Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Gempa M 6,7 Sigi Berasal dari Sesar Palolo, Badan Geologi Pastikan Bukan Palu-Koro

Muhammad Awaludin • Sabtu, 20 Juni 2026 | 10:52 WIB
Plt Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria memaparkan hasil kajian sumber gempa M 6,7 yang mengguncang Kabupaten Sigi. Foto: tangkapan layar youtube Badan Geologi 
Plt Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria memaparkan hasil kajian sumber gempa M 6,7 yang mengguncang Kabupaten Sigi. Foto: tangkapan layar youtube Badan Geologi 

 

RADAR PALU – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan gempa bumi magnitudo 6,7 yang mengguncang Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada 16 Juni 2026 tidak berasal dari Sesar Palu-Koro sebagaimana banyak diperkirakan sebelumnya.

Kesimpulan itu disampaikan Plt Kepala Badan Geologi Lana Saria dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Badan Geologi, Jumat (19/6/2026).

Menurut Lana, hasil analisis menunjukkan gempa utama lebih berkaitan dengan aktivitas Sesar Palolo yang memiliki karakter sesar normal atau sesar turun. 

Baca Juga: Update Gempa M 6,7 Sulteng: 1.520 Rumah Rusak, Sigi Paling Terdampak

“Berdasarkan parameter mekanisme sumber gempa bumi yang dikeluarkan oleh BMKG, USGS Amerika Serikat dan GFZ Jerman, semuanya menunjukkan mekanisme sesar normal. Mekanisme tersebut sesuai dengan mekanisme Sesar Palolo,” jelas Lana.

Ia menerangkan bahwa interpretasi sumber gempa dilakukan berdasarkan distribusi gempa susulan, kondisi geologi permukaan, pola kerusakan, serta data geofisika bawah permukaan.

Koordinator Kelompok Mitigasi Gempa Bumi Badan Geologi, Imam, menegaskan bahwa gempa yang terjadi di Sigi merupakan sistem yang berbeda dengan Sesar Palu-Koro. 

Baca Juga: Libas 3 Sekolah, Tim Voli SMP Al-Azhar Menggila di Radar Palu Cup II

“Gempa ini berbeda dengan sumber gempa Palu-Koro. Ini merupakan sistem tersendiri, yaitu dari Sesar Palolo,” ujarnya.

Menurut Badan Geologi, wilayah Sulawesi Tengah memiliki struktur tektonik yang sangat kompleks. Selain Sesar Palu-Koro, terdapat sejumlah sesar aktif lain seperti Sesar Palolo dan Sesar Sausu yang memiliki karakteristik berbeda.

Lana menjelaskan bahwa kajian sumber gempa dapat berkembang seiring bertambahnya data gempa susulan yang terus dipantau oleh para ahli.

Karena itu, identifikasi sumber gempa menjadi penting untuk memperbarui peta bahaya gempa dan memperkuat upaya mitigasi bencana di Sulawesi Tengah yang dikenal sebagai salah satu wilayah paling aktif secara tektonik di Indonesia.

Gempa bumi yang berpusat sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu tersebut terjadi pada kedalaman 10 kilometer sehingga menghasilkan guncangan kuat yang dirasakan di sejumlah wilayah Kabupaten Sigi, Kota Palu, Parigi Moutong, hingga Poso. ***

Editor : Muhammad Awaludin
#Sesar Palolo #Badan Geologi ESDM #gempa sulawesi tengah #gempa sigi #Mitigasi bencana