Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Lebih dari 150 Gempa Susulan Guncang Sigi, Badan Geologi Sebut Mirip Gempa Swarm

Muhammad Awaludin • Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:23 WIB
Badan Geologi mencatat lebih dari 150 gempa susulan terjadi setelah gempa utama M 6,7 di Kabupaten Sigi. FOTO: TANGKAPAN LAYAR YOUTUBE BADAN GEOLOGI 
Badan Geologi mencatat lebih dari 150 gempa susulan terjadi setelah gempa utama M 6,7 di Kabupaten Sigi. FOTO: TANGKAPAN LAYAR YOUTUBE BADAN GEOLOGI 

 

RADAR PALU – Aktivitas gempa susulan pascagempa magnitudo 6,7 di Kabupaten Sigi masih terus berlangsung. Hingga 18 Juni 2026, Badan Geologi Kementerian ESDM mencatat lebih dari 150 gempa susulan terjadi di wilayah terdampak.

Data tersebut disampaikan Plt Kepala Badan Geologi Lana Saria dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Badan Geologi, Jumat (19/6/2026).

Menurut Lana, gempa susulan yang tercatat memiliki magnitudo antara 2,5 hingga 5,1 dan menunjukkan proses penyesuaian tegangan batuan pascagempa utama masih berlangsung. 

Baca Juga: BPBD Sigi: 2.319 Rumah Rusak Akibat Gempa M 6,7, Korban Terdampak Capai 8.586 Jiwa

“Banyaknya gempa susulan menunjukkan proses penyesuaian tegangan batuan pasca gempa utama masih berlangsung,” katanya.

Badan Geologi menjelaskan bahwa gempa susulan merupakan fenomena normal setelah terjadinya gempa utama berkekuatan besar. Aktivitas tersebut terjadi ketika batuan di bawah permukaan bumi berupaya mencapai keseimbangan baru setelah pelepasan energi yang signifikan.

Karena itu, masyarakat diminta tidak panik meski rentetan gempa susulan masih terjadi. 

Baca Juga: Empat Kubangan Terdeteksi di Nokilalaki Pascagempa, Pemkab Sigi Libatkan Lintas Sektor untuk Penanganan

Dalam kesimpulan kajian awal, Badan Geologi juga mengungkapkan bahwa kumpulan gempa susulan yang terjadi memiliki karakteristik yang menyerupai gempa swarm.

Fenomena swarm merupakan sekumpulan gempa yang terjadi berulang dalam satu kawasan dan periode tertentu akibat proses penyesuaian struktur geologi.

Selain itu, perubahan tegangan akibat gempa utama berpotensi memengaruhi sesar-sesar aktif lain di sekitar wilayah terdampak melalui mekanisme transfer tegangan atau stress transfer.

Meski demikian, hingga saat ini Badan Geologi belum menemukan indikasi bahwa Sesar Palu-Koro maupun sesar aktif lainnya ikut teraktivasi akibat gempa utama yang terjadi di Sigi.

“Masyarakat tidak perlu panik. Yang terpenting tetap waspada, mengikuti informasi resmi, dan memastikan bangunan yang digunakan berada dalam kondisi aman,” ujar Lana.

Badan Geologi mengingatkan bahwa gempa susulan masih berpotensi menambah kerusakan pada bangunan yang telah terdampak sebelumnya. Karena itu warga diminta menghindari bangunan rusak serta tetap memperhatikan arahan pemerintah daerah dan BPBD setempat. ***

Editor : Muhammad Awaludin
#Gempa Susulan Sigi #Gempa Swarm #Badan Geologi #sulawesi tengah #Bencana Alam