RADAR PALU – Sebanyak 12 wisatawan asing berhasil dievakuasi setelah kapal yang mereka tumpangi dilaporkan hilang kontak di perairan Teluk Tomini, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah.
Namun, operasi SAR masih berlanjut untuk mencari nahkoda kapal yang hingga kini belum ditemukan.
Informasi tersebut disampaikan Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Gorontalo melalui unggahan media sosial pada Sabtu (25/7/2026).
Baca Juga: BRI Palu Perkuat Ekosistem Transaksi Digital dan UMKM Lewat Car Free Day Bareng BRIMO
Kapal tersebut dilaporkan berangkat dari Sanctum Una-Una Dive Resort menuju Pelabuhan Marisa. Kapal membawa wisatawan asing dan awak kapal, tetapi tidak tiba sesuai jadwal.
Laporan awal mengenai kapal yang hilang kontak diterima dari pemandu wisata. Tim SAR gabungan kemudian dikerahkan untuk melakukan pencarian di sepanjang jalur pelayaran yang diduga dilalui kapal.
Untuk memperluas cakupan pencarian, operasi dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU).
Baca Juga: Juru Bicara Otorita IKN Troy Pantouw Meninggal Dunia, Ini Kronologinya
Tim mengerahkan sejumlah armada, di antaranya KN KAL Limboto, RIB 03 Gorontalo, serta speed boat milik resor setempat.
Operasi melibatkan Basarnas Gorontalo, Pos SAR Marisa, KN SAR Bhisma dari Kantor SAR Palu, Polairud Marisa, Pos Lanal Marisa, serta tim internal resor.
Gelombang Tinggi Hambat Pencarian
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo Heriyanto mengatakan tim SAR terus mengoptimalkan pencarian dengan melibatkan seluruh unsur yang tersedia.
Menurut dia, koordinasi antarunsur SAR terus dilakukan agar pencarian dapat berlangsung maksimal.
"Kami mengerahkan Alut dan personil yang tersedia bersama Potensi SAR dan memperkuat koordinasi dengan seluruh unsur terkait agar proses pencarian dapat berlangsung secara maksimal," kata Heriyanto.
Baca Juga: BYD Haka Palu Gelar Program 5+1, Tawarkan Beragam Promo Menarik Untuk Apresiasi Pelanggan
Tim juga melakukan pemantauan terhadap perkembangan cuaca dan mengevaluasi pola pencarian secara berkala.
Kondisi di lapangan menjadi salah satu tantangan dalam operasi. Tim SAR menghadapi gelombang tinggi dan angin kencang saat melakukan penyisiran.
Keselamatan personel menjadi prioritas dalam setiap pergerakan tim.
Baca Juga: Hujan Deras Picu Longsor, Jalan ke Air Terjun Piala Tertutup Material
Operasi SAR Dihentikan Sementara
Operasi pencarian kemudian dihentikan sementara menjelang sore pada Sabtu (25/7/2026).
Penghentian dilakukan karena kondisi cuaca di lokasi pencarian kurang bersahabat dan dinilai dapat membahayakan keselamatan tim SAR.
Pencarian akan kembali dilanjutkan pada Minggu (26/7/2026).
Heriyanto memastikan seluruh unsur SAR akan kembali melakukan penyisiran terhadap area yang telah ditentukan.
"Kami juga terus memantau perkembangan cuaca dan melakukan evaluasi berkala terhadap pola pencarian. Harapan kami, seluruh korban dapat segera ditemukan," ujarnya.
Hingga operasi dihentikan sementara, fokus tim masih diarahkan untuk menemukan nahkoda kapal yang dilaporkan hilang kontak tersebut.
Basarnas juga meminta dukungan dan doa masyarakat agar proses pencarian dapat berlangsung aman dan membuahkan hasil.***
Editor : Muhammad AwaludinSumber : Instagram @kantorsar_gorontalo