Anwar Hafid Bangun Jembatan Gantung Dana Pribadi, Respons Video Viral Siswa Bertaruh Nyawa ke Sekolah

Muhammad Awaludin • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 11:55 WIB
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid memimpin upacara peringatan HUT ke-66 Kabupaten Banggai di Lapangan Mirqan, Bukit Halimun, Luwuk, Rabu (8/7/2026). FOTO: RO. ADPIM SULTENG 
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid memimpin upacara peringatan HUT ke-66 Kabupaten Banggai di Lapangan Mirqan, Bukit Halimun, Luwuk, Rabu (8/7/2026). FOTO: RO. ADPIM SULTENG 

 

RADAR PALU – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mulai merealisasikan pembangunan jembatan gantung di Desa Masungkang, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai. 

Jembatan itu dibangun menggunakan dana pribadi sebagai respons atas video yang ramai beredar di media sosial, memperlihatkan siswa harus mempertaruhkan nyawa menyeberangi sungai hanya untuk bisa sampai ke sekolah.

Video tersebut memicu perhatian publik karena memperlihatkan kondisi akses yang selama bertahun-tahun dihadapi warga Desa Masungkang. Tidak hanya pelajar, masyarakat juga harus menyeberangi sungai tanpa jembatan yang layak untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Enam Organisasi Pers Desak Prabowo Minta Maaf atas Penyebutan Wartawan sebagai 'Londo Ireng

Anwar Hafid memilih bertindak cepat. Menurutnya, persoalan yang menyangkut keselamatan masyarakat tidak boleh terhambat oleh panjangnya proses birokrasi.

Sebagai langkah awal, tim teknis telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengukuran. Tahapan ini menjadi dasar penyusunan spesifikasi dan desain konstruksi sebelum pekerjaan fisik dimulai.

Tri Harsono Sibay, yang dipercaya Gubernur Anwar Hafid mengawal pembangunan jembatan tersebut, mengatakan proses pengukuran dan perhitungan teknis diperkirakan berlangsung sekitar satu pekan.

Baca Juga: TK Negeri Pembina Palu Peringati HAN 2026, Deklarasi Stop Bullying dan Kekerasan

 "Pengukuran dilakukan terlebih dahulu untuk memastikan spesifikasi teknis jembatan. Jika semua berjalan sesuai rencana, paling cepat dalam waktu satu minggu pekerjaan sudah bisa dieksekusi," ujar Tri.

Ia menjelaskan, pembangunan menggunakan dana pribadi dilakukan karena kondisi APBD Provinsi Sulawesi Tengah saat ini masih terdampak kebijakan efisiensi. Jika harus menunggu proses penganggaran pemerintah, pembangunan diperkirakan membutuhkan waktu lebih lama.

Di sisi lain, warga, terutama para pelajar, masih harus menghadapi risiko setiap hari saat menyeberangi sungai untuk berangkat ke sekolah.

Karena itu, kata Tri, Anwar Hafid memilih mengambil langkah cepat agar masyarakat segera memperoleh akses penyeberangan yang aman.

"Tidak ada waktu lagi untuk saling menyalahkan. Yang terpenting saat ini adalah bagaimana ada yang peduli terhadap rakyatnya dan segera menghadirkan solusi atas persoalan yang mereka hadapi," katanya.

Tri juga mengajak masyarakat ikut bergotong royong menyukseskan pembangunan jembatan gantung tersebut. 

Baca Juga: Kini Dugaan Kekerasan di Madrasah dan Pesantren Bisa Dilaporkan Secara Online, Begini Caranya

 "Insyaallah tidak ada hambatan dalam pembangunan jembatan ini. Bagi masyarakat yang ingin membantu sebagai relawan, mari bersama-sama bergotong royong membangun jembatan untuk saudara-saudara kita di Desa Masungkang. Semoga jembatan ini dapat segera dimanfaatkan dan memberikan rasa aman bagi seluruh warga," ujarnya.

Pembangunan jembatan gantung diharapkan menjadi solusi atas persoalan akses yang selama ini membayangi kehidupan warga Desa Masungkang. Kehadiran jembatan tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga mengakhiri perjuangan para siswa yang selama ini harus mempertaruhkan keselamatan demi menuntut ilmu.

Langkah tersebut sekaligus menjadi tindak lanjut cepat atas aspirasi masyarakat yang mengemuka melalui media sosial. Setelah video para siswa menyeberangi sungai viral dan menyita perhatian publik, pembangunan jembatan kini mulai memasuki tahap teknis sebagai awal realisasi proyek yang diharapkan segera dapat dinikmati warga.***

Editor : Muhammad Awaludin
Desa Masungkang Siswa Menyeberang Sungai Anwar Hafid banggai Jembatan gantung