RADAR PALU – Peristiwa seorang balita yang jenazahnya terpaksa diantar menggunakan sepeda motor di Kecamatan Bulagi, Kabupaten Banggai Kepulauan, memunculkan pertanyaan besar mengenai kesiapan layanan dasar di wilayah pedesaan. Di tengah upaya peningkatan pelayanan publik, kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa masih ada kebutuhan mendasar masyarakat yang belum sepenuhnya terjangkau.
Ketua Komisi IV DPRD Sulawesi Tengah, Hidayat Pakamundi, menilai peristiwa tersebut tidak boleh dipandang sebagai kasus biasa. Menurutnya, kejadian itu menjadi momentum untuk mengevaluasi ketersediaan sarana transportasi jenazah, khususnya di daerah yang memiliki keterbatasan fasilitas.
Peristiwa yang terjadi di Kecamatan Bulagi itu menjadi perhatian publik setelah keluarga balita terpaksa menggunakan sepeda motor untuk mengantar jenazah karena tidak tersedia kendaraan khusus. Ambulans yang ada di wilayah tersebut disebut hanya diperuntukkan bagi pelayanan pasien sakit.
Baca Juga: Pemkab Matangkan Kunjungan Tim Kementerian Transmigrasi, Parimo Bersiap Masuk PSN
Pelayanan Publik Harus Menjangkau Situasi Kedukaan
Hidayat mengatakan pelayanan pemerintah tidak hanya dibutuhkan saat masyarakat menghadapi kondisi darurat kesehatan, tetapi juga ketika menghadapi situasi kedukaan.
Menurutnya, negara harus hadir dalam setiap aspek pelayanan dasar, termasuk menyediakan fasilitas yang memungkinkan proses pengantaran jenazah berlangsung secara layak dan manusiawi.
Baca Juga: Pemkab Buol Peringati Hari Lahir Pancasila
Ia menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut dan berharap kondisi serupa tidak lagi terulang di kemudian hari.
"Ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Jangan sampai masyarakat kembali menghadapi situasi seperti ini," ujarnya saat dimintai tanggapan, Selasa (2/6/2026).
Kebutuhan Ambulans Jenazah Masih Jadi Tantangan
Menurut Hidayat, pemerintah di berbagai tingkatan perlu melakukan pemetaan kebutuhan fasilitas transportasi kesehatan dan pengangkutan jenazah hingga ke wilayah kecamatan dan desa.
Ia menjelaskan bahwa pada sejumlah instansi terdapat aturan yang membatasi penggunaan ambulans kesehatan hanya untuk pelayanan pasien. Karena itu, kebutuhan akan ambulans atau kendaraan khusus jenazah perlu mendapat perhatian tersendiri.
Keberadaan kendaraan khusus tersebut dinilai penting untuk memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang layak tanpa harus menghadapi kesulitan tambahan saat berada dalam kondisi berduka.
Baca Juga: Pemda Morowali Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila
Momentum Evaluasi bagi Pemerintah Daerah
Lebih jauh, Hidayat menegaskan dirinya tidak ingin menyalahkan pihak tertentu karena tidak mengetahui secara langsung seluruh kronologi kejadian di lapangan. Namun, ia menilai kasus tersebut harus menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah.
Menurutnya, pemerintah provinsi, kabupaten, kecamatan hingga desa perlu memperkuat koordinasi dalam penyediaan sarana pelayanan publik yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
Ia menilai persoalan ini bukan sekadar menyangkut ketersediaan kendaraan, tetapi juga berkaitan dengan aspek kemanusiaan dan tanggung jawab pelayanan kepada rakyat.
Wilayah Terpencil Perlu Perhatian Khusus
Kabupaten Banggai Kepulauan yang terdiri dari wilayah kepulauan memiliki tantangan tersendiri dalam penyediaan layanan publik. Jarak antarwilayah serta keterbatasan sarana transportasi kerap menjadi kendala dalam memberikan pelayanan yang cepat dan memadai kepada masyarakat.
Karena itu, Hidayat berharap kejadian di Bulagi dapat menjadi pelajaran penting bagi seluruh pemerintah daerah untuk memperkuat layanan kesehatan dan transportasi jenazah hingga menjangkau daerah-daerah terpencil.
Menurutnya, kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan masyarakat, terutama pada saat mereka membutuhkan bantuan dalam kondisi sulit.
"Kita harus peduli dan memastikan kebutuhan masyarakat dapat difasilitasi dengan baik. Jangan sampai kejadian seperti ini kembali terulang," tegasnya.***
Editor : Muhammad Awaludin