Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

BERANI Sehat Dorong Penguatan Layanan Primer di Sulteng

Muhammad Awaludin • Kamis, 21 Mei 2026 | 15:40 WIB
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny Lamadjido membuka Smart Primary Care Expo and Symposium di Hotel Gransya. (Ro. Adpim Sulteng)
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny Lamadjido membuka Smart Primary Care Expo and Symposium di Hotel Gransya. (Ro. Adpim Sulteng)

RADAR PALU - Program BERANI Sehat mendorong penguatan layanan kesehatan primer di Sulawesi Tengah. Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, menegaskan pentingnya peran puskesmas dan klinik dalam mengurangi antrean pasien di rumah sakit.

Pernyataan itu disampaikan saat membuka Smart Primary Care Expo and Symposium di Hotel Gransya, Kamis (21/5/2026). Kegiatan tersebut dihadiri tenaga kesehatan, pengelola klinik, kepala puskesmas, hingga organisasi profesi kesehatan.

Menurut Reny, pelayanan kesehatan primer harus diperkuat agar pasien dapat ditangani lebih awal sebelum dirujuk ke rumah sakit. 

Baca Juga: Hidayat Pakamundi Bakar Semangat Pebulutangkis: Pentingnya Gerakan Berani Sehat

“Selesaikan dulu di primer supaya rumah sakit tidak penuh,” ujar Reny.

Ia menjelaskan, tingginya jumlah pasien yang langsung datang ke rumah sakit menyebabkan fasilitas rujukan mengalami lonjakan pelayanan. Salah satu rumah sakit yang mengalami peningkatan pasien yakni RS Undata.

BERANI Sehat Layani Lebih dari 173 Ribu Warga

Reny memaparkan program BERANI Sehat merupakan terobosan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk memberikan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat pemilik KTP Sulawesi Tengah. 

Baca Juga: LMND Sulteng: Jangan Hentikan Program “Berani Cerdas” dan “Berani Sehat”, Segera Bentuk Satgas Pengentasan Kemiskinan

Sepanjang 2025, program tersebut telah dimanfaatkan lebih dari 173 ribu warga. BERANI Sehat dinilai membantu masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Program itu juga membantu warga yang kepesertaannya dibekukan akibat tunggakan iuran maupun status Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dicabut.

“Tujuh puluh persen pelayanan langsung di rumah sakit,” kata Reny terkait tingginya pasien yang datang langsung ke fasilitas kesehatan lanjutan.

Menurutnya, sebagian pasien sebenarnya dapat ditangani lebih dulu di layanan primer sebelum dirujuk ke rumah sakit.

Pemprov Sulteng Siapkan Penguatan Klinik dan Puskesmas

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berencana memperkuat implementasi BERANI Sehat melalui kerja sama dengan klinik dan BPJS Kesehatan. Langkah itu disiapkan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan primer.

Reny mengatakan pemerintah akan menyiapkan nota kesepahaman atau MoU dengan klinik dan BPJS Kesehatan. Kerja sama tersebut diharapkan mendukung akses layanan kesehatan masyarakat. 

Baca Juga: Peluncuran Buku “Berani Sehat dan Berani Berkah”, Gagasan Transformasi Kesehatan dan Spiritual dari Sulawesi Tengah

“Semoga dari kegiatan ini, diberikan strategi-strategi seperti apa yang bagus untuk meningkatkan mutu pelayanan primer,” ujarnya.

Kegiatan Smart Primary Care Expo and Symposium diprakarsai Asosiasi Klinik Indonesia (ASKLIN) Sulawesi Tengah. Acara pembukaan turut dihadiri Ketua ASKLIN Pusat dr. Eddi Junaidi, Ketua ASKLIN Sulteng dr. H. Muhammad Akbar, kepala dinas kesehatan, direktur rumah sakit, serta tenaga kesehatan di Sulawesi Tengah.***

Editor : Muhammad Awaludin
#BERANI SEHAT #layanan primer #bpjs kesehatan #sulawesi tengah #Reny Lamadjido