Guru Kimia SMA Palu Tingkatkan Keterampilan Digital melalui Mentoring HyperDocs

RADARPALU - Upaya meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pembelajaran kimia terus dilakukan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pemanfaatan HyperDocs dari Perspektif Pembelajaran Transformatif: Mentoring Pembuatan Student Worksheet Interaktif bagi Guru Kimia SMA Palu”.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh 3 orang dosen Program Studi Pendidikan Kimia bersama 2 orang mahasiswa, dengan melibatkan guru-guru kimia yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kimia Kota Palu.
Program tersebut dirancang dalam bentuk pelatihan dan pendampingan untuk membantu guru mengembangkan student worksheet interaktif berbasis HyperDocs yang dapat digunakan dalam pembelajaran kimia.
Baca Juga: Perkuat Sistem Kesiapsiagaan, Astra Agro Aktif dalam Apel Tanggap Darurat Karhutla
Kegiatan ini merupakan kali kedua didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, pada tahun 2026.
Pelaksanaannya yang dimulai pada Juli–Agustus ini, nantinya guru tidak hanya diperkenalkan pada konsep dan pemanfaatan HyperDocs, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam merancang student worksheet yang mengintegrasikan berbagai sumber serta aktivitas pembelajaran digital.
Guru-guru juga diarahkan untuk mempraktikkan penggunaan secara langsung kepada siswa. Pendekatan tersebut diarahkan agar guru mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif, bermakna, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Perspektif pembelajaran transformatif menjadi salah satu landasan utama dalam kegiatan ini. Guru didorong untuk tidak sekadar menggunakan teknologi sebagai media penyampaian materi, tetapi juga merefleksikan praktik pembelajaran yang selama ini dilakukan, membuka perspektif baru, serta mengembangkan strategi pembelajaran yang memungkinkan peserta didik lebih aktif dalam membangun pengetahuan.
Tahapan pendampingan dilakukan secara bertahap, mulai dari pengenalan konsep HyperDocs, penyusunan rancangan student worksheet, pengintegrasian berbagai sumber belajar digital, hingga penyempurnaan produk yang dihasilkan oleh guru.
Pendampingan juga memberikan ruang bagi peserta untuk berdiskusi, mencoba, merefleksikan pengalaman, serta memperoleh umpan balik atas produk yang dikembangkan. Hasil kegiatan menunjukkan dampak positif bagi guru peserta, terutama pada aspek keterampilan dan manajemen pembelajaran digital.
Dalam pelatihan, guru menunjukkan peningkatan kemampuan dalam mengembangkan student worksheet interaktif serta mengelola dan merencanakan pembelajaran yang memanfaatkan teknologi digital secara lebih sistematis.



