Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Wagub Sulteng Ajak Insan Pers Kawal Program 9 BERANI Lewat Pemberitaan Berimbang

Annisa Wibdy • Senin, 6 Juli 2026 | 16:41 WIB
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, menyampaikan paparan mengenai capaian Program 9 BERANI saat konferensi pers di Ruang Nagana, Kantor Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah, Senin (6/7/2026). Foto: Annisa Wibdy 
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, menyampaikan paparan mengenai capaian Program 9 BERANI saat konferensi pers di Ruang Nagana, Kantor Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah, Senin (6/7/2026). Foto: Annisa Wibdy 

 

RADAR PALU – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, mengajak insan pers menjadi mitra pemerintah dalam mengawal pelaksanaan Program 9 BERANI melalui pemberitaan yang berimbang, profesional, dan tetap menjalankan fungsi kontrol sosial.

Ajakan itu disampaikan Reny saat menghadiri konferensi pers bertajuk "Pencapaian Program BERANI dalam Mendukung Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat Sulawesi Tengah" yang digelar Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Sulawesi Tengah di Ruang Nagana, Kantor Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah, Senin (6/7/2026).

Konferensi pers tersebut turut menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah Drs. H. Firmanza DP, SH., M.Si., Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Tengah Faidul Keteng, serta perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, Fatma.

Baca Juga: BRIDA Sulteng Luncurkan Dua Inovasi Digital, Aplikasi HKI dan Jurnal BOMBA Resmi Diperkenalkan

Dalam kesempatan itu, Reny menegaskan media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam mengevaluasi pelaksanaan program prioritas daerah.

"Marilah kita bergandengan tangan, bersinergi dalam pelaksanaan Program 9 BERANI ini," ujar Reny.

Ia menekankan pemerintah tidak menginginkan seluruh pemberitaan selalu bernada positif. Sebaliknya, pemerintah membuka ruang bagi media untuk menyampaikan kritik selama dilakukan secara objektif dan konstruktif.

Baca Juga: BRI Finance Palu Gelar Mini Expo KKB, Genjot Kredit Kendaraan dengan Promo Bunga 1,8 Persen

"Teman-teman media adalah orang-orang profesional dalam menyampaikan berita. Kami tidak meminta semua pemberitaan harus selalu positif. Kalau memang ada yang belum baik, sampaikan kepada kami dengan cara yang baik agar menjadi bahan evaluasi," katanya.

Menurut Reny, kritik dan masukan dari media maupun masyarakat menjadi bagian penting dalam memperbaiki kualitas pelayanan publik yang diberikan pemerintah daerah.

"Kami sangat terbuka terhadap kritik dan saran. Kalau memang ada kekurangan, silakan disampaikan dengan baik karena itu menjadi bahan evaluasi kami," tegasnya.

Reny juga menegaskan seluruh program yang dijalankan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bukan untuk mengejar pujian, melainkan memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

"Yang terpenting bukan pujian, tetapi bagaimana masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari pelayanan pemerintah," ungkapnya.

Di akhir konferensi pers, Reny kembali menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk terus menjalankan Program 9 BERANI sebagai arah pembangunan daerah. 

Baca Juga: UPT Bahasa UIN Datokarama Gelar Pelatihan TOEFL dan TOAFL, Bekali Mahasiswa Hadapi Studi Lanjut dan Dunia Kerja

Menurutnya, program tersebut disusun sebagai wujud tanggung jawab pemerintah dalam menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat Sulawesi Tengah.

"Pak Gubernur dan saya berikhtiar, berkomitmen, dan memiliki tanggung jawab kepada masyarakat Sulawesi Tengah untuk menghadirkan kehidupan yang lebih adil, lebih bermartabat, dan lebih bermanfaat bagi seluruh rakyat. Atas dasar itulah kami merumuskan Program 9 BERANI," pungkasnya.***

Editor : Muhammad Awaludin
#Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah #Reny Lamadjido #Program 9 Berani #Wagub Sulteng #Diskominfosantik Sulteng