Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Wabup Abdul Sahid Tekankan Pentingnya Jejaring Kerja Sama Pengelolaan Mangrove

Rahmad Fadhil • Kamis, 21 Mei 2026 | 15:44 WIB
PEDULI: Wabup Parimo, Abdul Sahid, membuka Lokakarya Advokasi Kebijakan Pengelolaan Ekosistem Mangrove dan Kawasan Pesisir di Parimo, Rabu (20/5/2026).(FOTO: RAHMAT FADHIL/RADAR PALU)
PEDULI: Wabup Parimo, Abdul Sahid, membuka Lokakarya Advokasi Kebijakan Pengelolaan Ekosistem Mangrove dan Kawasan Pesisir di Parimo, Rabu (20/5/2026).(FOTO: RAHMAT FADHIL/RADAR PALU)

RADAR PALU – Wakil Bupati (Wabup) Parigi Moutong (Parimo), Abdul Sahid, menegaskan pentingnya memperkuat jejaring kerja sama dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan, khususnya ekosistem mangrove dan kawasan pesisir di Kabupaten Parigi Moutong.

Penegasan itu disampaikan saat membuka Lokakarya Advokasi Kebijakan Pengelolaan Ekosistem Mangrove dan Kawasan Pesisir Kabupaten Parimo yang digelar Relawan untuk Orang dan Alam (ROA), Rabu (20/5/2026).

“Kita harus memahami bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. Karena itu, membangun jejaring kerja sama demi terwujudnya pengelolaan lingkungan berkelanjutan harus terus diperkuat,” tegas Wabup.

Baca Juga: Satpolairud Polres Parimo dan Warga Bersatu Selamatkan Pesisir Pantai Desa Lebo

Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Yayasan Kehati melalui program Solusi Pengelolaan Lanskap Darat dan Laut Terpadu di Indonesia.

Dalam sambutannya, Abdul Sahid berharap lokakarya tersebut dapat melahirkan rekomendasi, gagasan, dan langkah konkret yang menjadi dasar penguatan kebijakan pengelolaan ekosistem mangrove dan kawasan pesisir di Parigi Moutong.

Menurutnya, peningkatan kapasitas masyarakat dan pemerintah desa perlu terus dilakukan agar mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian lingkungan di wilayah masing-masing.

Baca Juga: Polres Parimo Dukung Lomba Pangan Bergizi B2SA, Dorong Masyarakat Hidup Sehat dan Mandiri

Ia menjelaskan, ekosistem mangrove saat ini menghadapi berbagai ancaman serius, mulai dari alih fungsi lahan, penebangan liar, pencemaran, hingga dampak perubahan iklim.

“Jika tidak dikelola secara bijaksana, maka akan membawa dampak besar terhadap kehidupan generasi mendatang. Karena itu diperlukan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, organisasi masyarakat, akademisi, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Wabup juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dalam mendukung perlindungan lingkungan hidup dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan melalui berbagai program pelestarian lingkungan, rehabilitasi kawasan pesisir, dan penguatan partisipasi masyarakat.

Baca Juga: Harkitnas di Parimo Jadi Alarm Persatuan Bangsa di Tengah Ancaman Disintegrasi dan Krisis Generasi Digital

Sementara itu, akademisi Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako, Bau Toknok, memaparkan besarnya potensi wilayah pesisir Parigi Moutong yang memiliki garis pantai lebih dari 400 kilometer.

Menurutnya, kondisi geografis Parigi Moutong dengan pegunungan curam yang langsung berhadapan dengan laut menjadikan kawasan tersebut memiliki fungsi ekologis sangat penting.

Ia menyebut mangrove menjadi benteng alami yang menjaga kestabilan pesisir dari ancaman abrasi di Teluk Tomini sekaligus habitat penting bagi berbagai biota bernilai ekonomi tinggi.

Baca Juga: Wakil Bupati Tegaskan ASN Parimo Harus Disiplin dan Bersih Narkoba

“Pengelolaan pesisir tidak dapat dilakukan secara parsial. Metode ridge to reef mengintegrasikan perlindungan hutan pegunungan terestrial dan ekosistem muara laut,” ungkapnya.(***)

Editor : Muchsin Siradjudin
#Perkuat jejaring #Kerja sama lingkungan #Ekosistem mangrove #Kawasan pesisir