Peletakan Batu Pertama Kampung Nelayan Merah Putih di Buol

Muchsin Siradjudin • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 15:51 WIB
PEMBANGUNAN: Gubernur Sulteng, H. Anwar Hafid melakukan peletakan batu pertama pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih yang dipusatkan di Desa Tamit, Kecamatan Bunobogu, Kabupaten Buol, Selasa (25/8/2026).(FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).
PEMBANGUNAN: Gubernur Sulteng, H. Anwar Hafid melakukan peletakan batu pertama pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih yang dipusatkan di Desa Tamit, Kecamatan Bunobogu, Kabupaten Buol, Selasa (25/8/2026).(FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).

Gubernur Sulteng dan Bupati Tekankan Pentingnya Jemput Bola Anggaran Pusat

RADAR PALU — Pemerintah Kabupaten Buol bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah secara resmi menggelar acara groundbreaking (peletakan batu pertama) Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih yang dipusatkan di Desa Tamit.

Acara ini dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, Bupati Buol Risharyudi Triwibowo, Wakil Bupati (Wabup) Buol Moh. Nasir Daimaroto, anggota Forkopimda, para kepala OPD, jajaran Camat, serta para Kepala Desa dan tokoh masyarakat setempat.

​Kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi penguatan ekonomi pesisir dan pemberdayaan nelayan di wilayah Kabupaten Buol.bertempat di desa tamit 25 agustus 2026.

Baca Juga: Bunda Wiwik Apresiasi Kinerja Gubernur yang Disampaikan Saat Silaturahmi Bersama Relawan Koalisi

Pentingnya Menjemput Anggaran Pusat di Tengah Efisiensi
​Bupati Buol, Risharyudi Triwibowo, mengawali sambutannya dengan pantun dan ucapan selamat datang kepada Gubernur Sulawesi Tengah beserta rombongan. Dalam laporannya, Bupati Buol menyampaikan sejumlah poin strategis terkait tantangan dan capaian pembangunan daerah.

Tantangan Efisiensi Anggaran: Kabupaten Buol menghadapi kebijakan efisiensi dan reallocasi anggaran daerah yang signifikan, yaitu sebesar Rp87 miliar pada tahun 2025 dan Rp120 miliar pada tahun 2026 (total mencapai sekitar Rp200 miliar lebih dalam dua tahun). Hal ini mengakibatkan sisa anggaran belanja modal APBD 2026 hanya tersisa sekitar 8 persen, yang sangat terbatas untuk membiayai infrastruktur jalan, jembatan, sekolah, dan fasilitas publik lainnya.

Strategi Proaktif Jemput Bola: Menghadapi keterbatasan APBD, Pemerintah Kabupaten Buol secara aktif melobi kementerian di Jakarta sesuai arahan Gubernur. Hasilnya, lebih dari Rp650 miliar anggaran dari APBN dan APBD Provinsi berhasil dialokasikan ke Kabupaten Buol untuk periode 2025–2026.

Baca Juga: Gubernur Anwar Hafid Pastikan KPN Talaga Dibangun Kembali untuk Perkuat Ketahanan Pangan Sulawesi Tengah

Rincian Program Utama:
​Kampung Nelayan Merah Putih: Pembangunan koperasi dan sarana kampung nelayan di 3 lokasi (Desa Tamit, Desa Taal, dan Desa Komalan Besar) dengan total nilai sekitar Rp14 miliar.

​Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih: Pembentukan 9 unit koperasi dengan dukungan dana awal sekitar Rp1,58 miliar per unit.

​Penguatan Ekonomi/SPPGE: Pelibatan ribuan peserta UMKM/koperasi dengan cakupan manfaat yang luas bagi warga.

Baca Juga: Gubernur Anwar Hafid Refleksi Usia 57 Tahun: Hidup Semua Kembali kepada Allah

​Pembangunan Infrastruktur Jalan: Alokasi anggaran sebesar Rp72 miliar dari APBD Provinsi untuk perbaikan jalan ruas Momunu hingga batas kota nagaya  yang ditargetkan rampung bertahap hingga awal 2027.

​Bupati menegaskan bahwa efisiensi anggaran bukanlah alasan untuk menyerah, melainkan dorongan untuk berpikir kreatif dan lebih gigih memperjuangkan alokasi dana pusat demi kesejahteraan rakyat Buol.

Percepatan Pembangunan dan Sinergi Daerah-Pusat
​Gubernur Sulawesi Tengah, H. Anwar Hafid, menyambut baik semangat Pemerintah Kabupaten Buol dan menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dengan kebijakan pemerintah pusat.

Baca Juga: Anwar Hafid Gempa Jadi Pengingat, Ribuan Jamaah Padati Subuh Berjamaah di Kantor Gubernur

Dorongan Proaktif Kepala Daerah: Gubernur mendukung penuh langkah kepala daerah yang rajin berkoordinasi ke kementerian di Jakarta. Menurutnya, sebagian besar alokasi anggaran pembangunan berada di pemerintah pusat, sehingga kepala daerah harus aktif mengawal dan menjemput program-program tersebut agar tidak terlewat.

Penguatan Sektor Kelautan dan Ekonomi Desa: Program Kampung Nelayan Merah Putih dan Koperasi Desa Merah Putih dirancang untuk memangkas rantai birokrasi penyaluran bantuan.

"Ke depan, distribusi komoditas vital seperti pupuk bersubsidi hingga LPG ditargetkan terintegrasi melalui jalur tunggal Koperasi Desa Merah Putih, guna menjamin kepastian harga dan ketersediaan barang di masyarakat, " ujar Gubernur.

Baca Juga: Sulteng Bidik Pasar Dunia, Anwar Hafid Ingin Jadi Raja Durian

Komitmen Peningkatan Infrastruktur dan Pendidikan: Pemerintah Provinsi terus berkomitmen mengalokasikan anggaran untuk perbaikan akses jalan penghubung antar-wilayah di Buol serta program beasiswa dan dukungan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

​Sinergi dan Keberlanjutan: Gubernur mengajak seluruh jajaran Forkopimda, pemerintah kabupaten, hingga tingkat desa untuk terus mengawal pelaksanaan proyek agar berjalan lancar, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan7 taraf hidup para nelayan.

​Acara peletakan batu pertama ini diakhiri dengan doa bersama serta peninjauan lokasi pembangunan oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Bupati Buol, dan jajaran pejabat yang hadir.(***)

Editor : Muchsin Siradjudin
Merah Putih Peletakan batu pertama pembangunan kampung nelayan