Ubah Konsumtif Jadi Produktif, 1.426 Penerima Manfaat BPJS Ketenagakerjaan Ikuti PEKA

Rina Khalik • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:09 WIB
BPJS Ketenagakerjaan hadirkan Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA). (DOK: BPJS KETENAGAKERJAAN).
BPJS Ketenagakerjaan hadirkan Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA). (DOK: BPJS KETENAGAKERJAAN).

RADAR PALU – Setiap tahun, ratusan ribu keluarga kehilangan sosok pekerja yang menjadi tulang punggung keluarga. Sebagian di antaranya meninggal dunia akibat kecelakaan kerja, sementara lainnya tutup usia karena sakit yang diderita.

Rasa duka menjadi hal pertama yang dirasakan keluarga. Namun, di balik itu terdapat kegundahan mengenai keberlangsungan kehidupan keluarga setelah kehilangan sosok pencari nafkah.

Di titik inilah perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan hadir. Perlindungan tersebut tidak hanya berupa manfaat rupiah, tetapi juga pendampingan bagi keluarga pekerja agar kembali berdaya, memiliki keterampilan, dan membangun sumber penghidupan baru sehingga dapat melanjutkan kehidupan secara mandiri.

Baca Juga: Guru SMA di Palu Dibekali 8 Kunci Cegah Penyakit Kardiovaskular

Semangat tersebut diwujudkan BPJS Ketenagakerjaan melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA).

Sejalan dengan semangat Hari Kemerdekaan untuk terus maju dan berdaya, BPJS Ketenagakerjaan menggelar Soft Launching Nasional PEKA yang dipusatkan di Bandung, Selasa (18/8/2026).

Kegiatan tersebut diresmikan Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli bersama Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat dan Wali Kota Bandung yang diwakili Sekretaris Daerah Iskandar Zulkarnain. Kegiatan ini juga diikuti secara serentak di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Konsisten Gelar Donor Darah, DPRD dan PMI Morowali Apresiasi PT IMIP

Membawa semangat Value Beyond Protection, PEKA menjadi bukti bahwa perlindungan BPJS Ketenagakerjaan tidak berhenti ketika manfaat telah diterima. Program ini diharapkan menjadi pijakan bagi pekerja dan keluarganya untuk bangkit, kembali produktif, dan melanjutkan kehidupan secara mandiri.

Semangat pemberdayaan tersebut juga sejalan dengan Asta Cita Ke-6 Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli mengapresiasi inisiatif BPJS Ketenagakerjaan melalui PEKA. Menurutnya, program tersebut menunjukkan bahwa kehadiran BPJS Ketenagakerjaan tidak berhenti pada pemberian manfaat atau santunan, tetapi berlanjut dengan pendampingan agar manfaat yang diterima dapat dikelola secara produktif dan memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Baca Juga: Bakti Kesehatan Polri Memberi Pelayanan 1.300 Peserta Sukses Besar

“Idenya luar biasa. Menurut saya, ini harus kita apresiasi. BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya sampai memberikan uang atau santunan, tapi juga mengawal bagaimana uang atau santunan itu bisa bermanfaat secara berlanjut, terus-menerus. Karena memang kemandirian ini menjadi kunci,” ujar Yassierli.

Ia menilai PEKA berpotensi mendorong lahirnya tenaga kerja mandiri dan wirausaha baru. Kementerian Ketenagakerjaan juga siap berkolaborasi dan memberikan pendampingan agar para penerima manfaat maupun ahli waris mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

“Kita berharap bisa menumbuhkan tenaga kerja mandiri baru, wirausaha baru yang akan menjadi soko guru perekonomian bangsa kita. Ujungnya tentu kita berharap tidak hanya wirausaha baru, tapi juga nanti menciptakan lapangan kerja baru,” tambahnya.

Baca Juga: Jawaban Gugatan Hasil Pilkades Morut Rampung 1 September

Yassierli berharap PEKA dapat menjadi harapan baru bagi penerima manfaat dan ahli waris untuk membangun kemandirian sekaligus meningkatkan kesejahteraan.

Sementara itu, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat mengatakan, PEKA berangkat dari perhatian terhadap keberlanjutan manfaat yang diterima pekerja maupun ahli waris.

BPJS Ketenagakerjaan ingin memastikan manfaat tersebut tidak hanya memberikan ketahanan dalam jangka pendek, tetapi juga menjadi bekal untuk membangun kemandirian ekonomi.

Baca Juga: Mentan Amran Dorong Alumni Tadulako Ubah Mindset dan Berani Ciptakan Lapangan Kerja

“Kami melihat bagaimana manfaat yang diterima peserta ini bisa menjadi produktif. Kami khawatir kalau tidak dilakukan pendampingan dan pembekalan, manfaat yang diterima hanya menjadi konsumtif. Karena itu, melalui PEKA kami ingin mendorong shifting dari konsumtif menjadi produktif, dari menerima manfaat menjadi memiliki daya, dan pada akhirnya menjadi mandiri,” ujar Saiful.

Menurutnya, keberhasilan PEKA bukan semata diukur dari jumlah pelatihan maupun peserta, melainkan dari kemampuan penerima manfaat untuk menjadi produktif, memperoleh penghasilan, dan kembali mandiri.

Sebanyak 1.426 penerima manfaat mengikuti rangkaian kegiatan PEKA yang digelar serentak di 45 titik seluruh Indonesia.

Baca Juga: Pertamina Pastikan Stok Pertalite di Kota Palu dalam Kondisi Normal

Pemberdayaan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan peserta serta potensi ekonomi di masing-masing daerah. Bentuknya berupa peningkatan kompetensi, pelatihan kewirausahaan, digital marketing/content creator, kuliner atau tata boga, kerajinan atau handycraft, florist, barista, laundry, make up, menjahit, reseller, serta pelatihan usaha lainnya sesuai potensi daerah.

 

Dalam pelaksanaannya, BPJS Ketenagakerjaan mengedepankan kolaborasi dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, dunia usaha, perbankan, perguruan tinggi, lembaga pelatihan, komunitas, serta berbagai mitra strategis lainnya.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Palu Nursalam Halim mengatakan, pelaksanaan PEKA menjadi langkah penting untuk memastikan manfaat jaminan sosial yang diterima peserta maupun ahli waris dapat memberikan dampak jangka panjang.

“Melalui PEKA, kami ingin memastikan bahwa manfaat yang diterima tidak berhenti sebagai pemenuhan kebutuhan konsumtif, tetapi dapat menjadi modal untuk membangun kemandirian. Kami mendorong para penerima manfaat di wilayah Palu dan sekitarnya untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, meningkatkan keterampilan, mengembangkan usaha, dan menciptakan sumber penghasilan yang berkelanjutan,” ujar Nursalam Halim.

Baca Juga: Bakti Kesehatan Polri Diserbu Ribuan Warga Palu, Polda Sulteng Bagikan 1.300 Paket Sembako

Menurut Nursalam, pemberdayaan ekonomi merupakan bagian penting dari upaya BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan yang lebih bermakna kepada peserta dan keluarganya.

“Perlindungan jaminan sosial bukan hanya tentang memberikan manfaat ketika risiko terjadi, tetapi juga bagaimana kita hadir setelahnya agar peserta dan keluarganya dapat bangkit. Harapan kami, PEKA mampu melahirkan penerima manfaat yang semakin berdaya, produktif, mandiri, bahkan ke depan mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat di sekitarnya,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan program PEKA membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, baik pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan, perbankan, komunitas maupun pelaku usaha.

Baca Juga: Pemkot Palu Dorong Kemudahan bagi Disabilitas, Diskon di Tempat Usaha Jadi Gagasan

“Semakin kuat kolaborasi yang dibangun, semakin besar pula peluang penerima manfaat untuk mengembangkan potensi ekonominya. Kami ingin semangat dari PEKA ini benar-benar menjadi gerakan bersama untuk mengubah manfaat menjadi produktivitas dan produktivitas menjadi kemandirian,” pungkas Nursalam.

Saiful menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan benar-benar menjadi kegiatan bersama melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan, komunitas, dan ekosistem lainnya untuk memberdayakan ekonomi dan kemandirian para penerima manfaat.

“Bahkan, kita berharap nantinya mereka juga bisa membuka lapangan pekerjaan baru,” tutup Saiful.***

Editor : Rina Khalik
PEKA bpjs ketenagakerjaan Penerima manfaat jamsostek bpjs