RADARPALU - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah, sekitar pukul 11.27 WITA, Selasa (16/6), meninggalkan kisah haru dari Desa Kamarora B, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi.
Seorang bocah berusia empat tahun bernama Sean mengalami patah kaki kiri dan luka pada bagian paha setelah tertimpa reruntuhan bangunan gilingan padi saat gempa terjadi.
Saat kejadian, Sean tengah beristirahat di gudang gilingan padi bersama ibu dan neneknya. Ketika guncangan kuat mengguncang wilayah tersebut, ibu dan nenek Sean berusaha melindungi bocah itu dengan memeluknya di tengah runtuhan bangunan.
Akibatnya, keduanya justru tertimpa tembok pada bagian kepala dan mengalami luka yang cukup serius. Sementara Sean mengalami patah pada kaki kiri serta luka di bagian paha akibat tertusuk paku di lokasi kejadian.
Ayah Sean, Simon, mengaku saat gempa terjadi dirinya sedang bekerja mengoperasikan traktor di sawah yang berjarak sekitar satu kilometer dari rumahnya.
Menurut Simon, guncangan yang sangat kuat membuat dirinya terombang-ambing saat berada di sawah. Merasa gempa yang cukup kuat, ia langsung meninggalkan pekerjaannya dan bergegas pulang.
Baca Juga: Geger Gempa M 6,7 Guncang Palu, Pria Ini Malah Asyik Mancing di Tepi Laut
“Saya langsung pulang karena perasaan tidak enak. Saat tiba di rumah, istri, ibu mertua, dan Sean sudah dievakuasi ke rumah,” ujarnya.
Simon mengatakan istrinya dan nenek Sean kemudian dilarikan ke Puskesmas Nokilalaki di Desa Kamarora A untuk mendapatkan perawatan medis.
Ia menuturkan saat gempa terjadi kondisi listrik sempat padam dan jaringan telepon seluler terganggu. Selain itu, banyak bangunan warga di sekitar lokasi mengalami kerusakan hingga roboh akibat guncangan kuat.
“Sekitar satu jam kami masih bertahan di rumah sebelum ambulans datang,” katanya.
Hingga menjelang sore hari, Simon masih menemani Sean di IGD RSUD Torabelo. Sementara istri dan nenek Sean menurutnya menjalani perawatan di Puskesmas Nokilalaki.
"Rencana tadi mau dirujuk juga ke Torabelo, tapi tidak cukup mobil," tutupnya.(*)
Editor : Mugni Supardi