Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Gubernur Sulteng Anwar Hafid Batalkan Hadiri FGD DPD RI, Pilih Tinjau Korban Gempa M 6,7 di Sigi

Talib • Selasa, 16 Juni 2026 | 17:36 WIB
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid membatalkan kehadirannya sebagai narasumber FGD DPD RI di Jakarta dan memilih kembali ke Palu untuk memimpin penanganan dampak gempa bumi magnitudo 6,7 yang mengguncang sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah.
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid membatalkan kehadirannya sebagai narasumber FGD DPD RI di Jakarta dan memilih kembali ke Palu untuk memimpin penanganan dampak gempa bumi magnitudo 6,7 yang mengguncang sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah.

RADAR PALU – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid memutuskan membatalkan kehadirannya sebagai narasumber dalam Forum Group Discussion (FGD) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI yang dijadwalkan berlangsung di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

 

Keputusan tersebut diambil setelah gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,7 mengguncang sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026) pukul 11.27 WITA. 

 

Gempa dirasakan di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala, Parigi Moutong hingga Poso.

Baca Juga: Wagub Sulteng Tinjau Korban Gempa Sigi, Pastikan Penanganan Darurat Berjalan

Anwar Hafid yang sedianya menjadi salah satu narasumber bersama sejumlah gubernur se-Indonesia dalam forum bertema “Reformulasi Desain Desentralisasi Politik: Menuju Asimetrisme dan Tata Kelola Pemerintahan yang Efektif” itu memilih segera kembali ke Palu untuk memastikan penanganan warga terdampak berjalan optimal.

 

“Malam ini saya segera kembali ke Palu dan sudah membatalkan hadir dalam acara FGD DPD RI itu. Besok pagi saya langsung ke lokasi masyarakat yang paling terdampak dan melihat langsung kondisi korban akibat gempa bumi hari ini,” kata Anwar Hafid kepada wartawan.

 

Menurut informasi yang diterimanya dari Bupati Sigi Muhammad Rizal Intjenae melalui sambungan video call, wilayah Kamarora 1 dan Kamarora 2 di Kabupaten Sigi menjadi daerah yang mengalami dampak paling parah akibat gempa tersebut.

Baca Juga: 1 Muharram 1448 H Membaca Hijrah dengan Kacamata Teologi Islam Kontemporer

Menindaklanjuti laporan itu, Anwar Hafid langsung menginstruksikan Bupati Sigi bersama Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah, Asbudianto, untuk segera turun ke lapangan guna melakukan penanganan darurat dan pendataan kebutuhan masyarakat.

 

Selain itu, Gubernur juga memerintahkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk bergerak cepat. 

 

Dinas Sosial diminta memastikan ketersediaan kebutuhan logistik dan konsumsi bagi warga terdampak, sementara BPBD bertugas menyiapkan tenda pengungsian, penyediaan air bersih, pembentukan dapur umum, serta pendataan rumah-rumah yang mengalami kerusakan maupun korban terdampak.

Baca Juga: Gempa M 6,7 Guncang Parigi Moutong, BPBD Catat Belasan Gempa Susulan dan Kerusakan Rumah Warga

Anwar Hafid menegaskan bahwa keselamatan dan kebutuhan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah daerah dalam situasi darurat bencana.

 

Ia juga mengimbau masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya warga di wilayah terdampak, agar tetap tenang dan tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

 

“Mari kita selalu berdoa kepada Allah SWT agar bencana ini segera berlalu dan seluruh masyarakat diberikan perlindungan. Kami berharap masyarakat tetap tenang, tidak panik, tetapi selalu waspada. Kepada seluruh petugas yang telah diberi amanah, saya minta bekerja maksimal membantu masyarakat yang terdampak langsung,” ujarnya.

Baca Juga: Warga Panik Teringat Tragedi 2018, BMKG Ungkap Sesar Sausu Jadi Pemicu Gempa M6,7

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah saat ini terus melakukan koordinasi lintas sektor untuk memastikan proses tanggap darurat berjalan cepat dan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi. ***

Editor : Talib
#FGD DPD RI #Anwar Hafid #gubernur sulteng #Gempa Sulteng #gempa sigi