Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Bupati Parigi Moutong Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Data UMKM dan Ekonomi Digital Jadi Fokus

Talib • Kamis, 18 Juni 2026 | 13:49 WIB
Bupati Parigi Moutong Erwin Burase mencanangkan Sensus Ekonomi 2026 dan Desa Cantik 2026. Kegiatan ini juga dihadiriBranch Office Head BRI Cabang Parigi, I Dewa K. Yudyadana.
Bupati Parigi Moutong Erwin Burase mencanangkan Sensus Ekonomi 2026 dan Desa Cantik 2026. Kegiatan ini juga dihadiriBranch Office Head BRI Cabang Parigi, I Dewa K. Yudyadana.

RADAR PALU – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong resmi memulai pelaksanaan Pendataan Lapangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) dan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026 sebagai langkah strategis memperkuat pembangunan ekonomi berbasis data.

 

Pencanangan dilakukan langsung oleh Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, S.Kom, di Auditorium Kantor Bupati, Kamis (18/6/2026). 

 

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sistem pendataan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kapasitas desa dalam mengelola data pembangunan yang berkualitas.

Baca Juga: Gempa M 6,7 Guncang Parigi Moutong, Rumah Warga di Torue Rusak, Nihil Korban

Sensus Ekonomi 2026 akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

 

 Pendataan yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) setiap sepuluh tahun sekali itu bertujuan menyediakan data dasar kegiatan ekonomi untuk memotret struktur perekonomian, karakteristik usaha, perkembangan ekonomi digital, hingga ekonomi lingkungan yang kini terus berkembang.

 

Bupati Erwin Burase menegaskan bahwa ketersediaan data yang akurat menjadi fondasi utama dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah. Menurutnya, hasil sensus ekonomi tidak sekadar menghasilkan angka statistik, tetapi menjadi instrumen penting dalam menentukan arah pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Baca Juga: Pemkab Parigi Moutong Matangkan Refleksi Setahun Kepemimpinan Erwin–Sahid

“Data yang dihasilkan dari Sensus Ekonomi akan menjadi dasar dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan, mulai dari pemberdayaan ekonomi masyarakat, penguatan UMKM, peningkatan investasi hingga penciptaan lapangan kerja. Kualitas perencanaan pembangunan sangat ditentukan oleh kualitas data yang kita miliki,” ujarnya.

 

Ia juga mengingatkan seluruh petugas lapangan agar menjalankan tugas secara profesional, objektif, disiplin, dan bertanggung jawab guna memastikan data yang diperoleh benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi masyarakat dan dunia usaha di Kabupaten Parigi Moutong.

 

Bupati turut mengajak seluruh organisasi perangkat daerah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan sensus dengan memberikan informasi yang benar kepada petugas. 

Bupati Parigi Moutong Erwin Burase mencanangkan Sensus Ekonomi 2026 dan Desa Cantik 2026. Kegiatan ini juga dihadiriBranch Office Head BRI Cabang Parigi, I Dewa K. Yudyadana.
Bupati Parigi Moutong Erwin Burase mencanangkan Sensus Ekonomi 2026 dan Desa Cantik 2026. Kegiatan ini juga dihadiriBranch Office Head BRI Cabang Parigi, I Dewa K. Yudyadana.

Baca Juga: Akurasi Bilah dan Kapak Kini Punya Wadah, PABKI Parigi Moutong Resmi 'Sowan' ke Bupati

Ia menegaskan bahwa kerahasiaan data responden dijamin oleh undang-undang sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dalam memberikan keterangan.

 

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Parigi Moutong, Sunu Hari Ismawan, SST, M.Si menjelaskan bahwa transformasi digital telah mengubah pola aktivitas ekonomi masyarakat secara signifikan dibandingkan satu dekade lalu. 

 

Karena itu, Sensus Ekonomi 2026 menjadi instrumen penting untuk memetakan dinamika ekonomi terkini secara menyeluruh.

Baca Juga: Bupati Erwin Dorong Percepatan Layanan Darurat 112, Wujudkan Respons Cepat bagi Masyarakat

“Hasil sensus akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan, pemetaan potensi ekonomi daerah, pembinaan pelaku usaha, serta kerangka berbagai survei ekonomi selama sepuluh tahun ke depan,” kata Sunu.

 

Menurutnya, data ekonomi yang akurat sangat dibutuhkan pemerintah daerah untuk merumuskan kebijakan yang efektif, memperkuat sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), meningkatkan investasi, serta memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.

 

Selain pencanangan Sensus Ekonomi 2026, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peluncuran program Desa Cantik 2026. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas pemerintah desa dalam mengelola dan memanfaatkan data sebagai dasar perencanaan pembangunan yang lebih terukur.

Baca Juga: Bupati Erwin Tutup MTQ ke-15 Palasa, Perkuat Semangat Cinta Al-Qur'an di Tengah Masyarakat

Tahun ini, tiga desa di Kecamatan Parigi Selatan ditetapkan sebagai sasaran pembinaan, yakni Desa Tindaki, Desa Nambaru, dan Desa Olobaru. 

 

Melalui program tersebut, desa didorong untuk memiliki tata kelola data yang lebih baik sehingga mampu mengenali permasalahan, mengevaluasi program, dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki.

 

Bupati Erwin Burase menilai pengelolaan data yang baik akan membantu pemerintah desa dalam merancang program pembangunan yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Bupati Erwin Tegaskan Komitmen Tekan Pengangguran

Di sisi lain, dukungan terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 juga datang dari sektor perbankan. Branch Office Head BRI Cabang Parigi, I Dewa K. Yudyadana, menegaskan bahwa sensus ekonomi memiliki peran penting dalam memetakan kondisi riil dunia usaha, khususnya sektor UMKM yang selama ini menjadi penggerak utama ekonomi daerah.

 

“Kami sangat mendukung kegiatan yang dilakukan BPS Parigi. Data sensus ekonomi ini krusial untuk memotret struktur ekonomi riil, khususnya UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah,” ujarnya.

 

Menurutnya, validitas dan akurasi data usaha menjadi faktor penting dalam mendukung penyusunan kebijakan pemerintah maupun strategi penyaluran kredit perbankan agar lebih tepat sasaran. Sebagai bank yang fokus pada pembiayaan UMKM, BRI berkepentingan terhadap tersedianya data ekonomi yang komprehensif untuk memperkuat inklusi keuangan dan sektor produktif masyarakat.

Baca Juga: Bupati Erwin Burase Hadiri Tahlilan 40 Hari Wakil Ketua DPRD Morowali

Sensus Ekonomi 2026 sendiri merupakan pendataan lengkap terhadap seluruh unit usaha nonpertanian di Indonesia. Data yang dihimpun mencakup jumlah unit usaha, tenaga kerja, omzet, hingga sebaran sektor ekonomi yang nantinya menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan nasional maupun daerah.

 

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, BPS, pemerintah desa, pelaku usaha, sektor perbankan, dan masyarakat, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 serta Desa Cantik 2026 diharapkan mampu menghasilkan data yang berkualitas, akurat, dan terpercaya sebagai fondasi pembangunan ekonomi Parigi Moutong yang lebih inklusif dan berkelanjutan. ***

Editor : Talib
#sensu ekonomi 2026 #umkm prigi #desa cantik #parigi moutong #Ekonomi Digital