RADAR PALU – Ketua DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng), H. Moh. Arus Abdul Karim, memimpin rapat paripurna DPRD Sulteng.
Dengan agenda Penyampaian Laporan Realisasi Semester Pertama APBD dan Prognosis Enam Bulan Berikutnya Tahun Anggaran 2026, yang dilaksanakan di ruang sidang utama DPRD Sultng, Selasa (4/8/2026).
Rapat paripurna tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tengah (Sulteng) dr. Renny Lamadjido, para Wakil Ketua (Waket) dan Anggota DPRD Sulteng, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulteng Dr. Novalina, para kepala perangkat daerah, instansi vertikal, serta tamu undangan lainnya.
Baca Juga: Komisi IV DPRD Sulteng Dorong Revitalisasi Sekolah di KUA-PPAS 2027
Sidang paripurna ini merupakan amanat ketentuan pengelolaan keuangan daerah yang mewajibkan pemerintah daerah menyampaikan laporan realisasi pelaksanaan APBD pada semester pertama beserta prognosis atau proyeksi pelaksanaan APBD untuk enam bulan berikutnya.
Penyampaian laporan tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil.
Dalam penyampaiannya, Ketua DPRD, H. Moh. Arus Abdul Karim, menegaskan bahwa rapat paripurna ini bukan sekadar agenda administratif, tetapi merupakan momentum strategis untuk mengevaluasi capaian pelaksanaan pembangunan daerah selama semester pertama tahun anggaran 2026.
Baca Juga: Komisi I DPRD Sulteng Tekankan Program Prioritas dalam Pembahasan KUA-PPAS 2027
Menurutnya, DPRD memiliki fungsi pengawasan untuk memastikan seluruh program dan kegiatan yang telah dianggarkan dalam APBD dilaksanakan secara efektif, efisien, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sulawesi Tengah.
“Evaluasi terhadap realisasi APBD menjadi pijakan penting dalam menentukan langkah-langkah strategis pada semester kedua. Dengan demikian, setiap program prioritas daerah dapat diselesaikan secara optimal sehingga target pembangunan dan pelayanan publik dapat tercapai sesuai yang telah direncanakan,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Wagub Sulteng Renny Lamadjido menyampaikan laporan mengenai perkembangan realisasi pendapatan daerah, belanja daerah, dan pembiayaan hingga semester pertama Tahun Anggaran 2026.
Baca Juga: Wagub Reny Serahkan Rancangan Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 ke DPRD Sulteng
Selain itu, disampaikan pula prognosis enam bulan berikutnya sebagai gambaran proyeksi kemampuan fiskal daerah sekaligus strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas pelaksanaan APBD hingga akhir tahun anggaran.
Ketua DPRD menilai, penyampaian laporan realisasi semester pertama APBD menjadi instrumen penting dalam mengukur efektivitas pelaksanaan kebijakan pemerintah daerah.
Hasil evaluasi tersebut diharapkan menjadi dasar dalam meningkatkan kualitas perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan anggaran agar semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Baca Juga: Belasan Tahun Tak Tuntas, Pansus DPRD Sulteng Genjot Penyelesaian Konflik Agraria Tolitoli
Lebih lanjut, H. Moh. Arus Abdul Karim mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam membangun Sulawesi Tengah.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran yang tersedia, tetapi juga oleh komitmen bersama dalam mengelola setiap rupiah anggaran secara bertanggung jawab, profesional, dan berpihak pada kepentingan rakyat.
Rapat paripurna berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh semangat kebersamaan.
Baca Juga: Komisi III DPRD Sulteng Turun ke PT CPM, Isu Pencemaran hingga Kontribusi PAD Jadi Sorotan
Melalui agenda tersebut, DPRD Provinsi Sulawesi Tengah kembali menegaskan komitmennya untuk menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan secara optimal demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik serta pembangunan daerah yang berkelanjutan menuju Sulawesi Tengah yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin