Bukan Sekadar Hunian, Kampung Nelayan Buol Disiapkan untuk Ekonomi

Muhammad Awaludin • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 07:17 WIB
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid saat meletakkan batu pertama pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Tamit, Buol. FOTO: BIRO ADPIM SULTENG
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid saat meletakkan batu pertama pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Tamit, Buol. FOTO: BIRO ADPIM SULTENG

 

RADAR PALU— Persoalan nelayan di Kabupaten Buol tidak berhenti pada soal tempat tinggal. Akses terhadap BBM, es untuk menyimpan ikan, pemasaran hasil tangkapan hingga konektivitas jalan ikut menentukan seberapa besar hasil laut mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.

Persoalan itu menjadi salah satu fokus pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Tamit, Kecamatan Bunobogu.

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid meletakkan batu pertama pembangunan kawasan tersebut, Selasa (25/8/2026). 

Baca Juga: FMKR Laporkan Kades Ensa ke Kejati Sulteng Terkait Dugaan KKN dan CSR

Program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan bagian dari program pemerintah pusat yang diarahkan untuk membangun kawasan pesisir secara lebih terpadu.

Bagi Anwar, keberadaan fasilitas yang saling terhubung menjadi penting agar nelayan tidak hanya mampu menangkap ikan, tetapi juga mendapatkan dukungan setelah hasil tangkapan dibawa ke darat.

Ia menyinggung sejumlah persoalan yang selama ini dapat menghambat aktivitas nelayan.

Baca Juga: Pangdam Palaka Wira Pimpin Pantukhir, 169 Peserta Caba PK TNI AD Siap Ditentukan

Mulai dari kesulitan memperoleh BBM, keterbatasan es ketika hasil tangkapan melimpah, hingga kendala memasarkan ikan.

“Maunya Presiden, nelayan tidak lagi mengalami kesulitan seperti dulu,” kata Anwar.

Karena itu, pembangunan kawasan tersebut akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung aktivitas nelayan, termasuk dermaga.

Harapannya, rantai kegiatan nelayan dari melaut hingga hasil tangkapan dipasarkan bisa berjalan lebih efisien.

Efeknya Diharapkan Tak Berhenti di Pesisir

Anwar melihat pembangunan Kampung Nelayan memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar menyediakan fasilitas bagi nelayan.

Baca Juga: Beredar WhatsApp Palsu Pakai Foto Bupati Sigi, Warga Diminta Waspada

Ketika aktivitas perikanan berjalan lebih baik, perputaran ekonomi masyarakat di kawasan pesisir juga berpotensi ikut meningkat.

Namun, menurut dia, fasilitas nelayan perlu didukung konektivitas yang memadai.

Karena itu, perhatian pemerintah provinsi terhadap Buol juga diarahkan pada pembangunan dan peningkatan akses jalan.

Baca Juga: Hikmah Maulid Nabi, Prof Zainal Abidin Tekankan Dakwah Damai: Pewaris Nabi Merangkul, Bukan Memaksa

Infrastruktur jalan dinilai penting untuk memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus distribusi hasil produksi dari wilayah pesisir menuju pusat-pusat ekonomi.

Anwar memastikan pemerintah provinsi tetap mendorong penyelesaian ruas jalan provinsi yang menjadi kewenangan daerah.

Ia bahkan menegaskan tidak ingin pembangunan di Buol dipersepsikan sebagai wilayah yang luput dari perhatian pemerintah provinsi.

“Jangan sampai ada yang bilang Pak Gubernur lupa Buol. Saya tidak lupa Buol,” tegasnya.

Menurut Anwar, pembangunan jalan dan kawasan nelayan pada akhirnya berada dalam satu kepentingan yang sama, yakni memperkuat akses masyarakat dan mempercepat pergerakan ekonomi.

Pelayanan Dasar Tetap Dikawal

Di luar pembangunan infrastruktur, Anwar juga menekankan pentingnya keberlanjutan pelayanan dasar.

Pendidikan dan kesehatan disebut tetap menjadi bagian dari agenda pembangunan yang harus berjalan beriringan dengan pembangunan fisik.

Ia mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Buol yang terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam mempertahankan pelayanan kesehatan masyarakat.

“Tujuan semua sama, rakyat harus cepat sejahtera,” ujarnya.

Anwar berharap pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dapat dikerjakan secara cepat namun tetap memperhatikan kualitas.

Ia juga berharap kawasan tersebut nantinya menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian dalam agenda peresmian program Kampung Nelayan secara nasional.

Peletakan batu pertama di Desa Tamit kini menjadi awal pekerjaan yang dinantikan masyarakat pesisir. Tantangannya bukan hanya menyelesaikan bangunan, tetapi memastikan fasilitas yang tersedia benar-benar mampu menjawab kebutuhan nelayan dan menggerakkan ekonomi kawasan.***

Editor : Muhammad Awaludin
Anwar Hafid Buol sulawesi tengah kampung nelayan Nelayan Buol