
RADAR PALU — Target besar Sekolah Rakyat di Kabupaten Sigi untuk menampung hingga 2.000 siswa masih dibayangi persoalan tenaga pendidik. Sejumlah mata pelajaran disebut belum memiliki guru yang memadai.
Kondisi itu terungkap saat Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Longki Djanggola, melakukan kunjungan pengawasan ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SMP) 22 Sigi, Sabtu (22/8/2026).
Sekolah Rakyat Sigi saat ini masih menjalankan pembelajaran sementara di UPT milik Kementerian Sosial. Sementara fasilitas permanen tengah dibangun di Desa Pombewe, Kabupaten Sigi.
Wakil Kepala Sekolah Rakyat Sigi, Azizah Nur Isnaeni, mengatakan sekolah permanen tersebut dirancang untuk menampung sekitar 2.000 siswa.
Kapasitas itu mencakup tiga jenjang pendidikan, mulai SD, SMP hingga SMA. Proses rekrutmen peserta didik untuk seluruh jenjang tersebut juga masih berlangsung.
Namun, kebutuhan ruang belajar yang besar harus diikuti kesiapan tenaga pendidik.
Baca Juga: Kritik Pengawasan TKA di Sulteng, Dwi Putra: Pekerja Lokal Terancam Tersisih, Penerimaan Daerah Tak
Azizah menyebut masih terdapat kekurangan guru untuk sejumlah mata pelajaran. Di antaranya Pendidikan Agama Nasrani, Pendidikan Agama Islam dan Seni Budaya.
"Target Sekolah Rakyat di Kabupaten Sigi, khususnya di Desa Pombewe, sebanyak 2.000 siswa untuk jenjang SD, SMP dan SMA. Kami berharap pembangunan sekolah permanen dapat segera selesai," kata Azizah.
Menurut dia, keberadaan Sekolah Rakyat menjadi peluang bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang lebih layak.



