RADAR PALU – Kabar adanya ketidakpercayaan terhadap pengurus Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Provinsi Sulawesi Tengah, kini berhembus kencang.
Kepada media ini, Radar Palu, Jawa Pos group, salah seorang atlet dan pelaku olahraga catur di Sulawesi Tengah, Djoni Hatimura mengungkapkan keresahannya terhadap kepemimpinan Ketua Percasi Sulteng, dr. Habibi Tobing, M.Sc.
Dikatakan Djoni, keresahan dan kekecewaan atlet Sulteng hingga mengajukan mosi tidak percaya kepada pengurus Percasi pusat, untuk melaksanakan Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub).
Baca Juga: Flyover Pantoloan Ramai Jadi Tempat Olahraga, Warga Pilih Jogging hingga Zumba untuk Jaga Kebugaran
“Karena kepastian dan ketidakmampuan pengurus provinsi (Pengprov) Percasi Sulteng dibawah kepemimpinan dr. Habibi dalam menahkodai roda organisasi catur di Sulteng, “kata Djoni.
Dijelaskan Djoni, awal ketidaknyamanan para atlet terlihat sejak Kejuaraan Daerah (Kejurda) Percasi Sulteng pada tahun 2025 yang lalu.
Dimana pada ivent seleksi yang menjadi syarat peserta/atlet untuk dapat mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) telah menimbulkan keresahan, sehingga melahirkan kekecewaan atlet catur Sulteng.
Baca Juga: The Ground Padel Pastikan Kantongi Izin Lengkap, Siap Dukung Olahraga dan Ekonomi Palu
“Di Kejurda tahun 2025, yag sempat disorot banyak media atas ketidak becusan pengurus Percasi Sulteng. Para atlet Sulteng yang hendak berangkat ke Kejurnas tidak pernah diurus. Para atlet yang berangkat terpaksa menggunakan biaya sendiri. Inisiatif masing-masing Pengkab untuk bisa memperjuangkan atletnya dikejuaraan tertinggi catur di Indonesia, “ ungkap Djoni lagi.
Menghadapi Kejurnas, semua daerah telah berbenah dan mempersiapkan para atletnya untuk mengikuti kejurnas yang sudah diambang waktu, 2 Oktober 2026. Sementara di Sulteng sama sekali organisasi ini tidak ada gerakan apapun.
“Yang memicu terjadi mosi tidak percaya kepada pengurus Provinsi, agar segera melakukan Musprovlub, mengingat Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dan Kejurnas sudah sangat mendesak, “ sebutnya.
Salah satu ketua Pengkab Percasi Donggala Haerun, SE, menyatakan, bila Pemerintah Provinsi dan rakyat Sulteng bertanya kenapa Percasi Sulteng berada pada urutan terbawah di Indonesia bahkan tidak memiliki prestasi Master Nasional (MN) satu orang pun, itu dipicu karena sebagian Pengkab-Pengkap tidak peduli lagi terhadap kondisi kekinian atlet catur di Sulteng.
Terutama juga, Pengprov Percasi Sulteng yang tidak punya rasa tanggungjawab moral bagaimana nasib atlet catur di Sulteng.
Kondisi yang sama, diakui pula oleh ketua Pengkab Percasi Kota Palu Fredi.
Baca Juga: Peran Strategis Tim Medis dalam Menjamin Keselamatan Atlet pada Olahraga Ekstrem dan Berisiko
Mereka berharap ketua Percasi pusat, Gubernur Sulawesi Tengah selaku pembina Percasi Sulteng, juga KONI Sulawesi Tengah dapat memberikan kepeduliannya dengan mendukung sikap Pengkab-Pengkap Percasi se Sulteng, yang kini tidak percaya lagi kepada ketua Percasi Sulteng.
Disebut Djoni, hingga kini sudah ada 5 (lima) Pengkab yang memasukan dan masih menunggu dua atau tiga Pengkab, maka Musprovlub dapat dicapai.
Sebagai salah satu atlet yang pernah meraih juara satu di kelompok Veteran Sulteng, dan pernah berhasil masuk 10 bedsar Kejurnas, Djoni Hatimura, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap kondisi saat ini di tubuh Percasi Sulteng.
Baca Juga: Turnamen Catur Nasional Polda Sulteng Dukung Pembinaan Atlet
“Saya bersama kawan-kawan sesama atlet, merasa kecewa melihat ketidak becusan Pengprov Percasi Sulteng selama ini,” ujarnya.
“Saya baru-baru ini dari Manado dan singgah di Gorontalo, menemui teman-teman atlet catur di dua provinsi ini, mereka begitu intens Latihan, dan telah siap untuk mengikut Kejurnas. Bahkan, mereka telah selesai melakukan Kejurda sebagai sarana seleksi atlet mengikuti kejurnas. Sementara kita di Sulteng tanda-tanda untuk menggelar Kejurda saja masih kabur, dan tidak jelas, “ pungkas Djoni.
“Semoga Percasi pusat dapat menanggapinya dengan serius dan objektif, karena ini menjadi salah satu opsi terbaik, agar kmi bisa ikut lagi Kejurda dan Kejurnas yang akan dihelat pada 2 Agustus 2026 mendatang, “ tutupnya.
Dikonfirmasi, Ketua Percasi Sulawesi Tengah, dr. Habibi Tobing, M.Sc, melalui WhatsApp (WA) di nomor 0811450***, tidak memberikan jawaban, meski WA miliknya terlihat centang dua. Sudah dibaca, namun tidak memberikan jawaban klarifikasinya.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin