RADARPALU - Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengajak masyarakat dan pelaku usaha berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data yang akurat.
Menurutnya, data yang dihimpun Badan Pusat Statistik (BPS) akan menjadi fondasi penting dalam menyusun program pembangunan dan bantuan yang lebih tepat sasaran di Sulawesi Tengah.
Menurutnya, masyarakat tidak perlu ragu ataupun takut dalam memberikan data kepada petugas sensus. Selain itu, sensus ekonomi dapat menjadi acuan untuk menentukan arah kebijakan pembangunan daerah kedepannya.
Baca Juga: Forkom Profesi Kesehatan Sulteng Ajak Masyarakat Peduli Mental Health Lewat Healthy Fun Run
“Berikan data secara terbuka dan akurat. Jangan ragu-ragu, jangan takut-takut. Tidak ada dampak apa pun dari sensus ini. Tapi ini akan berdampak yang sangat besar bagi ketepatan kita dalam merancang program pemerintah,” kata Anwar Hafid kepada media saat ditemui dalam kegiatan Pencanangan Sensus Ekonomi Tahun 2026 di Lapangan Vatulemo Kota Palu, pada Minggu (21/6/2026).
Ia juga meminta seluruh kepala daerah hingga pemerintah desa untuk memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan sensus tersebut.
Menurutnya, data hasil sensus sangat dibutuhkan pemerintah daerah sebagai dasar dalam menyusun berbagai program pembangunan.
Baca Juga: Al Azhar B Amankan Kemenangan Dramatis atas SMP BIANSA di Radar Palu Cup II, Kunci Lima Poin
“Karena ini kita yang butuh, data ini kita yang butuh. Bukan BPS yang butuh, tapi kita, pemerintah daerah. Karena hanya dengan data yang akurat, saya yakin dan percaya bahwa pemerintah bisa melaksanakan program-program dengan tepat sasaran,” katanya.
Ia menilai data yang akurat akan membantu pemerintah dalam menyalurkan berbagai program secara lebih tepat sehingga masyarakat yang berhak dapat memperoleh manfaat yang semestinya.
“Jadi tidak bias, dan yang selama ini masyarakat kita mungkin tidak pernah mendapatkan bantuan karena salah data, maka manfaatkan sensus ekonomi ini sebaik-baiknya,” tutur Anwar.
Selain itu, Gubernur juga mengimbau para pelaku usaha agar tidak ragu memberikan informasi terkait usaha yang dijalankan saat proses sensus berlangsung.
“Kepada pelaku usaha, saya juga minta tidak usah takut-takut, tidak usah ragu-ragu kalau ditanya usahanya. Karena ini juga untuk melihat bagaimana potret kemajuan Sulawesi Tengah,” ujarnya.
Sementara itu, Inspektur Utama BPS RI, Dadang Hardiawan menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah atas dukungan yang diberikan dalam menyukseskan pelaksanaan sensus ekonomi.
Menurutnya, dukungan pemerintah daerah merupakan langkah awal yang sangat penting dalam menghasilkan data ekonomi yang berkualitas sekaligus membangun kepercayaan masyarakat untuk menerima kehadiran petugas sensus
“Sensus ekonomi merupakan kegiatan strategis yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali untuk memotret struktur dan karakteristik perekonomian Indonesia hingga tingkat daerah,” ujarnya.
Pendataan lapangan SE2026 sendiri berlangsung pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. BPS menerjunkan 3.210 petugas untuk mendata sekitar 1,5 Juta pelaku usaha di Sulteng secara door to door.
“Masyarakat Sulteng diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam menyukseskan SE2026 melalui gerakan TIR yaitu terima kedatangan petugas sensus. Isi sat dengan benar dan lengkap serta rahasia data yang diberikan dijamin dan dilindungi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” pungkasnya.(rna)
Editor : Mugni Supardi