Bupati Morut Cek Jalan Lemo-Salubiro yang Rusak Parah

Ilham Nusi • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 15:33 WIB
TINJAU - Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi turun langsung ke jalan rusak yang menghubungkan dua desa di Kecamatan Bungku Utara, Jumat (7/8/2026). (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)
TINJAU - Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi turun langsung ke jalan rusak yang menghubungkan dua desa di Kecamatan Bungku Utara, Jumat (7/8/2026). (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)

 

RADAR PALU - Bupati Morowali Utara (Morut) Delis Julkarson Hehi meninjau jalan penghubung Desa Lemo dan Desa Salubiro, Kecamatan Bungku Utara, yang rusak dan terdampak longsor, Jumat (7/8/2026).

Kunjungan tersebut tidak hanya untuk melihat langsung kondisi akses warga. Delis juga menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat yang terdampak bencana longsor.

Untuk mencapai wilayah tersebut, Delis bersama rombongan menggunakan helikopter dengan dukungan Pertamina EP Matindok untuk mobilisasi bantuan dan rombongan.

Baca Juga: Haul ke-5 Habib Saggaf, Anwar Hafid Ajak Jaga Warisan Ilmu

Akses darat menuju Desa Lemo dan Desa Salubiro masih mengalami kendala. Sejumlah titik jalan rusak dan terdampak longsor sehingga menyulitkan mobilitas masyarakat maupun distribusi bantuan.

Delis dalam kunjungan itu didampingi Ketua TP-PKK Morut sekaligus Anggota DPD RI daerah pemilihan Sulawesi Tengah, Febriyanthi Hongkiriwang.

Bantuan sembako diserahkan kepada Kepala Desa Lemo untuk selanjutnya dibagikan kepada masyarakat terdampak di Desa Lemo dan Desa Salubiro.

Baca Juga: PHI Sulteng Kritik Sikap Bahlil Soal PHK 1.900 Buruh di PT GNI Morut

Bantuan kemanusiaan tersebut berasal dari Pemkab Morut, Senator Febriyanthi Hongkiriwang, PT COR, dan PT Indo Mineral Mining (IMM).

Paket bantuan terdiri dari beras, mi instan, minyak goreng, ikan asin, dan air mineral.

Delis mengakui bantuan tersebut belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan warga. Namun, dia berharap bantuan dapat meringankan beban masyarakat dan dibagikan secara bertahap serta merata.

Baca Juga: Laporan Realisasi APBD Morut Beredar, Sekkab Jelaskan Perbedaan DBH Reguler dan DBH Kurang Bayar

"Bantuan ini memang tidak mencukupi, tetapi paling tidak bisa meringankan beban masyarakat. Bagaimana caranya bantuan yang ada ini bisa dibagikan secara bertahap dan merata sehingga dapat dinikmati seluruh warga," ujar Delis.

Penanganan dampak longsor dan kerusakan jalan juga mendapat dukungan dari sejumlah perusahaan.

PT Kurnia Luwuk Sejati (KLS) menurunkan satu unit excavator PC 200 dan akan menambah satu unit bulldozer untuk membantu pemeliharaan jalan.

Baca Juga: Perjuangan Supriadi Berakhir di Tanah Rantau, PT UKK Janji Perkuat Keselamatan Kerja

Pertamina EP Matindok mendukung mobilisasi logistik melalui helikopter. Sementara itu, PT Cipta Agro Sakti (CAS) menyediakan satu unit jonder untuk mendukung mobilisasi logistik.

Dukungan tersebut membantu pemerintah dalam menjangkau wilayah terdampak yang memiliki akses darat terbatas.

Usai menyerahkan bantuan, Delis meninjau langsung ruas jalan yang menjadi akses utama masyarakat Desa Lemo dan Desa Salubiro.

Baca Juga: ESI Morut Desak KONI Sulteng Tolak Hasil Musorkab I KONI Morut

Dia menegaskan, kerusakan jalan membutuhkan penanganan segera karena akses transportasi berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.

Menurut Delis, persoalan jalan bukan sekadar menyangkut distribusi logistik. Kondisi akses juga berhubungan dengan pelayanan kesehatan, pendidikan, serta aktivitas kehidupan masyarakat.

"Ini bukan hanya soal transportasi untuk mengangkut logistik atau sembako, tetapi juga menyangkut kesehatan, pendidikan, dan kehidupan masyarakat. Karena itu, ini menjadi PR pemerintah dan tugas saya untuk mencarikan solusinya," katanya.

Baca Juga: KKN UGM di Morowali Utara Tinggalkan Program Berdampak Nyata

Delis menjelaskan, Pemkab Morut sebelumnya telah mengalokasikan anggaran untuk menangani ruas jalan tersebut.

Namun, rencana pembangunan menghadapi tantangan setelah pemerintah pusat memangkas anggaran terhadap sejumlah proyek prioritas.

Kondisi itu membuat Pemkab Morut harus mencari alternatif pembiayaan agar kebutuhan pembangunan yang bersifat mendesak tetap bisa ditangani.

Baca Juga: Safri Kritik Usulan Mendagri soal DBH: Jangan Perlakukan Sulawesi Tengah sebagai Sapi Perah Negara

Delis bersama DPRD Morut telah mencari solusi, termasuk membuka kemungkinan sumber pembiayaan lain.

"Kalau mengandalkan uang yang ada sekarang, tidak ada. Karena itu saya bersama DPRD sudah mencari solusi, termasuk mencari sumber pembiayaan lain untuk menanggulangi anggaran-anggaran yang mendesak. Jalan ini menjadi salah satu skala prioritas," ujar Delis.

Dia memastikan persoalan anggaran tidak boleh menghentikan penanganan akses masyarakat.

Baca Juga: Penerbangan Internasional Palu-Guangzhou Resmi Dibuka, Gerbang Baru Ekonomi Sulteng

Untuk mempercepat penanganan, Dinas PUPR bersama BPBD Morowali Utara diminta melakukan pemetaan serta menghitung kebutuhan penanganan secara menyeluruh.

Penanganan darurat pada sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan parah juga sudah dimulai. Pekerjaan tersebut mendapat dukungan alat berat dari PT Kurnia Luwuk Sejati dan BPBD Morowali Utara.

"Alat sudah mulai bekerja. Kita kerjakan dulu titik-titik yang paling rusak sambil menghitung kebutuhan anggaran secara keseluruhan. Setelah itu kita duduk bersama DPRD untuk mencari solusi," katanya.

Baca Juga: Kejati Sulteng Tetapkan Mantan Kepala Bapenda Donggala Tersangka Dugaan Korupsi Pajak Pertambangan

Pemerintah tidak hanya menyiapkan penanganan darurat. Delis juga meminta agar kebutuhan jalan tersebut dipikirkan dalam kerangka pembangunan jangka panjang.

Pemerintah akan melihat kebutuhan teknis di lapangan, termasuk kemungkinan membangun drainase untuk meminimalkan kerusakan akibat aliran air saat musim hujan.

Penanganan dampak bencana di Desa Lemo dan Desa Salubiro dilakukan melalui kolaborasi pemerintah daerah, masyarakat, serta sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah sekitar.

Baca Juga: PHI Sulteng Kritik Sikap Bahlil Soal PHK 1.900 Buruh di PT GNI Morut

Kolaborasi tersebut menjadi penting karena kondisi geografis dan akses menuju wilayah terdampak menyulitkan proses distribusi bantuan sekaligus penanganan infrastruktur.

Delis memastikan Pemkab Morut akan terus memantau perkembangan pekerjaan di lapangan. Dia juga berencana kembali meninjau kondisi jalan setelah proses penanganan berjalan.

"Ini tugas pemerintah. PR saya adalah mencarikan solusi atas masalah yang ada. Saya mohon doa masyarakat supaya ada jalan keluar dan pekerjaan ini bisa berjalan dengan baik dan lancar," tandasnya. (***)

Editor : Ilham Nusi
morowali utara Bupati Morut Delis Julkarson Hehi jalan rusak longsor