RADAR PALU – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan menyusul gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada Selasa, 16 Juni 2026.
Berdasarkan informasi yang dirilis pemerintah daerah melalui siaran pers resmi, gempa terjadi pada pukul 11.27 WITA. Titik gempa berada di sekitar wilayah Kabupaten Parigi Moutong pada koordinat 1.039237 Lintang Selatan dan 120.231180 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.
Getaran gempa dilaporkan dirasakan hingga sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah, termasuk Kota Palu dan Kabupaten Sigi.
Baca Juga: Mahasiswa Papua yang Mengkritik Mentan Amran Justru Dapat Bantuan untuk Ibunya
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong melalui Bupati Erwin Burase dan Wakil Bupati Abdul Sahid meminta masyarakat tidak panik serta tetap mengikuti informasi resmi dari instansi berwenang terkait perkembangan situasi pascagempa.
"Selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan," demikian imbauan yang disampaikan dalam rilis resmi pemerintah daerah.
Hingga siaran pers tersebut diterbitkan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi sekitar 15 kali gempa susulan atau aftershock di wilayah terdampak.
Baca Juga: Gempa M 6,7 Guncang Sulteng, PLN Pulihkan 84 Persen Pelanggan Terdampak dalam Hitungan Jam
Rangkaian gempa susulan tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena berpotensi memengaruhi kondisi bangunan yang telah mengalami kerusakan akibat gempa utama.
Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong saat ini masih melakukan asesmen di lapangan untuk mendata dampak kerusakan yang ditimbulkan.
Berdasarkan laporan sementara, kerusakan rumah warga tercatat di beberapa lokasi, antara lain:
Kecamatan Torue, Desa Torue:
Dusun I: 1 unit rumah
Dusun II: 2 unit rumah
Dusun III: 1 unit rumah
Dusun IV: 1 unit rumah
Dusun V Desa Tolai: 1 unit rumah
Dusun IV Desa Boyantongo, Kecamatan Parigi Selatan: 1 unit rumah
Data tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses pendataan yang terus dilakukan oleh petugas di lapangan.
Baca Juga: Warga Panik Teringat Tragedi 2018, BMKG Ungkap Sesar Sausu Jadi Pemicu Gempa M6,7
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong juga mengeluarkan sejumlah imbauan kepada masyarakat sebagai langkah antisipasi menghadapi kemungkinan gempa susulan.
Warga diminta untuk tetap tenang dan waspada, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali beraktivitas di dalam rumah, serta menjauhi bangunan yang mengalami retakan karena berpotensi roboh dan membahayakan keselamatan.
Selain itu, masyarakat diminta memastikan jalur evakuasi tetap aman dan tidak terhalang apabila sewaktu-waktu diperlukan evakuasi darurat.
Warga juga dianjurkan tidak berada di dalam bangunan saat terjadi gempa susulan, tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya, serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BNPB, pemerintah daerah, dan BPBD.
Pemerintah daerah meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan kerusakan bangunan atau adanya korban jiwa agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat.
BPBD Kabupaten Parigi Moutong juga membuka layanan pengaduan melalui call center 0811-4530-414.
Pemerintah menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dengan pesan, "Tetap tenang, tetap siaga, selamatkan diri dan keluarga."***
Editor : Muhammad Awaludin