RADAR PALU – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menginstruksikan seluruh kepala daerah di wilayah terdampak gempa bumi magnitudo 6,7 untuk bergerak cepat melakukan evakuasi korban, mendirikan posko darurat, hingga menyiapkan dapur umum bagi masyarakat.
Instruksi tersebut disampaikan Anwar melalui akun media sosial pribadinya saat berada di Jakarta menjalankan agenda pemerintahan, Selasa (16/6/2026). Meski berada di luar daerah, Anwar mengaku terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan jajaran pemerintah daerah serta tim tanggap darurat di Sulawesi Tengah.
Dalam pesannya, Anwar secara khusus meminta kepala daerah di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala, Parigi Moutong, dan Poso untuk segera mengambil langkah-langkah penanganan darurat menyusul masih terjadinya gempa susulan hingga sore hari.
Baca Juga: Gempa M 6,7 Guncang Sigi, Enam Warga Terluka dan Puluhan Rumah Rusak
"Kepada para kepala daerah, wali kota dan bupati khususnya Kota Palu, Sigi, Donggala, Parigi Moutong, dan Poso yang berada di sekitar pusat gempa untuk segera melakukan evakuasi dan penanganan terhadap korban," ujar Anwar.
Menurutnya, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam situasi darurat bencana. Korban yang mengalami luka-luka diminta segera mendapatkan pelayanan kesehatan sebelum pemerintah menyiapkan kebutuhan dasar lainnya.
Anwar juga meminta pemerintah kabupaten dan kota segera mendirikan posko darurat sebagai tempat penampungan sementara bagi warga yang rumahnya terdampak maupun masyarakat yang memilih mengungsi karena khawatir terhadap gempa susulan.
Baca Juga: Palu Diguncang Gempa M 6,7, Warga Serbu SPBU Karena Panik Trauma Bencana 2018 Terulang!
Selain itu, ia menginstruksikan agar dapur umum segera dibuka sehingga kebutuhan pangan warga terdampak dapat terpenuhi selama masa tanggap darurat.
"Kalau ada korban luka-luka dan sebagainya itu dulu yang ditangani. Kemudian dibuatkan posko sehingga ada tempat penampungan sementara. Selanjutnya segera kita buatkan dapur umum agar masyarakat secepatnya merasa tenang," tegasnya.
Di tengah situasi tersebut, Anwar mengimbau masyarakat Sulawesi Tengah agar tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi. Ia meminta warga hanya mengikuti informasi resmi yang disampaikan pemerintah dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Menurut Anwar, sejak gempa terjadi dirinya terus berkomunikasi dengan kepala daerah dan tim penanganan bencana di lapangan untuk memastikan respons cepat berjalan dengan baik.
Ia juga memastikan akan segera kembali ke Sulawesi Tengah pada malam hari untuk melihat langsung kondisi wilayah terdampak dan memastikan penanganan darurat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
"Insyaallah malam ini saya akan kembali ke Sulawesi Tengah dan langsung meninjau kondisi di lokasi terdampak," katanya.
Baca Juga: Plafon Lobi Kantor Bupati Sigi Ambruk Diguncang Gempa M 6,7, Dinding Bangunan Ikut Retak
Anwar mengajak seluruh masyarakat untuk saling menguatkan dan membantu sesama di tengah situasi bencana. Ia berharap seluruh daerah terdampak dapat segera pulih dan masyarakat tetap berada dalam kondisi aman.
"Mari kita saling menguatkan dan berdoa agar Sulawesi Tengah senantiasa dalam lindungan Allah SWT," tutupnya.
Diketahui, gempa bumi magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Kabupaten Sigi dan Kota Palu pada Selasa siang. Hingga sore hari, BMKG masih mencatat puluhan gempa susulan, sementara pemerintah daerah terus melakukan pendataan korban serta kerusakan bangunan di sejumlah wilayah terdampak.***
Editor : Muhammad Awaludin