Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Gempa Sigi: 550 KK Terdampak, Air Bersih dan Tenda Jadi Kebutuhan Mendesak Warga Nokilalaki

Muhammad Awaludin • Rabu, 17 Juni 2026 | 14:24 WIB
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid meninjau langsung wilayah terdampak gempa di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Rabu (17/6/2026), sekaligus memastikan kebutuhan darurat warga segera terpenuhi. (Pemprov Sulteng)
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid meninjau langsung wilayah terdampak gempa di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Rabu (17/6/2026), sekaligus memastikan kebutuhan darurat warga segera terpenuhi. (Pemprov Sulteng)

RADAR PALU – Kebutuhan air bersih dan tenda darurat menjadi persoalan paling mendesak yang dihadapi warga di lima desa terdampak gempa bumi di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi. Kondisi itu terungkap saat Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, turun langsung meninjau lokasi bencana, Rabu (17/6/2026).

Lima desa yang dikunjungi yakni Desa Bulili, Sopu, Kadidia, Kamarora A, dan Kamarora B. Dalam kunjungan tersebut, Gubernur didampingi Kapolda Sulawesi Tengah, Pangdam, perwakilan BNPB Pusat, Danrem, serta unsur Forkopimda lainnya.

Selain meninjau kondisi lapangan, rombongan juga menggelar pertemuan bersama para kepala desa untuk menyerap langsung kebutuhan warga yang terdampak gempa. 

Baca Juga: Gempa Berpusat di Sigi, Relawan PKS Langsung Terjun Asessment dan Salurkan Bantuan

Hasil rapat menunjukkan sebagian besar masyarakat masih memilih bertahan di sekitar rumah mereka. Namun, trauma akibat gempa membuat banyak warga enggan kembali tidur di dalam rumah dan lebih memilih tinggal di tenda darurat.

"Kebutuhan utama masyarakat saat ini adalah tenda karena mereka masih takut berada di dalam rumah. Selain itu, mereka membutuhkan air bersih karena sejumlah sumber air tertutup material longsor," kata Anwar Hafid.

Menurutnya, kebutuhan lain yang juga mendesak adalah obat-obatan, selimut, dan perlengkapan bagi anak-anak. Pemerintah pun bergerak cepat menyiapkan bantuan darurat untuk memenuhi kebutuhan tersebut. 

Baca Juga: Gempa 6,7 SR Guncang Torue, Sejumlah Rumah Alami Kerusakan, Polisi Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa

Pemprov Sulawesi Tengah memastikan akan menyalurkan 550 unit tenda terpal ke wilayah terdampak. Jumlah tersebut bahkan disiapkan lebih banyak dari kebutuhan saat ini sebagai langkah antisipasi apabila situasi berkembang.

Selain tenda, pemerintah juga menyalurkan sekitar 650 paket sembako untuk warga terdampak. Data sementara menunjukkan sedikitnya 550 kepala keluarga mengalami dampak pada tempat tinggal mereka akibat gempa.

Sementara itu, persoalan air bersih menjadi perhatian khusus pemerintah. Sejumlah sumber mata air warga dilaporkan tertutup longsoran tanah sehingga distribusi air terganggu.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi melalui Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (Cikasda) akan mengirim pasokan air bersih setiap hari hingga sumber air masyarakat kembali berfungsi normal.

"Insya Allah sore ini seluruh kebutuhan darurat akan kami siapkan. Yang paling penting saat ini adalah memastikan masyarakat selamat dan kebutuhan dasar mereka terpenuhi," tegasnya.

Dari lima desa yang terdampak, Desa Kamarora B menjadi wilayah dengan kondisi paling berat. Trauma bencana masih sangat terasa di tengah masyarakat. Bahkan, seorang ibu dilaporkan harus menjalani proses persalinan di tenda darurat karena masih dihantui ketakutan akibat gempa.

Di sisi lain, pemerintah juga mulai melakukan asesmen terhadap rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan. Pendataan dilakukan untuk menentukan kategori kerusakan, baik rusak ringan maupun rusak berat.

Baca Juga: Gempa 6,7 SR Guncang Torue, Sejumlah Rumah Alami Kerusakan, Polisi Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa

Hasil asesmen tersebut nantinya akan menjadi dasar penyusunan program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Anwar Hafid juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. Meski demikian, warga diminta tidak panik karena berdasarkan informasi BMKG, aktivitas gempa susulan menunjukkan tren yang terus melemah. 

Baca Juga: Polres Sigi Gerak Cepat Tangani Korban Gempa

"Pemerintah meminta masyarakat tetap waspada saat beraktivitas. Namun tidak perlu panik karena informasi BMKG menunjukkan gempa susulan semakin melemah dan mudah-mudahan segera berakhir," ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah juga telah meliburkan sementara kegiatan belajar mengajar di wilayah terdampak. Penanganan darurat terus dilakukan oleh pemerintah bersama seluruh unsur terkait hingga kondisi masyarakat kembali aman dan aktivitas warga dapat berjalan normal kembali.***

Editor : Muhammad Awaludin
#Nokilalaki #Bantuan Pascagempa #Anwar Hafid #sulawesi tengah #gempa sigi