Pada kesempatan tersebut, Kepala Kanwil Kemenkum Sulteng, Rakhmat Renaldy, membacakan sambutan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN di hadapan para Kepala Divisi, Pejabat Administrator, Pejabat Fungsional, seluruh pegawai hingga tenaga outsourcing.
Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa Hari Keluarga Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum refleksi nasional untuk memperkuat keluarga sebagai institusi pertama dalam membangun manusia Indonesia yang unggul.
Baca Juga: Momentum Harganas, Rakhmat Renaldy Ajak Ayah Aktif Dampingi Tumbuh Kembang Anak
Ketahanan keluarga dinilai menjadi benteng utama menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi, perubahan sosial, hingga ketidakpastian dunia yang dikenal sebagai era VUCA.
Rakhmat Renaldy mengatakan bahwa keluarga merupakan titik awal seluruh proses pembangunan nasional. Oleh sebab itu, penguatan kualitas keluarga harus menjadi perhatian seluruh elemen masyarakat.
"Keluarga yang kuat akan melahirkan generasi yang tangguh. Sebaliknya, keluarga yang rapuh akan memengaruhi kualitas sumber daya manusia dan masa depan bangsa. Karena itu, momentum Hari Keluarga Nasional harus menjadi pengingat bagi kita semua bahwa membangun Indonesia dimulai dari rumah," ujar Rakhmat Renaldy.
Baca Juga: Harganas ke-33, Kemenkum Sulteng Tegaskan Ketahanan Keluarga Fondasi Indonesia Emas 2045
Ia menambahkan bahwa nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, kedisiplinan, dan tanggung jawab yang tumbuh dalam keluarga merupakan modal utama dalam membentuk karakter masyarakat yang taat hukum sekaligus produktif.
Menurutnya, Kanwil Kemenkum Sulteng senantiasa mendukung berbagai kebijakan pemerintah yang berorientasi pada penguatan keluarga sebagai bagian dari pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Dalam sambutan Menteri yang dibacakannya, ditegaskan pula bahwa bonus demografi yang tengah dinikmati Indonesia hanya akan menjadi keuntungan apabila ditopang oleh keluarga yang sehat, harmonis, dan mampu membentuk sumber daya manusia berkualitas sejak usia dini. Sebaliknya, tanpa keluarga yang tangguh, bonus demografi justru berpotensi menjadi beban pembangunan.
Baca Juga: Farhan Halim Cs Cetak Sejarah, Indonesia Juara AVC Men's Volleyball Cup 2026
Upacara berlangsung dengan khidmat dan menjadi momentum bagi seluruh jajaran Kanwil Kemenkum Sulteng untuk memperkuat komitmen mendukung pembangunan keluarga Indonesia yang berkualitas, sehat, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.***
Editor : Mugni Supardi