Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Ngobrol Pintar FKUB Bahas Spiritual dan Masa Depan Toleransi Sulteng

Muhammad Awaludin • Jumat, 15 Mei 2026 | 13:26 WIB
Suasana Ngobrol Pintar FKUB Sulawesi Tengah di Palu bersama tokoh lintas agama dan Gubernur Anwar Hafid. Forum membahas spiritualitas dan toleransi dalam pembangunan daerah.(Pemprov Sulteng)
Suasana Ngobrol Pintar FKUB Sulawesi Tengah di Palu bersama tokoh lintas agama dan Gubernur Anwar Hafid. Forum membahas spiritualitas dan toleransi dalam pembangunan daerah.(Pemprov Sulteng)

 

RADAR PALU – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah menggelar acara Ngobrol Pintar (NGOPI) bersama tokoh lintas agama dan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, di Circle Coffee Palu, Jumat (15/5/2026). 

Forum itu menjadi ruang diskusi soal toleransi, spiritualitas, hingga arah pembangunan Sulawesi Tengah di tengah masyarakat yang majemuk. 

Ketua FKUB Sulawesi Tengah, Zainal Abidin, hadir bersama para pemangku adat, tokoh agama, dan pemuka lintas agama dari berbagai unsur di daerah itu. 

Baca Juga: BBM Subsidi Diduga Mengalir ke PETI, Nama Kasatreskrim Polres Parimo Terseret

Diskusi santai, isu yang dibahas serius 

Dalam suasana santai di sebuah kafe, pembahasan justru mengarah pada isu-isu besar tentang masa depan kerukunan dan pembangunan daerah. 

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mengatakan pembangunan tidak cukup hanya bertumpu pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. 

Menurutnya, masyarakat juga membutuhkan penguatan spiritual sebagai fondasi kehidupan sosial. 

Baca Juga: GEM Perkuat Standar K3 dan APD Demi Keselamatan Pekerja

“Waktu itu saya mulai berpikir mungkin ada yang salah dari cara kita membangun. Saya kemudian belajar lagi dan melihat bahwa pembangunan tidak cukup hanya fisik. Harus ada landasan spiritual yang hadir di tengah masyarakat,” ujar Anwar. 

Cerita Morowali jadi bahan diskusi

Dalam dialog tersebut, Anwar banyak menceritakan pengalamannya saat menggagas program Morowali Berjamaah dan Morowali Mengaji pada 2014. 

Program itu, kata dia, melibatkan tokoh lintas agama, mulai dari ustaz, pendeta hingga pemangku adat. 

Ia menilai pendekatan spiritual ikut menciptakan suasana damai dan stabilitas sosial di tengah masyarakat. 

Menurutnya, kondisi itu berdampak terhadap meningkatnya rasa kebersamaan hingga masuknya investasi ke Morowali. 

Toleransi disebut warisan pendiri bangsa

Anwar Hafid juga menyinggung pentingnya menjaga toleransi di Indonesia. 

Ia menyebut semangat para pendiri bangsa dalam menjaga persatuan menjadi contoh yang perlu dipertahankan hingga sekarang. 

“Tokoh-tokoh dahulu mungkin tidak secanggih kita sekarang, tapi toleransinya luar biasa. Mereka berpikir jauh ke depan bahwa Indonesia hanya akan maju kalau toleransi dijaga,” katanya. 

Ia kemudian mengajak seluruh umat beragama kembali meramaikan rumah-rumah ibadah sebagai pusat pembinaan moral masyarakat.

FKUB Sulteng mulai jadi rujukan

Di akhir dialog, Anwar mengapresiasi FKUB Sulawesi Tengah yang dinilainya berhasil menjaga kerukunan antarumat beragama. 

Menurutnya, kondisi toleransi di Sulawesi Tengah mulai mendapat perhatian daerah lain. 

“Beberapa hari lalu ada FKUB dari luar daerah datang khusus belajar ke Sulawesi Tengah. Ini menunjukkan kerukunan kita sudah dikenal luas,” tutupnya.*** 

Editor : Muhammad Awaludin
#Ngobrol Pintar FKUB #Anwar Hafid #FKUB Sulawesi Tengah #toleransi beragama #kerukunan umat beragama