RADAR PALU — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banggai Kepulauan (Bangkep), bergerak cepat (gercep) menindaklanjuti dugaan gangguan kesehatan yang dialami sejumlah warga setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Mata, Kecamatan Totikum Selatan.
Sebelumnya, sebanyak 52 orang dilaporkan mengalami gejala mual dan muntah usai menyantap makanan MBG pada Kamis (20/8/2026).
Korban didominasi 47 murid SD Negeri Mata. Sejumlah siswa dari sekolah sekitar, balita, serta ibu menyusui juga dilaporkan mengalami keluhan serupa.
Baca Juga: Puluhan Siswa SD Diduga Keracunan Usai Santap MBG di Banggai Kepulauan
Merespons kejadian tersebut, Bupati Banggai Kepulauan bersama Wakil Bupati, Ketua DPRD, dan Sekretaris Daerah langsung turun ke lokasi untuk melihat kondisi para korban sekaligus memastikan penanganan berjalan dengan baik.
Bupati Banggai Kepulauan mengatakan, pemerintah daerah tidak ingin mengambil risiko terkait keselamatan dan kesehatan para siswa yang mengalami gangguan kesehatan.
“Kami langsung turun untuk memastikan kondisi anak-anak dan masyarakat yang terdampak. Yang paling utama adalah keselamatan dan kesehatan mereka. Kami juga meminta seluruh pihak terkait melakukan penanganan secara cepat dan memastikan kondisi para korban terus dipantau,” ujar Bupati Rusli Moidady.
Baca Juga: DPRD Sulteng Minta Gubernur Batalkan 23 IUP Tambang Batu Gamping di Banggai Kepulauan
Menurutnya, pemerintah daerah juga perlu memastikan penyebab kejadian dapat diketahui secara jelas melalui pemeriksaan dan koordinasi dengan tenaga kesehatan serta instansi terkait.
“Kami akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengetahui apa yang menjadi penyebabnya. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali. Evaluasi tentu harus dilakukan, terutama menyangkut keamanan makanan yang dikonsumsi anak-anak,” katanya.
Di lokasi, pimpinan daerah melakukan koordinasi dengan pihak sekolah, tenaga kesehatan, serta instansi terkait untuk memperoleh informasi mengenai kondisi para siswa dan langkah penanganan yang telah dilakukan.
Baca Juga: Abrasi Terjang Banggai Kepulauan, Tanggul 100 Meter Ambruk, Rumah Warga Terendam
Pemerintah daerah memastikan para korban mendapatkan perhatian dan pemantauan dari tenaga kesehatan. Kondisi mereka menjadi prioritas dalam penanganan pascakejadian tersebut.
Kejadian ini sekaligus menjadi sorotan terhadap pelaksanaan program MBG di daerah. Selain memastikan makanan memenuhi kebutuhan gizi, aspek keamanan, kebersihan, pengolahan, penyimpanan, dan distribusi makanan harus menjadi perhatian serius.
Pemkab Banggai Kepulauan mengharapkan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kejadian tersebut dan memastikan hasil pemeriksaan menjadi dasar untuk mencegah kasus serupa kembali terjadi.
Baca Juga: Kanwil Kemenkum Sulteng Kawal Harmonisasi Regulasi Keuangan Banggai Kepulauan
“Program MBG ini sangat baik dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Karena itu, pelaksanaannya harus benar-benar memperhatikan keamanan dan kualitas makanan. Kita tentu berharap kejadian ini menjadi bahan evaluasi agar ke depan tidak terjadi lagi,” tegas Bupati.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin