Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ekstremisme Menyusup Lewat Ruang Digital, Generasi Muda Jadi Sasaran Rentan

M
Penulis: Muhammad Awaludin❯
Sejumlah peserta mengikuti sosialisasi dan inisiasi pelaksanaan RAN-PE 2026-2029 di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Selasa (8/9). BIRO ADPIM SULTENG
Sejumlah peserta mengikuti sosialisasi dan inisiasi pelaksanaan RAN-PE 2026-2029 di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Selasa (8/9). BIRO ADPIM SULTENG

Advertisement

 

RADAR PALU – Ancaman ekstremisme berbasis kekerasan kini tidak selalu bermula dari pertemuan tertutup atau jaringan di dunia nyata. Telepon genggam dan media sosial justru menjadi salah satu pintu yang memungkinkan intoleransi, ujaran kebencian, disinformasi hingga propaganda kekerasan menyebar lebih cepat.

Generasi muda menjadi kelompok yang dinilai rentan terpapar karena aktivitas mereka yang tinggi di ruang digital. Konten dengan narasi provokatif dapat muncul dan menyebar melalui berbagai platform, bahkan tanpa disadari audiens yang menjadi sasarannya.

Advertisement

Persoalan tersebut mengemuka dalam Sosialisasi dan Inisiasi Pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme (RAN-PE) Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme 2026-2029 di Ruang Polibu Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Selasa (8/9).

Staf Ahli Gubernur Sulteng Bidang SDM, Pengembangan Kawasan dan Wilayah, Rusmiadi, mengatakan perkembangan teknologi membuat pola penyebaran paham ekstrem menjadi semakin kompleks.

Advertisement

Menurutnya, ruang digital memungkinkan sebuah narasi menyebar dengan cepat dan menjangkau kelompok masyarakat yang lebih luas.

“Penyebaran dapat berlangsung dengan cepat melalui ruang digital dan dapat menyasar berbagai kelompok masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat upaya pencegahan tidak cukup dilakukan setelah muncul tindakan kekerasan. Deteksi dini dan penguatan daya tahan masyarakat menjadi bagian penting untuk mencegah berkembangnya paham yang mengarah pada ekstremisme.

Salah satu pendekatan yang didorong adalah memperkuat literasi digital, pendidikan karakter, wawasan kebangsaan dan sikap toleransi di tengah masyarakat.

Rusmiadi menegaskan pencegahan harus dilakukan sebelum propaganda atau narasi kebencian berkembang menjadi tindakan nyata.

Advertisement

Artikel Terkait

IPKD 2026, Pemprov Sulteng Siapkan Tim Validasi untuk Uji Kinerja Keuangan 13 Kabupaten/Kota

IPKD 2026, Pemprov Sulteng Siapkan Tim Validasi untuk Uji Kinerja Keuangan 13 Kabupaten/Kota

Pemprov Sulteng menyiapkan tim validasi IPKD 2026 untuk menguji kinerja pengelolaan keuangan 13 kabupaten/kota.

Pemprov Sulteng Bertekad Untuk Terus Melakukan Pembinaan Kepada Atlet Sepak Bola

Pemprov Sulteng Bertekad Untuk Terus Melakukan Pembinaan Kepada Atlet Sepak Bola

Gubernur Sulawesi Tengah, H. Anwar Hafid secara resmi menutup Turnamen Piala Gubernur BERANI Cup 2026.

Pemprov Sulteng Akhiri Transisi Darurat Gempa, Fokus Rehabilitasi Sigi

Pemprov Sulteng Akhiri Transisi Darurat Gempa, Fokus Rehabilitasi Sigi

Pemprov Sulteng resmi mengakhiri transisi darurat gempa. Fokus kini bergeser ke rehabilitasi, rekonstruksi, dan huntara di Sigi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer