Bupati Delis Usulkan Sekolah Nasional Terintegrasi

Ilham Nusi • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 15:12 WIB
AUDIENSI: Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi menyampaikan langsung usulan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) kepada Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Gogot Suharwoto di Gedung Kemendikdasmen, Jumat (21/8/2026). (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)
AUDIENSI: Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi menyampaikan langsung usulan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) kepada Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Gogot Suharwoto di Gedung Kemendikdasmen, Jumat (21/8/2026). (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)

 

RADAR PALU - Bupati Morowali Utara (Morut) Delis Julkarson Hehi mengusulkan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Usulan itu disampaikan saat audiensi dengan Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Gogot Suharwoto di Gedung Kemendikdasmen, Jumat (21/8/2026).

Bupati Delis datang bersama Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Morut Krispen H. Masu, Kepala Bappelitbangda Morut Geraom Tandi, serta pejabat Pemkab Morut lainnya.

Baca Juga: Jawaban Gugatan Hasil Pilkades Morut Rampung 1 September

Rombongan Pemkab Morut diterima langsung Gogot Suharwoto bersama Sekretaris Direktorat Jenderal Eko Susanto dan jajaran kementerian.

Dalam audiensi tersebut, bupati memaparkan kesiapan daerah untuk mendukung pembangunan SNT di Morut.

Delis mengatakan Pemkab Morut telah menyiapkan lahan untuk pembangunan sekolah tersebut. Pemerintah daerah berharap proyek itu dapat terealisasi pada tahun depan.

Baca Juga: Penguatan Pembangunan Zona Integritas, Kemenkum Sulteng Teguhkan Komitmen Menuju WBBM 2026

"Kami telah menyiapkan lahan dan berharap pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi dapat terealisasi tahun depan," kata Delis.

Menurut Delis, pembangunan SNT semakin dibutuhkan karena pertumbuhan penduduk dan aktivitas industri di Morowali Utara terus meningkat.

Morut saat ini berkembang sebagai kawasan pertambangan dan hilirisasi nikel. Perkembangan tersebut ikut meningkatkan kebutuhan terhadap layanan pendidikan yang berkualitas.

Baca Juga: Pemkab Morut Bayar BPJS 4.770 ASN hingga Januari 2027

Delis menjelaskan, sejumlah sekolah di sekitar kawasan industri mengalami kelebihan kapasitas akibat pertumbuhan penduduk dan arus migrasi.

Kondisi itu membuat pemerintah daerah perlu menambah kapasitas layanan pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah.

"Pengembangan sumber daya manusia tetap menjadi prioritas melalui berbagai program pendidikan, penguatan literasi dan numerasi, serta peningkatan akses pendidikan berkualitas," ujar Delis.

Baca Juga: Kembali Bertugas di Palu, Kajari Hamka Perkuat Silaturahmi dengan Wartawan

Di sisi lain, Pemkab Morut menghadapi keterbatasan fiskal akibat penurunan transfer daerah dan terbatasnya anggaran.

Karena itu, pemerintah daerah berharap dukungan pemerintah pusat dapat mempercepat pembangunan sarana pendidikan di Morut.

Delis mengatakan, Pemkab Morut menyiapkan dua alternatif lokasi untuk pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi.

Baca Juga: Akses Uempanapa-Salubiro Terbuka, Warga Tak Lagi Pikul Motor

Salah satu lokasi masih membutuhkan kajian lebih lanjut. Sementara lokasi lainnya dinilai lebih memungkinkan untuk dikembangkan.

SNT yang diusulkan akan mencakup jenjang SMP dan SMA. Sekolah tersebut dirancang dengan fasilitas modern, antara lain laboratorium, perpustakaan, pusat informasi, sarana olahraga, ruang terbuka, dan pusat pelatihan guru.

Pemkab Morut juga mengusulkan konsep pendidikan yang berorientasi pada prestasi, teknologi, dan peningkatan kompetensi siswa.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Kota Palu Mulai Menguat, Triwulan I 2026 Capai 5,96 Persen

Selain literasi dan numerasi, siswa nantinya diharapkan memperoleh keterampilan tambahan seperti bahasa Inggris, bahasa Mandarin, desain grafis, pemrograman, coding, hingga kecerdasan artifisial atau AI.

Konsep tersebut diharapkan dapat menyiapkan sumber daya manusia yang lebih kompetitif untuk menghadapi perkembangan industri di Morowali Utara.

Pemkab Morut menargetkan seluruh persyaratan teknis yang masih dibutuhkan dapat dilengkapi sebelum batas waktu pengajuan berikutnya pada September 2026. (***)

Editor : Ilham Nusi
Sekolah Nasional Terintegrasi pendidikan morowali utara Delis Julkarson Hehi Kemendikdasmen