RADAR PALU – Tidak semua orang memiliki jabatan. Tidak semua orang memiliki kewenangan. Namun setiap orang memiliki pilihan untuk peduli. Ketika banyak orang hanya menunggu, Fauzan Mamala memilih bertindak.
Muh. Fauzan Ari Nugraha, demikian nama lengkap Fauzan Mamala. Sosoknya kini menjadi magnet penyemangat bagi kaum muda di Morowali Utara. Mungkin juga menjadi trigger kepada orang-orang di atas usianya untuk mulai peduli, tanpa pamrih.
Pria itu mulai menyita perhatian saat dia hadir mengatasi krisis air bersih. Padahal dia masih muda, usianya baru 25 tahun. Belum pula menikah. Tapi yang dilakukannya belum pernah disamai pemuda lain ada di daerah itu.
Baca Juga: Tujuh Kali WTP Beruntun, Tata Kelola Keuangan Morut Makin Kuat
Jadi ceritanya begini, di pemukiman warga antara Kampung Bugis, Kelurahan Kolonodale dengan Desa Korolaki, warga kesulitan mendapatkan pasokan air bersih. Kawasan itu masuk wilayah Kecamatan Petasia. Tentu saja masih di Sulawesi Tengah.
Alih-alih datang hanya mendengar keluhan warga, Fauzan malah langsung bertindak. Katanya siap memberikan ratusan batang pipa. Tujuannya untuk membuka akses sumber air baru. Memang, tindakan itu yang selama ini menjadi harapan warga.
Sebelum pembangunan jaringan pipa itu dimulai, Fauzan lebih dahulu merespons kondisi darurat yang dihadapi warga. Dia langsung mengerahkan tiga armada pemadam kebakaran. Tak perlu lama, unit itu langsung datang untuk mendistribusikan air bersih ke pemukiman tersebut.
Baca Juga: Pemkab Morut Lindungi 34 Ribu Pekerja Rentan Melalui BPJS Ketenagakerjaan
Solusi itu mungkin terlihat sederhana. Namun bagi warga yang kesulitan mendapatkan air, Fauzan ini menjadi penolong. Dia benar-benar membantu di tengah situasi yang sesak untuk diceritakan.
Beres dengan suplai air bersih, Fauzan lantas mendistribusikan 100 batang pipa PVC ukuran 2 inci kepada warga. Ini menjadi langkah awal pembangunan jaringan air bersih sepanjang kurang lebih 1,6 kilometer dari sumber mata air baru menuju permukiman warga.
Tak lama setelah bantuan tiba, masyarakat langsung bergotong royong membuka jalur dan memasang pipa. Di bawah terik matahari, warga bekerja bersama. Sejalan itu, 300 batang pipa ukuran 1,5 inci disiapkan untuk melanjutkan pekerjaan jaringan air tersebut.
Baca Juga: Wabup Morut Ingatkan Operator SIKS-NG Tidak Manipulasi Penerima Bansos
Masyarakat menyebut bantuan itu bukan sekadar pipa. Bantuan ini adalah harapan yang akhirnya menemukan jalan. Warga ingin membuktikan keikhlasan pemuda tersebut tidak sia-sia dengan tangan mereka sendiri.
"Yang terpenting pekerjaan ini bisa berjalan dengan baik dan masyarakat merasakan manfaatnya. Semoga semangat gotong royong ini tetap terjaga sampai jaringan air bersih selesai dibangun," kata Fauzan.
Nama Fauzan Mamala, memang semakin sering diperbincangkan masyarakat Morowali Utara. Jejak digitalnya terlalu banyak untuk diabaikan.
Baca Juga: Dinkes Morut Tingkatkan Kewaspadaan Hantavirus, Pengawasan Pelabuhan dan Perjalanan Diperketat
Namun kepedulian sosial yang dia tunjukkan hari ini, ternyata bukan sesuatu yang baru muncul setelah dia dikenal sebagai pengusaha.
Ayahnya, Mukhlis Dg Mamala, mengenang Fauzan yang sejak kecil sudah memiliki kebiasaan membantu orang lain.
Bahkan saat masih duduk di bangku SMP, Fauzan sering mengambil beras di rumah untuk diberikan kepada warga yang membutuhkan.
Baca Juga: Pembangunan Tanpa Fotosintesis: Kegagalan Kehalifahan
Ketika mulai memperoleh penghasilan sendiri, dia lebih sering menggunakan uangnya untuk berbagi daripada memenuhi keinginan pribadi.
Bahkan setelah rejekinya bertambah, Fauzan menyisihkan penghasilannya untuk membeli 10 ekor sapi kurban menjelang hari raya Iduladha 1446 Hijriah.
Di tahun ini, Iduladha 1447 Hijriah, sapi kurban dari Fauzan bertambah menjadi 12 ekor.
Tak hanya itu, menjelang Idul Fitri 2026, dia menyalurkan 1.000 paket parcel Lebaran kepada masyarakat di 10 kecamatan.
Bantuan tersebut menyasar lansia dan janda yang membutuhkan. Selain parcel, mereka juga menerima bantuan uang tunai.
Di waktu yang sama, Fauzan memfasilitasi keberangkatan 17 warga Morowali Utara untuk menunaikan ibadah umroh. Tentu saja kesempatan mengunjungi Tanah Suci merupakan impian yang telah mereka simpan selama bertahun-tahun.
Cerita ayahnya itu menggambarkan bahwa kepedulian sosial yang Fauzan lakukan saat ini adalah karakter yang tumbuh sejak usia muda. Setelah itu, masih makin banyak kepedulian yang dia buktikan.
Tidak semua warga mampu menanggung biaya transportasi saat harus membawa anggota keluarga ke rumah sakit. Apalagi mengantar jenazah ke tempat peristirahatan terakhir.
Kondisi itulah yang mendorong Fauzan menghadirkan program ambulans gratis untuk masyarakat Morowali Utara. Seluruh kebutuhan operasional, mulai dari bahan bakar hingga honor pengemudi, ditanggung secara pribadi.
Bagi sebagian orang, ambulans hanya kendaraan. Namun bagi keluarga yang sedang menghadapi situasi sulit, kehadiran ambulans itu sering kali menjadi pertolongan yang sangat berarti.
Untuk menjaga keberlangsungan layanan ini, Fauzan mengalokasikan anggaran Rp10 juta setiap bulan. Hingga kini, layanan tersebut terus beroperasi setiap ada warga yang kesulitan biaya.
Selain aktif dalam kegiatan sosial, Fauzan dikenal sebagai sosok yang memiliki perhatian besar terhadap perkembangan olahraga di Morowali Utara.
Dia tercatat telah berkontribusi hingga Rp1 miliar untuk mendukung berbagai kegiatan olahraga.
Pada ajang Motor Grass Track Morowali Utara 2025, dia bahkan menyumbangkan dana pribadi sebesar Rp100 juta guna menyukseskan pelaksanaan kompetisi tersebut.
Kepeduliannya terhadap olahraga juga diwujudkan melalui pembentukan tim motor trail yang menaungi 21 rider dari berbagai daerah. Dia menyediakan lima unit motor balap untuk mendukung pembinaan atlet muda.
Tim tersebut mayoritas beranggotakan pembalap asal Morowali Utara, serta diperkuat rider dari Masamba, Palopo, dan seorang rider putri tingkat nasional asal Bandung.
Tim ini aktif mengikuti berbagai kompetisi bergengsi hingga ke Sulawesi Selatan dan dikenal sebagai langganan juara, Baik dalam kategori 10 finisher tercepat maupun tantangan tanjakan berhadiah. Sejumlah rider seperti Rafiq Rifaldi, Idhiel Chupenk, dan Ifhul kerap menyumbangkan prestasi bagi tim.
Berbagai kontribusi sosial dan olahraga yang dilakukan Lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Publik (STIAP) ini mendapat pengakuan di tingkat nasional.
Pada Januari 2026, Fauzan Mamala menerima penghargaan Indonesia Innovation Excellence Award 2026 kategori Most Inspiring Figure in Sports and Social Society.
Penghargaan yang diselenggarakan One Magazine Indonesia di Bali tersebut menjadikan Fauzan sebagai salah satu penerima penghargaan termuda di tingkat nasional.
Dia dinilai berhasil memadukan kesuksesan bisnis dengan kepedulian sosial. Ini juga menjadi inspirasi bagi generasi muda melalui berbagai program kemasyarakatan dan pembinaan olahraga.
Selain itu, Fauzan ternyata aktif menciptakan peluang kerja bagi pemuda Morowali Utara melalui perusahaan miliknya, PT Mamala Muda Perkasa.
Dari membantu warga menghadapi krisis air bersih, menyediakan ambulans gratis, memberangkatkan warga umroh, hingga membina atlet muda, kiprahnya menunjukkan upaya nyata dalam mendorong pembangunan sosial dan kepemudaan di daerah
Saat ini, Fauzan Mamala menjabat Wakil Ketua Umum BPC HIPMI Morowali Utara. Kemudian mencoba dunia politik melalui Bidang Pemuda dan Olahraga pada DPD II Partai Golkar di daerahnya.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin