Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

TMMD ke-128 Ubah Wajah Sausu Trans, Jalan 5 Kilometer Jadi Akses Harapan Warga

Wahono. • Selasa, 26 Mei 2026 | 15:33 WIB
Proses pemadatan jalan yang menajdi sasaran kegiatan TMMD di wilayah Sausu Trans.
Proses pemadatan jalan yang menajdi sasaran kegiatan TMMD di wilayah Sausu Trans.

 

RADAR PALU- Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 yang dilaksanakan Kodim 1306/Kota Palu membawa perubahan besar bagi masyarakat Desa Sausu Trans, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong. Selama 30 hari pelaksanaan kegiatan, berbagai pembangunan fisik dan nonfisik berhasil diwujudkan untuk meningkatkan kesejahteraan warga di wilayah yang berada di sekitar garis khatulistiwa tersebut.

 

Salah satu hasil yang paling dirasakan masyarakat adalah pembangunan dan pengerasan jalan sepanjang 5 kilometer yang membelah kawasan perkebunan warga. Jalan yang sebelumnya dikenal sulit dilalui, terutama saat musim hujan karena berlumpur dan licin, kini berubah menjadi akses transportasi yang lebih layak.

 

Perbaikan infrastruktur tersebut memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya para petani durian, nilam, dan komoditas perkebunan lainnya. Kendaraan pengangkut hasil panen kini dapat melintas dengan lebih mudah tanpa khawatir terjebak lumpur seperti yang kerap terjadi sebelumnya.

 

Baca Juga: Siswa Berprestasi Sulteng Terima Reward Dana Pembinaan dari Disdik

 

Komandan Satgas TMMD ke-128 Kodim 1306/Kota Palu, Kolonel Inf Yudhi Hendro Prasetyo, mengatakan pemilihan Desa Sausu Trans sebagai lokasi TMMD dilakukan melalui proses musyawarah bersama pemerintah daerah dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat setempat.

 

“Penentuan lokasi TMMD dilakukan melalui musyawarah bersama pemerintah daerah dengan prioritas wilayah yang masih tergolong pra-sejahtera. TMMD bukan sekadar membangun sarana fisik, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan ketahanan sosial masyarakat,” kata Yudhi.

 

Selain pembangunan jalan, program unggulan TNI AD Manunggal Air Bersih juga direalisasikan melalui pembangunan lima titik sumur bor yang kini menjadi sumber air bersih bagi masyarakat. Kehadiran fasilitas tersebut menjawab kebutuhan warga yang selama ini mengalami kesulitan mendapatkan air bersih saat musim kemarau.

 

Salah seorang warga, Sadewo, mengaku bersyukur atas pembangunan sumur bor yang dinilai sangat membantu kebutuhan sehari-hari masyarakat.

 

“Pembangunan sumur bor ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan air bersih warga, khususnya di Desa Sausu Trans,” ujarnya.

 

Baca Juga: Sulawesi Tengah Raih Indeks Kerukunan Tinggi Nasional, Ketua FKUB Sulteng: Ini Buah Kerja Keras Semua Pihak

 

Program TMMD juga menyasar sektor perumahan melalui renovasi lima unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi hunian semi permanen yang lebih sehat dan layak ditempati. Salah satu penerima manfaat adalah Maryoto (50), seorang petani yang kini dapat tinggal di rumah yang lebih aman dan nyaman bersama keluarganya.

 

Tak hanya itu, Satgas TMMD juga membangun lima unit MCK umum, membuka lahan ketahanan pangan seluas satu hektare, membagikan 100 paket penanganan stunting, serta memberikan layanan kesehatan gratis kepada 100 warga.

 

Pada sektor nonfisik, berbagai kegiatan penyuluhan digelar untuk meningkatkan kapasitas masyarakat. Materi yang diberikan meliputi mitigasi bencana, kesehatan dan keluarga berencana, pencegahan stunting, wawasan kebangsaan, bela negara, hukum dan keamanan masyarakat, hingga ketahanan pangan.

Sementara Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, menilai program TMMD tidak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat kualitas sumber daya manusia di desa.

 

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran TNI dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah pedesaan. Sinergi materiil dan non-materiil inilah yang sesungguhnya menyelamatkan masa depan generasi kita di daerah keterbatasan akses,” kata Erwin.

 

Untuk memastikan seluruh program berjalan sesuai perencanaan, Tim Pengawasan dan Pemeriksaan (Wasrik) turut melakukan peninjauan langsung ke seluruh sasaran kegiatan. Ketua Tim Wasrik, Kolonel Inf Heri BW, menegaskan bahwa pengawasan dilakukan agar seluruh pekerjaan fisik maupun nonfisik terlaksana secara maksimal dan tepat sasaran.

 

Baca Juga: Bukan Hanya Mengurangi Limbah Pakaian, RE3 FOR-E PNM Turut Mengalirkan Manfaat bagi Usaha Nasabah Laundry

 

“Program TMMD ini bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga bentuk kemanunggalan TNI dengan rakyat. Karena itu, kami ingin memastikan semuanya berjalan maksimal dan tepat sasaran,” tegasnya.

 

Rangkaian kegiatan TMMD ke-128 resmi ditutup dalam upacara yang dipimpin Pangdam XXIII/Palaka Wira, Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, di Desa Sausu Trans.

 

Pada kesempatan itu, Pangdam menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong atas dukungan anggaran dan kolaborasi yang terjalin selama pelaksanaan program.

“Proyek fisik ini bisa saja selesai dalam tiga puluh hari, tetapi kemanunggalan TNI dan rakyat yang telah terajut di Sausu Trans harus abadi melintasi generasi. Jaga jalan ini, rawat air bersih ini, karena di setiap jengkalnya ada keringat persaudaraan kita,” ujar Mayjen Jonathan.

 

Berakhirnya TMMD ke-128 meninggalkan jejak pembangunan yang nyata di Sausu Trans. Jalan yang lebih baik, akses air bersih, rumah layak huni, hingga peningkatan kapasitas masyarakat menjadi modal penting bagi desa untuk terus tumbuh dan berkembang di masa mendatang.

Editor : Wahono.
#tni ad #parimo #jalan #sausu #desa