Pemkab Sigi Libatkan Tim Ahli Geologi ESDM Sulteng Teliti Semburan Air Mengandung Gas di Desa Sarumana

Angel Sumbara • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 17:20 WIB
KAJIAN: Pemkab Sigi saat memperlihatkan titik semburan air mengandung gas di Desa Sarumana, Kecamatan Palolo.(FOTO: ANGEL SUMBARA/RADAR PALU).
KAJIAN: Pemkab Sigi saat memperlihatkan titik semburan air mengandung gas di Desa Sarumana, Kecamatan Palolo.(FOTO: ANGEL SUMBARA/RADAR PALU).

RADAR PALU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi menggandeng Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Tengah untuk melakukan kajian teknis terkait fenomena semburan air yang diduga mengandung gas dan mudah terbakar di Desa Sarumana, Kecamatan Palolo.

Tim ahli geologi dari Dinas ESDM Sulteng dijadwalkan melakukan pemeriksaan di lokasi guna memastikan jenis kandungan gas yang muncul serta mengidentifikasi potensi risiko terhadap keselamatan masyarakat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sigi, Heru Murtanto, mengatakan pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Dinas ESDM Sulteng agar segera menerjunkan tim ke lokasi.

Baca Juga: DPRD dan Pemkab Sigi Sepakati KUA-PPAS APBD 2027, Jadi Dasar Penyusunan Rancangan Anggaran

“Tentunya segera kami lakukan peninjauan ke lokasi dan memberikan laporan kepada Dinas ESDM Sulawesi Tengah untuk memeriksa kandungan apa yang ada di dalamnya sehingga tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat,” kata Heru, Selasa (4/8/2026).

Menurutnya, hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya, termasuk memastikan kondisi di sekitar lokasi tetap aman bagi masyarakat.

Heru menjelaskan, saat ini kawasan tempat munculnya semburan air tersebut telah dipasangi garis polisi (police line) oleh aparat kepolisian bersama pemerintah Kecamatan Palolo. Langkah itu dilakukan untuk mencegah masyarakat mendekati lokasi sebelum hasil kajian teknis selesai.

Baca Juga: Kanwil Kemenkum Sulteng Harmonisasi Perubahan RKPD Kabupaten Sigi Tahun 2026

“Lokasinya sudah dipasangi police line dan masih dalam pengawasan ketat aparat setempat sambil menunggu hasil pemeriksaan teknis dari Dinas ESDM Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Palolo Muhammad Syukur menjelaskan, fenomena tersebut pertama kali ditemukan di lokasi proyek pengeboran air tanah yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sigi.

Menurutnya, pengeboran dilakukan pada dua titik. Namun, hanya satu titik yang mengeluarkan semburan air yang diduga mengandung gas sehingga dibuatkan saluran menuju drainase agar air tidak menggenang di sekitar lokasi.

Baca Juga: Festival Danau Lindu 2026 Dibuka, Pemkab Sigi Bidik Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

“Awalnya berasal dari proyek pengeboran air tanah di dua titik, tetapi hanya satu titik yang mengeluarkan material gas sehingga kami buatkan aliran airnya ke drainase,” jelas Syukur.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi yang telah dipasangi garis polisi serta tidak mencoba melakukan pengujian secara mandiri karena berpotensi membahayakan keselamatan.

"Masyarakat kami minta tidak mendekat ke lokasi demi keamanan,” tegasnya.

Baca Juga: Fokuskan Kakao Sigi hingga Durian, Kemenkum Sulteng Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis KI

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kemunculan gas tersebut sebenarnya telah terdeteksi setelah gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Sigi pada awal Juli 2026. Saat itu, warga sempat melakukan uji coba dengan api dan hanya muncul nyala kecil.

Namun, pada Minggu (2/8/2026), gas tersebut kembali diuji dan menghasilkan kobaran api yang jauh lebih besar. Rekaman video uji coba itu kemudian beredar luas di media sosial dan menjadi perhatian masyarakat.

Dalam video yang viral tersebut, terlihat seorang warga menyulut api dari korek gas ke aliran air yang diduga mengandung gas. Sesaat kemudian muncul kobaran api dari permukaan aliran air, sehingga memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Baca Juga: Ardiansyah: PAN Sigi Siap Jaga Kamtibmas dan Ciptakan Situasi Politik yang Aman Kondusif

Pemerintah Kabupaten Sigi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, serta menunggu hasil pemeriksaan resmi dari tim ahli geologi Dinas ESDM Sulawesi Tengah mengenai jenis kandungan gas dan penyebab munculnya fenomena tersebut.(***)

Editor : Muchsin Siradjudin
Ahli geologi Meneliti Air mengandung gas sulawesi tengah