RADAR PALU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mempercepat perluasan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dengan meluncurkan 100 Agen Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (PERISAI). Langkah ini difokuskan untuk menjangkau pekerja rentan dan sektor informal di kawasan Palu, Sigi, dan Donggala (Pasigala).
Peluncuran tersebut dirangkaikan dengan Penganugerahan Jamsostek Award 2026 dan Gathering Penerima Manfaat Beasiswa BPJS Ketenagakerjaan di Gedung Pogombo, Kamis (6/8/2026).
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Lamadjido mengatakan keberadaan agen PERISAI menjadi ujung tombak dalam memperluas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Menurutnya, para agen akan berperan aktif menyosialisasikan manfaat program jaminan sosial kepada masyarakat yang selama ini belum terlindungi.
Baca Juga: 10 Partai Politik dapat Bantuan dari Pemda Morowali
"Dengan semakin luasnya cakupan perlindungan tersebut, kita optimistis kesejahteraan masyarakat akan semakin meningkat," ujar Reny.
Ia menegaskan perluasan kepesertaan merupakan bagian dari upaya mewujudkan Universal Coverage Jamsostek (UCJ) di Sulawesi Tengah. Karena itu, kolaborasi pemerintah daerah, BPJS Ketenagakerjaan, dunia usaha, hingga pemerintah desa dinilai menjadi faktor penting dalam mencapai target tersebut.
Pada kesempatan yang sama, BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah, pemerintah desa, dan badan usaha yang dinilai berkomitmen mendukung perlindungan tenaga kerja.
Baca Juga: MCSP KPK 2026 Dipercepat, Penyelamatan Aset Daerah Jadi Prioritas Morut
Untuk kategori pemerintah kabupaten/kota, Kota Palu meraih peringkat pertama, disusul Kabupaten Tojo Una-Una di posisi kedua, serta Kabupaten Morowali Utara di peringkat ketiga.
Di kategori badan usaha skala besar dan menengah, penghargaan diberikan kepada PT CPM sebagai juara pertama, Koperasi Simpan Pinjam Zaitun di posisi kedua, dan Donggi Senoro LNG di posisi ketiga.
Sementara itu, kategori usaha kecil dan mikro dimenangkan Harmony Bay Resort, Emal Auna Toko Kue, serta Bakso Bang Gembul.
Adapun kategori pemerintah desa dan kelurahan menempatkan Desa Uebone, Kabupaten Tojo Una-Una sebagai peringkat pertama. Posisi berikutnya ditempati Desa Saatu, Kabupaten Poso dan Desa Pelawa, Kabupaten Parigi Moutong.
Selain penghargaan, BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan manfaat beasiswa pendidikan bagi anak peserta dengan total nilai mencapai Rp74 miliar. Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung keberlanjutan pendidikan anak-anak pekerja peserta BPJS Ketenagakerjaan di berbagai daerah di Sulawesi Tengah.
Reny menilai beasiswa tersebut bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, tetapi juga investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Baca Juga: Komisi IV DPRD Sulteng Dorong Kepastian Hak Guru ASN DPK di Madrasah
"Beasiswa ini tidak hanya memberikan bantuan biaya pendidikan, tetapi juga menghadirkan harapan, semangat, dan kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih baik," tuturnya.***
Editor : Muhammad Awaludin