RADAR PALU – Banjir yang menerjang Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, menyebabkan satu unit jembatan penghubung antar dusun di Desa Mataue terputus. Akibatnya, aktivitas puluhan kepala keluarga di wilayah tersebut terganggu dan warga kini hanya dapat melintas dengan berjalan kaki.
Berdasarkan laporan BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, banjir terjadi pada Sabtu (16/5) sekitar pukul 22.15 Wita setelah hujan deras disertai angin mengguyur wilayah Kulawi sejak pukul 18.00 hingga 23.00 Wita.
Debit air sungai di Desa Mataue dan Desa Boladangko meningkat drastis hingga memicu arus deras.
Baca Juga: Menenun Fajar di Tepi Teluk Palu, Kisah Pembangunan Hadianto Rasyid
Di Desa Mataue, jembatan penghubung antara Dusun 1 Desa Bolapapu menuju Dusun 2 Desa Mataue dilaporkan putus diterjang banjir.
Kondisi tersebut berdampak terhadap sekitar 30 kepala keluarga yang aktivitasnya terhambat akibat akses utama terisolasi.
Selain itu, kelompok rentan di Dusun 2 turut terdampak, masing-masing terdiri atas empat balita, sembilan lanjut usia, dan tiga penyandang disabilitas.
Sementara di Desa Boladangko, material banjir sempat menutup akses menuju kantor desa, sekolah dasar, TK/PAUD, hingga gereja. Aparat desa bersama warga setempat melakukan pembersihan material secara mandiri agar aktivitas masyarakat kembali normal.
“Untuk sementara akses jalan sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat dengan catatan kondisi arus sungai normal,” demikian laporan BPBD Sulteng yang ditandatangani Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulteng, Ir. Asbudianto.
BPBD menyebutkan tidak ada korban jiwa maupun pengungsi dalam peristiwa tersebut. Namun, kebutuhan mendesak saat ini berupa pembangunan jembatan darurat, bronjong, dan pengerahan alat berat untuk membersihkan material sisa banjir.
Editor : Wahono.