Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Reny Lamadjido: Nakes Kunci Sukses BERANI Sehat, 185 Ribu Warga Sudah Merasakan Manfaat

Muhammad Awaludin • Jumat, 17 Juli 2026 | 15:46 WIB
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido bertemu tenaga kesehatan se-Kabupaten Morowali dan menegaskan peran penting nakes dalam menyukseskan BERANI FOTO: RO ADPIM SULTENG 
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido bertemu tenaga kesehatan se-Kabupaten Morowali dan menegaskan peran penting nakes dalam menyukseskan BERANI FOTO: RO ADPIM SULTENG 

 

RADAR PALU – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, menegaskan tenaga kesehatan (nakes) memegang peran paling penting dalam keberhasilan Program BERANI Sehat. Berkat dukungan para nakes, program layanan kesehatan itu telah dimanfaatkan sekitar 185 ribu masyarakat Sulawesi Tengah.

Penegasan tersebut disampaikan Reny saat bersilaturahmi dengan insan kesehatan se-Kabupaten Morowali di Kantor Bupati Morowali, Kamis (16/7). Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas.

Dalam kesempatan itu, Reny memberikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan yang selama ini menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Baca Juga: Seleksi Dirut Perumda Palu Masuk Tahap Akhir, Penetapan Ditargetkan Bulan Ini

"Tenaga kesehatan ini mereka solid, rasional, kompak. Profesi kesehatan ini luar biasa. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan se-Kabupaten Morowali yang menjadi ujung tombak dalam menyukseskan Program BERANI Sehat," ujarnya.

Wakil Gubernur yang dikenal sebagai "Gubernur Kesehatan" itu menjelaskan, sejak diluncurkan pada 24 April 2025, Program BERANI Sehat terus menunjukkan dampak nyata. Hingga kini, sekitar 185 ribu warga telah memanfaatkan layanan tersebut hanya dengan menunjukkan KTP Sulawesi Tengah.

"Pembiayaan BERANI Sehat cukup menggunakan KTP Sulawesi Tengah, masyarakat langsung dilayani. Dalam skema provinsi terdapat dua mekanisme, yaitu JKN dan non-JKN. Sementara rujukan pelayanan kesehatan dari puskesmas ke rumah sakit dibiayai melalui BPJS Kesehatan," jelasnya.

Baca Juga: Eks Oknum Polisi Jadi Terdakwa, Hakim Soroti Penyidik Tak Sita Mobil yang Diduga Objek Kejahatan

Reny juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Morowali yang dinilai berhasil memperkuat layanan kesehatan dasar. Menurutnya, seluruh puskesmas yang dikunjunginya telah memiliki dokter, sehingga menjadi contoh bagi daerah lain di Sulawesi Tengah.

"Kabupaten Morowali ini saya jadikan contoh untuk kabupaten-kabupaten lain. Luar biasa, seluruh puskesmas yang saya kunjungi semuanya memiliki dokter. Ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas," ungkapnya.

Selain memperkuat layanan kesehatan, Reny mengajak masyarakat memanfaatkan layanan pengaduan BERANI Samporoa melalui nomor 0811-666-2222 apabila mengalami kendala atau ingin menyampaikan keluhan terkait pelayanan kesehatan.

Menurutnya, kanal tersebut menjadi sarana bagi pemerintah untuk memastikan setiap warga memperoleh pelayanan kesehatan yang cepat, mudah, dan berkualitas.

Turut hadir dalam kegiatan itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Morowali Nirmawati, Direktur RSUD Morowali, Direktur RSUD Salabangka Paku, para kepala puskesmas, Ketua IDI Kabupaten Morowali, serta para ketua organisasi profesi kesehatan se-Kabupaten Morowali.***

Editor : Muhammad Awaludin
BERANI SEHAT Tenaga Kesehatan Kesehatan Sulteng morowali Reny Lamadjido