RADAR PALU - Meski sudah diberi perpanjangan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan perampungan renovasi madrasah di Kabupaten Sigi, tetapi Balai PUPR Sulteng belum dapat merampungkan sisa pekerjaan hingga 100 persen.
Media ini melakukan penelusuran di beberapa titik pekerjaan yang dilaksanakan PT. Karya Putera Mandiri Adisarana, yang mengerjakan proyek ini.
Seperti diketahui anggaran proyek ini bernilai Rp 19 miliar, untuk 12 proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Sulawesi Tengah di Kabupaten Sigi.
Baca Juga: Keterlambatan Proyek Jadi Sorotan, Kejati Sulteng Tekankan Mitigasi Risiko kepada OPD di Donggala
Proyek mulai dikerjakan Balai PUPR sejak 17 November 2025, durasi waktu 240 hari kerja.
Dengan demikian, proyek renovasi ini harusnya selesai selesai pada 14 Juli 2026.
Sebelumnya dikonfirmasi media ini dengan PPK Balai PUPR Sulteng di proyek PHTC Sulawesi Tengah, Daniel Pasaribu, mengatakan proyek ini ada penambahan waktu pekerjaan untuk merampungkan proyek ini hingga tuntas.
Baca Juga: Puluhan Madrasah di Sulteng Mangkrak, Balai PUPR Disorot
Di lapangan, kepala madrasah MTSS Vatunonju, Sugianto, menjelaskan perpanjangan waktu diberikan selama 35 hari kerja. Sudah harus selesai.
"Diberi waktu ke perusahaan pelaksana (kontraktor) itu selama 35 hari kerja. Dari tanggal 14 Juli 2026. Tapi ini, sudah masuk tanggal 20 Agustus, tetapi pekerjaan belum selesai juga, " jelas Sugianto, kepala MTSS Vatunonju, Kamis (20/8/2026).
Saat media ini melakukan investigasi di beberapa sampel pekerjaan, yakni MTSS Vatunonju, MTSS Alkhairaat Sibalaya, dan MTS Dolo, masih terlihat disana-sini pekerjaan belum rampung, apalagi dikatakan selesai.
Baca Juga: Komisi I DPRD Sulteng Evaluasi Reses, Dorong Juknis Pertanggungjawaban Keuangan
Akibatnya, siswa tidak bisa belajar di madrasah yang kini masih belum selesai pekerjaannya.
Kepala Madrasah (Kamad) MTSS Watunonju, Sugianto, terpaksa hanya bekerja dari rumah, disebabkan belum rampungnya pembangunan sekolah yang dipimpinnya itu.
"Saya berharap segera diselesaikan pekerjaan ini. Supaya kami bisa sekolah lagi, " harap Sugianto.
Ditanya berapa tukang yang bekerja selama proses pembangunan dan renovasi ini. Dikatakan Sugianto, tukangnya selalu berganti-ganti, tidak tetap.
Baca Juga: Banggar DPRD Sulteng Bahas Kurang Bayar DBH Rp 5 Triliun
Pertama 7 orang tukang. Setelah itu diganti lagi, 7 orang tukang juga.
"Ketiga kalinya, tukang diganti lagi mau dekat-dekat ini. Tapi dibagi dua tukangnya, dua-dua orang, satu kepala tukang, " ungkapnya.
Demikian halnya di MTSS Sibalaya, pembangunan renovasi masih terbengkalai. Media ini mencatat, pekerjaan masih jauh dari kata selesai.
Baca Juga: Soroti Kontribusi PT CPM, Ketua Fraksi PKB DPRD Sulteng Minta Pemerintah Tak Jadikan CSR Tolok Ukur
Beberapa masalah yang terlihat adalah pipa dan keran air menuju tempat mandi/WC tidak dipasang. Wastafel belum berfungsi, karena air tidak jalan.
Dinding retak yang dijanjikan akan diganti baru tapi tidak dilakukan, hanya ditindis/dipoles dengan cat warna hijau.
Jendela kayu sudah kabubu (dimakan rayap) tidak diganti. Jendela disebelahnya tidak diperbaiki, hanya seperti jendela jeruji besi warna hitam.
Baca Juga: Tambang Kayu Boko Disorot DPRD Sulteng, Fery Budiutomo Pertanyakan Dampak Lingkungan hingga PAD
Juga terlihat, pemasangan jendela berventilasi ada yang kurang lengkap.
"Ini juga pak jendelanya apakah sudah seperti ini. Karena sepertinya tidak lengkap kisi-kisinya. Kami khawatirkan nanti dikira anak-anak kami yang merusaknya, " ujar seorang guru MTSS Alkhairaat Sibalaya, menunjuk jendela yang terpasang tidak sesuai.
Ditanya kemana para tukang yang bekerja di proyek madrasah ini. Dijawab guru tersebut sudah satu minggu tidak bekerja lagi.
Baca Juga: Pantau Kebakaran Gunung Barako Poboya, Pangdam: Prajurit TNI Disiagakan Antisipasi Karhutla
"Sudah satu minggu para tukang ini tidak bekerja lagi pak. Tidak ditau bagaimana proyek mereka disini. Apakah mau diselesaikan atau bagaimana, " sebutnya.
Selain bengkalai yang ada, terlihat juga pagar madrasah yang hancur ditabrak mobil truck pengangkut material belum diperbaiki.
Paving block di halaman madrasah belum terpasang. Yang ada hanya tiang bendera dari stainless.
Baca Juga: Polisi Bongkar Narkotika di Luwuk, Bandar Asal Sigi Ditangkap dan Sita 257,7 Gram Sabu
"Ini juga paving block tidak ada. Untung ini musim panas, kalo musim hujan di sini tergenang airnya sampai terlihat kutu-kutu muncul di air becek, " bebernya lagi.
Dikonfimasi, Direktur PT. Karya Putera Mandiri Adisarana, Hotma Siahaan, mengklarifikasi mengenai penyelesaian pekerjaan proyeknya. Hotma mengatakan, pihaknya masih bekerja untuk merampungkan semua pekerjaan proyek untuk penyelesaian renovasi madrasah.
"Waktu pelaksanaan masih sementara berjalan. Tidak ada masalah, "demikian Hotma, via WA, Senin (24/8/2026).
Baca Juga: Sekolah Rakyat Sigi Target 2.000 Siswa, Guru Masih Jadi Kendala
Hotma juga menjelaskan, di MTSS Alkhairaat Sibalaya tidak ada pekerjaan pavin block, dan sudah dijelaskan PPK dan MK kepada kepala sekolah. Demikian juga tiang pagar yang roboh karena ditabrak akan segera dikerjakan.
Sementara itu, media ini juga mendapatkan informasi dari Kepala Madrasah (Kamad) MTSS Alkhairat Sibalaya, Fauzan Azizah, pihaknya menanti semua perbaikan madrasah, sesuai waktu yang telah ditentukan.
Selain pagar depan yang hancur, Kamad juga meminta agar pagar belakang yang terbuat dari seng, yang sempat roboh, bisa diperbaiki kembali. Agar seluruh bangunan madrasah yang dipimpinnya semakin baik, aman dan berwibawa.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin