalam peristiwa yang terjadi sejak Jumat (4/9/2026).

Upaya pemadaman masih menghadapi kendala, terutama karena lokasi titik api sulit dijangkau kendaraan dan petugas. Sebagian area kebakaran berada sekitar 200 meter dari tepi jalan.

Berdasarkan laporan BPBD, area yang terbakar meliputi sekitar 17 hektare lahan perkebunan warga, terutama kebun kelapa sawit dan kakao. Sementara sekitar 35 hektare kawasan hutan juga terdampak kebakaran.

Baca Juga: Karyawan Restoran My Kopi O di Palu Tewas Terjepit Lift Barang

Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Buol, Polres Buol, Polsek Bokat, Koramil Bokat, Pabung, TRC, serta warga Desa Binuang dikerahkan untuk mencegah api meluas ke kawasan perkebunan lainnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buol Moh. Kachfi Mardjuni mengatakan seluruh unsur bergerak melakukan pemadaman dan pembasahan di area yang masih dapat dijangkau.

Fokus penanganan diarahkan pada titik-titik api yang berada dekat akses serta pembasahan lahan di sekitar perkebunan warga. Langkah itu dilakukan untuk membatasi pergerakan api menuju area kebun lainnya.

Baca Juga: Road to Morowali, Bupati Banggai Perkuat Persiapan Kontingen Porprov 2026

Hingga Sabtu (5/9/2026), sekitar 17 hektare area dilaporkan telah dipadamkan. Namun, kondisi medan dan sulitnya akses menuju lokasi menjadi tantangan bagi tim di lapangan.

Tidak ada laporan warga mengungsi maupun korban jiwa akibat kejadian tersebut.

BPBD masih melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta tim gabungan di lapangan. Kebutuhan peralatan pemadaman karhutla bergerak atau mobile menjadi salah satu kebutuhan mendesak untuk memperkuat penanganan kebakaran.

Peristiwa ini kembali menjadi perhatian di tengah potensi meningkatnya kebakaran hutan dan lahan saat kondisi cuaca kering. Upaya pembasahan terus dilakukan untuk mencegah api kembali membesar dan merembet ke kawasan perkebunan masyarakat.*** 

Editor : Muhammad Awaludin
Sumber : bpbd Sulteng
Kebakaran Buol Desa Binuang BPBD Buol Kebakaran Hutan Karhutla Sulteng